Friday, September 18, 2020
Home Blog

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa Dalam Susu Formula

0
perbedaan laktosa dan sukrosa

Susu formula merupakan susu yang berbahan dasar dari susu sapi, yang diproses dengan sedemikian rupa agar bisa dikonsumsi dengan baik oleh bayi. Susu formula mempunyai kandungan zat gula seperti laktosa dan sukrosa. Kandungan laktosa dan sukrosa dalam susu formula mempunyai kegunaan masing-masing. 

Berikut adalah perbedaan laktosa dan sukrosa dalam susu formula untuk bayi

Laktosa pada susu formula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat bayi, karena bayi mempunyai usus yang belum cukup kuat untuk memproses banyak karbohidrat dan serat kompleks, zat gula laktosa merupakan karbohidrat sederhana yang bisa dengan mudah dicerna oleh bayi. 

Laktosa bisa Bunda temui pada ASI dan susu sapi, laktosa adalah suatu kesatuan dari glukosa dan galaktosa. Selain memenuhi kebutuhan karbohidrat, laktosa juga bisa membantu bakteri baik dalam usus dan tubuh bayi. 

Sedangkan sukrosa merupakan jenis gula alamiah yang dihasilkan dari makanan hasil alam dan tanpa proses pengolahan buatan. 

Jenis gula ini dikenal juga sebagai gula pasir, gula merah, gula meja dan gula hasil alam lainnya yang biasa menjadi bahan tambahan dalam pembuatan kopi, kue dan pembuatan minuman ataupun makanan manis lainnya. Sukrosa mempunyai kandungan yang terdiri dari glukosa dan fruktosa, zat gula ini mempunyai karakteristik yang termanis dalam susu formula. 

Tambahan sukrosa dalam susu formula berfungsi untuk menghasilkan sumber energi untuk bayi, namun jika dikonsumsi berlebihan zat gula ini akan mengganggu keseimbangan energi si Kecil, karena energi yang dihasilkan akan melebihi kebutuhan usia si Kecil dan mengendap menjadi lemak. 

Tidak heran jika mengkonsumsi jenis gula ini secara berlebihan bisa mengakibatkan obesitas atau kegemukan.

Saat ini banyak yang tidak mengizinkan penambahan sukrosa dalam susu formula bayi, kalaupun dibutuhkan hanya diperbolehkan dalam kondisi-kondisi tertentu saja, contohnya seperti pada susu formula protein hidrolisat parsial, namun masih dalam jumlah tertentu. 

Untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan si Kecil, Bunda bisa memberikan tambahan ASI sebagai pendamping, dan Bunda bisa memilih susu formula dengan kandungan sukrosa yang lebih sedikit untuk menjaga keseimbangan berat badan si Kecil. 

Ciri Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun

0
ciri perkembangan anak

Masa masa balita merupakan masa peralihan seseorang dari tahap bayi menuju anak-anak, pada usianya yang menginjak 4-5 tahun, si Kecil akan menunjukan ciri ciri pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-5 tahun yang Bunda bisa lihat dan perhatikan. 

Perkembangan si Kecil pada usia ini sangatlah penting, karena pada masa ini merupakan dasar perkembangan untuk menuju tahap selanjutnya. Banyak yang bisa Bunda lihat dari ciri perkembangan anak usia dini, mulai dari aspek bahasa, kognitif, dan kemampuan motorik kasar dan halus si Kecil, semua aspek itu harus dikuasai si Kecil sebagai indikator perkembangan yang optimal. 

Masih bingung apa saja yang harus menjadi perhatian Bunda sebagai orang tua terhadap ciri perkembangan anak di usia 4-5 tahun ? Berikut ciri ciri pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-5 tahun yang bisa Bunda lihat! 

  1. Perkembangan motorik

Di usia ini, si kecil akan terlihat lebih aktif sebagai tanda perkembangan motoriknya, terutama saat ia bermain, seperti berlari, memanjat, melompat-lompat dan berjalan dengan mudah, kebiasaan ini dikenal dengan perkembangan motorik kasar. 

Sebagai tanda perkembangan motorik halusnya, si Kecil akan lebih terampil berkoordinasi dengan tangan dan jari yang lebih baik, Bunda bisa melatihnya dengan belajar menggambar atau membiarkan si Kecil untuk makan sendiri. 

