Sunday, April 5, 2020
Home Blog

Mendekati Hari Persalinan, Ini Gerakan Senam Ibu Hamil di Trimester Ketiga

0

Ibu hamil terutama yang baru pertama kali mengandung pasti mengalami kekhawatiran mendekati persalinan. Bahkan, ada yang stress takut sesuatu buruk terjadi. Untuk menghindari pikiran negatif, ada banyak cara merelaksasi diri. Salah satunya mempraktikkan senam ibu hamil di trimester ketiga. Gerakan senam ini terbilang ringan dan berfokus pada pernafasan. Nah, bagaimana cara melakukan olahraga untuk ibu yang sedang mengandung dan seperti apa gerakannya? Yuk, intip caranya berikut ini. 

senam ibu hamil

1. Senam Kegel

Senam ibu hamil satu ini terbilang cukup populer. Hal ini karena gerakannya cukup mudah dan dapat dilakukan di mana saja. Cara melakukan senam ibu hamil ini dimulai dengan mengontraksikan otot sekitar saluran kencing dan vagina dengan gerakan seperti menahan kencing selama 3-10 detik. Nah, senam ini bisa Anda praktekkan 10 kali setiap hari dengan posisi duduk atau berdiri. Fungsinya untuk menguatkan otot punggung dan memudahkan proses lahiran. 

2. Senam Jongkok

Berikutnya ada senam jongkok yang dapat memperkuat otot sekitar panggul dan paha. Cara melakukan gerakan senam jongkok terbilang mudah. Pertama, Anda harus memulai dengan posisi berdiri tegak. Kemudian turunkan badan secara pelan hingga berada di posisi jongkok. Atur nafas secara normal di posisi tersebut selama 10 detik dan kemudian kembali ke posisi semula dengan pelan. 

3. Yoga Kupu-kupu

Berikutnya ada Yoga Kupu-kupu yang dikenal dengan pose tailor. Senam untuk ibu hamil ini bisa melatih otot paha dan mengurangi resiko sakit punggung. Caranya dimulai dengan duduk bersila dengan posisi punggung tegak. Kemudian pertemukan kedua telapak kaki di depan lalu dorong lutut hingga menyentuh lantai. Pertahankan selama 10-20 detik dalam posisi tersebut.

4. Senam dengan Yoga Ball

Berikutnya adalah senam dengan bantuan yoga ball atau gym ball. Fungsi dari senam ini agar ibu hamil bisa menjaga keseimbangan selama kehamilan. Selain itu, otot perut juga kuat dan tentunya membuat ibu hamil merasa lebih rileks. Gerakannya sendiri cukup mudah dengan diawali duduk santai di atas bola dengan posisi tegak. Kemudian membuka kedua kaki hingga selebar pinggul. Gerakan dilanjutkan dengan meluruskan tangan ke arah depan dan tahan 5 – 10 detik. Kemudian turunkan tangan sambil menghembuskan nafas.

5 Gejala yang Jadi Ciri-ciri Hamil Muda, Apa Saja Sih?

0

Tanda awal kehamilan sangat sulit untuk diketahui, apalagi bagi wanita yang baru pertama kali mengandung. Hal ini tidak lain karena ciri-ciri hamil muda mirip dengan tanda menstruasi. Contohnya payudara terasa membengkak dan perut sering mengalami kram. Lalu, bagaimana mengetahui tanda-tanda hamil muda? Periksa apakah Anda mengalami gejala gejala berikut ini.

1. Menstruasi terlambat

Salah satu ciri-ciri hamil muda ditandai dengan berhentinya menstruasi. Hal tersebut jelas dan umum, apalagi bagi Anda yang biasa mengalami menstruasi secara teratur. Anda bisa memeriksa jika mengalami keterlambatan lebih dari seminggu. Namun, jika menstruasi Anda tidak teratur, penggunaan tes uji kehamilan bisa menjadi solusi. Untuk mendapatkan alat tersebut bisa dibeli di apotek atau supermarket. 

2. Alami Morning Sickness

Hampir semua wanita hamil mengalami morning sickness. Gejala ini merupakan perasaan tidak nyaman yang terjadi di pagi hari. Beberapa ibu hamil juga mengalaminya hingga siang bahkan malam hari. Morning sickness ini terjadi lantaran perubahan hormon dalam darah yang mengakibatkan rasa sakit pada perut dan menimbulkan mual. Tak perlu khawatir, ciri-ciri hamil muda ini menghilang dengan bertambahnya usia kehamilan. 

3. Sering Buang Air Kecil

Perubahan hormon pada darah juga menyebabkan sirkulasi darah meningkat. Ginjal bekerja keras sehingga produksi air seni lebih banyak. Seiring bertambahnya ukuran janin, rahim menekan kandung kemih yang mengakibatkan ibu hamil sering buah air kecil. Hal tersebut cukup normal, tapi Anda perlu mengonsumsi air putih lebih banyak agar tidak dehidrasi.

4. Perubahan Payudara

Tanda-tanda hamil muda juga diikuti dengan perubahan pada payudara. Ukuran payudara mengalami pembesaran. Biasanya terasa penuh dengan sedikit nyeri. Di sekitar puting atau areola juga menghitam 

5. Perubahan Mood secara Tiba-tiba

Ciri-ciri hamil muda juga ditandai dengan perubahan mood secara tiba-tiba. Perubahan tersebut juga diakibatkan oleh perubahan hormon di dalam tubuh. Biasanya, ibu hamil mudah marah, cemas, menangis, bahkan menunjukkan gejala depresi. Hal tersebut dianggap normal karena dapat berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

4 Tanda Awal Kehamilan yang Sering Tidak Disadari, Apa Saja?

0

Kehadiran si buah hati di tengah-tengah keluarga sering tanpa kita sadari. Bahkan ada beberapa ibu yang baru tahu jika sedang hamil ketika usia janin sudah menginjak 2 bulanan. Hal ini karena tanda awal kehamilan setiap wanita berbeda-beda. Jika umumnya ciri-ciri hamil dimulai dengan telat menstruasi, tapi ada juga tanda hamil yang tidak disadari. Apa saja sih? mungkin dibawah ini bisa jadi acuan bagi para calon ibu agar bisa mengetahui ciri tanda kehamilan

1. Alami menstruasi palsu

tanda awal kehamilan

Jika biasanya tanda awal kehamilan ditandai berhenti menstruasi, tapi ada juga wanita yang malah mengalami menstruasi palsu. Setidaknya sekitar 25-40 persen wanita hamil mengalami pendarahan ringan atau bercak. Seringkali, pendarahan tersebut dikira menstruasi. Nah, menstruasi palsu ini biasa terjadi sekitar dua minggu setelah pembuahan.

2. Keluar cairan dari Miss-V

Di awal trimester pertama kehamilan, biasanya ibu hamil mengeluarkan lendir lengket berwarna putih sedikit kuning pucat. Lendir tersebut merupakan gejala yang disebabkan oleh peningkatan hormon serta aliran darah ke vagina. Namun, jika cairan yang keluar memiliki bau menyengat, berwarna kuning kehijauan serta mengakibatkan gatal, sebaiknya Anda periksa ke dokter. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi tanda-tanda infeksi di area vagina.

3. Rentan sakit dan tidak enak badan

Kehamilan di awal-awal, biasanya mengakibatkan kekebalan tubuh menurun. Hal tersebut pula yang mengakibatkan wanita hamil rentan terhadap sakit, apalagi batuk, pilek dan flu. Ciri-ciri hamil yang menyebabkan tidak enak badan yaitu perubahan hormon serta volume darah. Hal tersebut mengakibatkan sakit kepala hebat. Tak jarang pula yang merasakan kram hebat mirip menstruasi. Tanda awal kehamilan juga diselingi dengan pusing akibat tekanan darah rendah serta pembuluh darah membesar. 