Pada masa perkembangan motorik di usia ini, si kecil seharusnya sudah bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Bisa dengan mudah untuk berjalan maju dan mundur
  • Menggambar
  • Berdiri dengan satu kaki selama beberapa detik
  • Bisa makan menggunakan sendok garpu 
  • Bermain menyusun balok
  • Mengayuh sepeda roda tiga
  • Berguling guling dan bisa melakukan perawatan tubuhnya sendiri
  1. Berkembangnya bahasa dan kognitif si Kecil 

Dalam hal ini mungkin akan sulit untuk bisa Bunda lihat, karena tidak semua anak kecil senang bercerita ada juga anak yang lebih pendiam. 

Bunda sebagai orang tua harus lebih memperhatikan si Kecil, apakah si Kecil benar-benar pendiam atau memang ia terlambat dalam perkembangan bahasa.

Jika si kecil memang terlambat dalam perkembangan bahasa, Bunda bisa melatihnya dengan bernyanyi, dengan itu si Kecil akan belajar untuk berbicara dan berirama saat bernyanyi, itu akan melatih si Kecil untuk bertutur kata juga nantinya. 

Beberapa hal yang seharusnya sudah bisa dikuasai si Kecil dalam perkembangan kognitif dan bahasa ini adalah, sebagai berikut:

  • Berbicara dengan bahasa yang lebih kompleks
  • Bisa menyebutkan setidaknya 4 bentuk dan warna dengan benar
  • Menghitung mulai dari 1 sampai 10
  • Mengikuti perintah dasar dari orang tua dan memiliki rentang perhatian yang lebih luas

Itulah ciri ciri pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-5 tahun, di usia ini memang perlu perhatian yang lebih dari orang tua, untuk melatih dan membuat si Kecil tumbuh berkembang dengan optimal, faktor orang tua dan lingkungan merupakan hal utama dalam perkembangan si Kecil di usia ini.

Ciri Perkembangan Anak Pada Usia 0-2 Tahun yang Harus Bunda Ketahui

0
Ciri ciri pertumbuhan fisik anak usia dini

Tumbuh kembang bayi di usia 0-2 tahun sangatlah cepat. Sikecil bisa bertransformasi dari anak yang hanya bisa menangis hingga menjadi anak balita yang pandai berbicara. Pada masa ini, Bunda berperan penting untuk mencermati ciri-ciri perkembangan anak usia 0-2 tahun dan memberikan stimulasi yang maksimal untuk tumbuh dan kembangnya. 

Sebagai orang tua, Bunda juga perlu mengetahui ciri perkembangan anak pada usia 0-2 tahun. Agar Bunda tahu apakah si kecil berkembang sesuai dengan usianya atau tidak. 

Untuk mengetahui ciri-ciri perkembangan anak usia 0-2 tahun, Bunda bisa membaca ulasan berikut!

Ciri ciri pertumbuhan fisik anak usia dini

Perkembangan dari usia 0-3 bulan

Pada usia ini anak akan refleks tersenyum, hal seperti ini akan terlihat pada minggu pertama usia si Kecil, kemudian setelah beberapa bulan anak mulai memberikan senyuman kepada orang lain, mulai belajar menggerakan kepala ke kiri dan ke kanan, bisa menatap wajah orang tua dan si Kecil akan memberikan reaksi terkejut ketika mendengar suara keras, anak akan mengenali orang tuanya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontrak secara langsung.

Memasuki usia 3-6 bulan 

Setelah anak belajar memberikan senyuman dan mengenal orang tuanya, pada usia 3-6 bulan si Kecil akan mulai menggerakan badan, seperti ingin berbalik dari telungkup ke telentang, mengangkat kepala dengan tinggi, mempertahankan posisi kepala agar tetap tegak dan stabil. Selain itu, si Kecil juga mulai menginginkan sesuatu dengan meraih benda yang ada dalam jangkauannya, memusatkan matanya untuk melihat benda-benda kecil, dan mulai bisa memahami mainannya dengan menekan tombol mainan yang dapat memunculkan suara. 

Usia 6-9 bulan

Pada usia 6-9 bulan, anak mulai bisa duduk tanpa bantuan, merangkak dengan lancar untuk meraih mainan atau mendekati seseorang. Di usia ini si kecil sudah bisa memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya, mulai bisa mengucapkan kata yang sederhana seperti memanggil orang tuanya nya, meskipun dengan kata yang terpatah-patah, dan mulai bisa untuk makan kue dengan tangan sendiri. 

Usia 9-12 bulan

Setelah memasuki usia 9-12 bulan anak dapat menggerakan badannya seperti mengangkat badan ke posisi berdiri, belajar berdiri dan sambil berpegangan, dapat berjalan dengan dituntun, mengulurkan tangan untuk meraih benda yang ia inginkan, memasukkan benda kedalam mulut, dan si kecil dapat mengulang atau menirukan ulang apa yang saja yang didengar. 