4. Sering buang air kecil

tanda awal kehamilan

Ciri-ciri hamil muda berikutnya yang sering tidak disadari adalah keinginan buang air kecil yang lebih sering dari biasanya. wanita positif hamil, bahkan di usia kehamilan mendekati hari persalinan juga sering buang air kecil. Hal ini dikarenakan kondisi rahim yang terus berkembang dan menekan kandung kemih. 

Tanda-Tanda Hamil 2 Bulan yang Harus Anda Tahu

0

Ibu hamil yang kandungannya memasuki usia 2 bulan biasanya akan menunjukkan tanda-tanda hamil yang mulai tampak jelas. Ada banyak perubahan yang dialami, mulai dari perubahan fisik, hingga gejala lain yang sangat mempengaruhi kondisi Anda. Untuk Anda yang saat ini tengah hamil 2 bulan, berikut ulasan tentang tanda tanda kehamilan yang harus Moms ketahui. 

tanda-tanda hamil

1.   Morning Sickness

Trimester pertama kehamilan biasanya ditandai dengan morning sickness atau perasaan mual yang terjadi pada pagi, siang, atau malam hari. Perubahan hormon dalam darah yang mengakibatkan rasa sakit pada lapisan perut menimbulkan rasa mual. Meski cukup menyiksa, morning sickness akan menghilang sejalan dengan perkembangan usia kehamilan.

2.   Gampang Lelah

Perubahan hormon kerap terjadi dan dialami oleh ibu hamil. Tanda-tanda hamil lainnya yaitu Anda mudah merasakan lelah. Meningkatnya kadar hormon progesteron dalam tubuh yang berperan sebagai depresan alami bagi sistem saraf pusat menyebabkan rasa lelah kerap timbul. Salah satu hal yang dapat dilakukan yakni dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. 

3.   Kram Pada Perut

Rasa kram biasanya disertai dengan timbul bercak dan terjadi pada usia kehamilan 1 sampai 4 minggu. Kebanyakan orang menganggap kondisi tersebut sebagai gejala yang terjadi saat menstruasi. Kenyataanya, kram dan munculnya bercak bisa menjadi tanda-tanda kehamilan. 

4. Perubahan emosional

Tanda-tanda kehamilan selanjutnya adalah adanya perubahan emosional. Dimana Anda biasanya cenderung lebih sensitif dari segala sesuatu. Biasanya, Anda jadi suka tiba-tiba merasa sedih, marah, senang, bahkan malas berdandan. Kondisi emosional yang mudah berubah ini dipengaruhi oleh hormon hCG, estrogen dan progesteron dalam tubuh.

5. Kulit jadi kusam

Masuk usia kandungan dua bulan, Anda juga akan mengalami perubahan pada warna kulit, yaitu kulit wajah jadi kusam. Pada wanita tertentu, biasanya disertai dengan jerawat dan flek hitam. Jika Anda mengalami tanda-tanda hamil ini, maka bisa diatasi dengan minyak zaitun, madu atau air perasan jeruk. 

Perubahan Fisik Pada Ibu Hamil yang Sering Tidak Disadari

0

Momen kehamilan merupakan momen berharga dan yang paling ditunggu-tunggu bagi setiap pasangan, baik yang muda ataupun yang sudah lama berumah tangga. Bagi Anda yang baru pertama kali hamil dan akan segera menjadi ibu, patut untuk mengetahui ciri-ciri ibu hamil. 

ibu hamil

Ciri-ciri hamil terkadang tidak selalu disadari oleh setiap wanita. Padahal ini sangat penting karena bisa berpengaruh pada kesehatan ibu atau janin. Bila Anda tengah mengalami tanda kehamilan berikut bisa jadi referensi bagi seorang ibu, jangan lupa segera hubungi dokter ya jika ada tanda-tanda dibawah ini!

1. Bentuk Tubuh yang Berubah

Beberapa bagian tubuh mulai mengalami perubahan ketika mengandung. Perut, pantat, dan payudara terasa lebih membesar dari ukuran biasanya. Kemungkinan besar itu merupakan ciri-ciri orang hamil. Pembengkakan bagian tubuh pada ibu hamil normal terjadi. 

2.   Gusi Berdarah

Terlambat menstruasi termasuk ciri-ciri hamil yang pasti terjadi pada wanita. Namun, ada pertanda lainnya, yakni gusi berdarah. Kondisi gusi berdarah dapat menyebabkan infeksi seperti radang gusi. Saat ini terjadi, jangan terburu-buru minum obat ya! Sebaiknya periksakan diri ke dokter kandungan lebih dulu. 

3.   Rambut Jadi Lebih Sehat

Meningkatnya hormon estrogen pada ibu hamil membuat pertumbuhan folikel rambut menjadi lebih tebal dan sehat. Rambut tampak lebih baik dari sebelumnya. Bahkan pertumbuhan rambut bisa terjadi di bagian tubuh yang tidak bisa ditebak seperti pada bibir atas, perut, punggung, dan di tempat-tempat lain yang tanpa kita sadari. 

4.   Timbul Jerawat

Umumnya saat masa kehamilan, jerawat dapat timbul dan semakin meradang dikarenakan oleh perubahan hormon yang lebih banyak memproduksi minyak pada kulit terutama wajah. Saat seperti ini, jangan coba mengonsumsi obat jerawat yang tidak aman bagi ibu hamil. Mintalah saran dari dokter agar kondisi janin tetap aman dan sehat.

Apabila Anda mengalami keempat ciri diatas disertai dengan masa menstruasi yang sudah terlambat, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk hasil yang lebih optimal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Memahami Teori Perkembangan Kognitif Anak

0

Masa pertumbuhan adalah momen penting di kehidupan manusia. Memberikan edukasi anak usia dini termasuk keputusan bijak dan berguna bagi perkembangan kognitif anak. Kognitif sendiri mengacu pada kemampuan yang dimiliki oleh anak untuk memahami sesuatu. Teori perkembangan anak yang cukup terkenal yaitu milik Jean Piaget. Piaget membaginya ke dalam empat tahap.

perkembangan kognitif anak

1. Fase Sensori-Motorik

Fase sensori motorik biasanya dialami pada usia 0-2 tahun. Anak masih belum bisa membedakan mana kebutuhan, keinginan, dan kepentingan orang lain. Si kecil masih belajar hal kecil seperti cara meraba, memegang, menghisap, dan melakukan kegiatan motorik sederhana lainnya. Anda dapat mengajarkan anak dengan menyentuh benda-benda tertentu secara berulang sehingga memorinya dapat bekerja dengan baik.

2.   Fase Pra-Operasional

Tahap kedua dari perkembangan kognitif anak yakni fase pra-operasional yang terjadi antara usia 2-8 tahun yakni balita dan anak usia dini. Kecerdasan anak ditunjukkan melalui penggunaan simbol, bahasa yang jelas, memori, imajinasi, namun dengan logika yang terbatas atau kurang memadai. Anak lebih dominan egosentris karena kurang bisa memandang sesuatu dari perspektif lain.

3.   Fase Operasional Konkreat

Anda dapat memberikan edukasi yang sesuai dengan memperhatikan perkembangan potensi intelektual anak. Penjelasan dari fase operasional konkret yaitu anak mampu mengklasifikasikan objek atau situasi tertentu. Anak dapat berpikir secara logis dan daya ingat yang meningkat. Teori perkembangan kognitif anak milik Piaget menjelaskan bahwa si kecil mulai paham konsep sebab-akibat sehingga dapat berpikir rasional dan sistematis. Fase ini dialami anak saat usianya menginjak 7-11 tahun.

4.   Fase Operasional Formal

Hampir menginjak remaja, fase operasional formal dialami anak mulai dari usia 11 tahun. Perkembangan kognitif anak tumbuh sangat pesat. Kemampuan dalam bernalar, membuat kesimpulan, dan mengumpulkan informasi akan membantunya melewati dari masa remaja menuju dewasa. Kapabilitas dalam berpikir logis lebih abstrak dan idealis.

Pengetahuan terkait perkembangan potensi intelektual anak adalah hal yang patut diketahui. Tugas orang tua yakni dengan memberikan yang terbaik pada masa tumbuh kembang anak. Penjelasan teori perkembangan kognitif anak dari Jean Piaget tadi dapat membantu Anda untuk mengerti apa yang dibutuhkan sang si kecil.

Mengenal Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia 0 Hingga 5 Tahun

0

Kemampuan anak semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Salah satunya termasuk perkembangan bahasa anak. Perlu diketahui, kemampuan bahasa terbagi menjadi dua tahapan yakni pralinguistik dan linguistik. Tahapan perkembangan kemampuan anak berbeda-beda tergantung usia. Berikut informasi yang patut Anda ketahui sebagai orang tua si kecil.

  1. Usia 0-12 Bulan

Sejak lahir, anak telah dikaruniai oleh kemampuan bahasa. Tahapan perkembangan anak dalam berbahasa usia 0-12 bulan bisa disebut sebagai tahapan pralinguistik. Bayi mampu merespon suara dan menunjukkan ekspresi wajah hingga mulai memahami perintah secara verbal serta mengetahui arah datangnya suara. Selain itu, anak dapat menujukkan ekspresi seperti menangis saat lapar, haus, ingin tidur, dan emosi lainnya.

  1. Usia 1-2 Tahun

Memasuki usia 1-2 tahun, anak mulai paham kata-kata tunggal dan sederhana serta meniru kata sedikit demi sedikit. Bahkan memahami makna dari kata-kata yang diajarkan. Anda harus memastikan agar perkembangan bahasa anak tidak terhambat. Salah satu solusinya yaitu dengan sering mengajak anak berbicara dan melihat bagaimana cara ia merespon sesuatu.

  1. Usia 2-3 Tahun

Tahapan perkembangan bahasa anak semakin pesat ketika menginjak usia 2-3 tahun. Anak dapat mengingat dan memahami makna dari kata-kata hingga kalimat sederhana. Contoh kecil jika Anda meminta anak untuk menandakan anggota badan tertentu dan menyebut kata hidung, anak dapat memahami perintah tersebut dengan menunjukkan bagian tubuh mana yang dimaksud.

  1. Usia 3-4 Tahun

Balita usia 3-4 tahun mulai untuk bersosialisasi. Perkembangan anak dalam berbahasa tidak hanya didapat dari orang tua saja melainkan faktor eksternal seperti teman-temannya dan lingkungan sekitar. Anak tidak hanya belajar kalimat baru tetapi cara ketika merespon sesuatu.

  1. Usia 4-5 Tahun

Menunjukkan emosi, respon, serta memberikan tanggapan terhadap sesuatu biasanya ditemui saat anak usia 4-5 tahun. Tahapan perkembangan bahasa anak di usia ini dapat mengenal warna, belajar baca anak SD, hingga berinteraksi dengan mengajukan pertanyaan atau menyampaikan saran saat mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Perkembangan bahasa anak bisa dibantu dengan melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Memilih makanan dan minuman yang tinggi protein dapat mendukung kecerdasan anak.

Mengenali tahapan perkembangan bahasa anak penting bagi orang tua. Pengetahuan perkembangan anak dalam berbahasa membantu Anda agar memberikan yang terbaik dalam tumbuh kembangnya. Selain ajak untuk berbicara secara terus menerus, jangan lupa untuk selalu menjaga kebutuhan gizi anak.

Semakin Aktif! Beginilah Perkembangan Berat Badan Anak Usia 2 Tahun

0

Tanpa disadari, pertumbuhan anak begitu cepat di usia satu tahun. Tiba-tiba mereka sudah menginjak umur dua tahun dengan tingkah polah yang bikin takjub. Rengekan, jeritan, hingga celoteh menjadi hal yang setiap hari didengarkan. Tak hanya itu, perkembangan berat badan anak 2 tahun juga bisa dilihat dari segi fisik mereka. Seperti di bawah ini.

perkembangan anak usia 2 tahun

Pertumbuhan tinggi tubuh dan berat badan anak usia 2 tahun

Saat memasuki usia 2 tahun, si kecil sudah tidak terlihat bayi lagi. Mereka tumbuh menjadi anak aktif dengan aneka tingkah menggemaskan. Hal pertama yang terlihat dari perkembangan anak 2 tahun adalah tinggi badannya. Idealnya, mereka memiliki tinggi dengan kisaran 84-89 cm. Selain itu, pertumbuhan fisik juga mencakup kenaikan berat badan serta lingkar kepala. Untuk berat anak usia 2 tahun idealnya sekitar 10-13 kg. Sementara gigi si kecil sudah tumbuh 16 buah.

Gerakan yang mulai dikuasai si kecil

Di usia 2 tahun, anak sudah pandai untuk melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain. Gerakan yang dilakukan juga beragam dan pastinya membuat takjub. Beberapa gerakan yang biasa dilakukan anak di usia ini yaitu berjongkok, berdiri sambil jinjit, memanjat, naik turun tangga, melompat, menendang, melempar, berlari, mendorong pelan, menarik, hingga menumpuk bola. Jika anak di usia tersebut belum bisa melakukan gerakan tersebut, Anda bisa memberikan stimulasi. Hal tersebut mencegah mereka mengalami keterlambatan pertumbuhan. 

Stimulasi untuk meningkatkan perkembangan anak 2 tahun

Merangsang anak agar terhindar dari keterlambatan pertumbuhan bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan asupan bergizi sesuai dengan usianya. Jika anak mulai bosan, Anda juga bisa menyajikan makanan dengan berbagai variasi yang membangkitkan nafsu makan. Selain itu, ada pula kegiatan lain yang bisa dijajal. Seperti di bawah ini

  • Mengajak anak dan seluruh keluarga berjalan kaki bersama untuk memperkuat tulang
  • Membebaskan anak untuk berlarian di taman
  • Sesekali membawa si kecil bermain di playground
  • Memberikan tanggung jawab untuk membereskan mainannya sendiri untuk meningkatkan motorik halus
  • Memberikan anak alat gambar yang juga melatih motorik halus si kecil

Tahap Perkembangan Anak Usia 3 Tahun, Moms Harus Tahu!

0

Usia 3 tahun adalah usia tengah-tengah dalam lingkaran emas 5 tahun pada anak anda. Pada masa ini terjadi cukup banyak transisi perubahan dari si kecil yang lucu dan masih mulai mempelajari sesuatu sampai dia cukup besar untuk memamerkan kemampuan dan keterampilannya. Perkembangan anak usia 3 tahun lebih bisa diprediksi dari pada anak usia 2 tahun, ini juga masa emas untuk memasukan anak ke dalam taman bermain playgroup atau PAUD untuk mengasah bakat sosial dan perkembangan motoric anak.

perkembangan anak usia 3 tahun

Orang tua harus memperhatikan perkembangan anak apakah sudah sesuai dengan tahapan perkembangan anak 3 tahun, karena dalam beberapa kasus terdapat anak yang pertumbuhannya cepat atau lambat dari pada anak seumurannya. Jika orang tua belum yakin dan tidak tahu dengan perkembangan anaknya mungkin berikut ini bisa jadi rujukan tahap perkembangan anak usia 3 tahun yang wajib anda ketahui.

  • Pada usia ini, keterampilan motoric halus anak bisa dilihat dari kemampuannya menggambar lingkaran, kotak dan segitiga, menulis atau menggambar huruf dan angka secara sederhana.
  • Pada usia 3 tahun, anak akan lebih sering bertanya karena penasaran terhadap sesuatu. Ini merupakan bagian dari tumbuh kembang anak untuk memproses dan memperoleh tentang informasi baru.
  • Anak sudah mulai menghafal lebih dari 10 nama buah, hewan, angka, huruf dan warna.
  • Anak sudah mulai bisa bersosialisasi dan senang bermain dengan teman sebayanya. Ada juga anak yang mulai merasa malu dan takut bertemu dengan orang baru, untuk memperbesar keterampilan sosialisasinya dibutuhkan dampingan orang dewasa.
  • Sudah memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. Anak mulai bisa menolak, meminta, dan mengidentifikasi orang lain. Anak sudah bisa paham umurnya, jenis kelaminya, nama temannya, mana yang lebih muda dan lebih tua darinya.
  • Sudah mulai terbiasa makan sendiri, bersiap melepas popok, mulai bisa berkata bahwa dia ingin buang air besar atau kecil.
  • Pada usia ini anak mulai bisa mengikuti perintah sederhana, mengingat apa yang terjadi satu hari yang lalu.

Orang Tua Perlu Tahu! Ciri-Ciri Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

0

Pada usia dua tahun merupakan masa-masa yang menguras emosi khususnya bagi para ibu, karena di masa ini pertumbuhan dan perkembangan anak mulai terlihat pesat. Juga bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif juga harus menghentikannya sehingga membuat para ibu merasa emosional karena harus melepas memberikan nutrisi terbaik pada anak. Namun orang tua tetap harus tahu apa saja ciri-ciri perkembangan anak usia 2 tahun pada umumnya.

Pada umumnya di usia 2 tahun ini, kebanyakan anak sudah mulai bisa berjalan dan berbicara. Mulai dari pertumbuhan fisik hingga perkembangan keterampilan motorik pada anak akan berkembang pesat pada masa emas ini. Rata-rata orangtua akan melihat tahapan perkembangan anak 2 tahun, maka dari itu mari simak ciri-ciri tahapan perkembangan anak usia 2 tahun pada umumnya.

  • Perkembangan fisik pada anak seperti kenaikan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan pertumbuhan 16 gigi pertama.
  • Perkembangan motorik anak yang mencakup anak bisa berjongkok, berlari, menarik, memanjat, melompat, mendorong, melempar, naik turun tangga dan masih banyak lagi.
  • Perkembangan kognitif dimana anak mulai bisa mengkategorikan benda, misalnya mana yang termasuk hewan, mainan, makanan, baju, peralatan dan lainnya. Mulai bisa mengingat nama tempat yang sering dikunjungi.
  • Anak masih mengeksplorasi objek menggunakan indranya namun sudah bisa membuat pengamatan. Membedakan hal yang boleh, tidak boleh, nanti, sekarang. Bisa menyimpulkan bahwa selimut itu halus dan jaring itu kasar.
  •  Mulai bisa menunjuk benda dengan tepat ketika orang tua menyebutkan namanya.
  • Indra perasanya mulai aktif memilih dan bisa mengelompokan mana makanan yang sesuai seleranya dan mana makanan atau minuman yang tidak disukainya.
  • Mulai menunjukan kemandirian dan suka meniru orang disekitarnya. Karena itu penting bagi orang tua untuk memastikan lingkungan di sekitar anak tidak akan membuatnya menirukan hal-hal yang buruk.
  • Adanya temper tantrum, yaitu dimana ketika emosi anak meledak-ledak hingga memukul, menendang, menjerit dan menangis. Ini terjadi karena anak belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan sehingga membuatnya frustasi.