Usia 12-18 bulan

Ciri ciri pertumbuhan fisik anak usia dini tidak hanya terlihat di usia 9-12 bulan saja, tetapi dapat terlihat juga pada beberapa bulan kedepan seperti, si kecil mulai berdiri sendiri tanpa bantuan, menggerakan badannya dengan membungkuk untuk memungut mainan, mulai menyebut kata-kata untuk memanggil Ayah dan Bundanya dengan sebutan yang ia ciptakan.

Usia 18-24 bulan

Anak usia 18-24 bulan, biasanya sudah bisa melakukan beberapa kegiatan dengan sendiri, seperti berdiri sendiri tanpa bantuan orang tua, memegang cangkir. Selain itu, si kecil juga sudah dapat menyebut 3-6 kata, membantu atau meniru pekerjaan rumah tangga dan dapat meniru apa yang orang lain lakukan. 

Itulah ciri-ciri perkembangan anak usia 0-2 tahun yang bisa Bunda lihat dari si Kecil. Untuk membantu tumbuh kembang yang optimal, Bunda harus memperhatikan si kecil dan melatih apa yang belum ia kuasai. 

Manfaat Kandungan Laktosa Pada Susu Formula Untuk Bayi

0
Kandungan Laktosa Pada Susu Formula Untuk Bayi

Laktosa merupakan zat gula sehat yang bisa ditemukan pada susu, laktosa adalah jenis disakarida yang terdiri dari dua molekul gula, yakni glukosa dan galaktosa. Selain laktosa pada susu formula, laktosa juga bisa ditemukan pada ASI, susu sapi dan olahan susu lainnya. 

Laktosa merupakan sumber gizi dan nutrisi yang tidak bisa dihilangkan untuk bayi, banyak manfaat yang bisa bayi dapatkan dengan mengkonsumsi gula sehat ini. Lalu seberapa penting fungsi laktosa pada susu formula dan manfaat apa saja yang akan didapatkan bayi saat mengkonsumsi zat gula ini? 

Kandungan Laktosa Pada Susu Formula Untuk Bayi
  1. Merupakan sumber karbohidrat utama untuk bayi

Laktosa menjadi sumber utama karbohidrat untuk bayi. Karbohidrat dibutuhkan si Kecil untuk meningkatkan energi dan memberikan cadangan makanannya. Asupan karbohidrat yang cukup akan membuat si Kecil berkembang optimal, karena bisa menyediakan kalori yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya.

  1. Memberikan kontrol dalam tubuh

Galaktosa merupakan sebagian dari bahan pembuatan laktosa, kandungan galaktosa ini bisa memberikan keseimbangan pada tubuh si Kecil, karena berkontribusi langsung dalam proses kontrol dalam tubuh untuk mengembangkan sel fungsi tubuh manusia. 

Dengan kontrol tubuh yang optimal akan memberikan sistem kekebalan tubuh bagi si Kecil. Selain itu, galaktosa juga bisa menghentikan dan memperlambat penyebaran tumor, terutama pada hati.

  1. Mengoptimalkan perkembangan otak

Manfaat galaktosa tidak hanya untuk tubuh saja, galaktosa juga berperan penting dalam pembentukan galaktopid, dimana bisa membuat jaringan syaraf lebih sehat dan membantu perkembangan otak lebih baik. 

Mengkonsumsi galaktosa atau brain sugar bisa memicu pembentukan memori jangka panjang dan membantu si kecil tumbuh lebih pintar. 

  1. Membuat tulang lebih kuat

Laktosa juga dapat membantu penyerapan kalsium dan mineral si Kecil. Penyerapan kalsium yang optimal pada bayi sangat penting untuk memperkuat dan membantu perkembangan tulang si Kecil. 

Banyak manfaat fungsi laktosa pada susu formula yang bisa didapatkan si Kecil, kandungan laktosa sangat dibutuhkan bayi untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal. Selain dari susu formula, Bunda juga bisa membantunya dengan asupan ASI secara eksklusif pada si Kecil.

Apakah Kandungan Gula Dalam Susu Formula Baik Untuk Bayi?

0
gula dalam susu

Pernahkan Bunda perhatikan komposisi kandungan gula pada setiap kemasan susu formula? Mungkin Bunda tidak akan menemukan berapa dan kandungan gula apa saja yang tertera pada nilai gizi atau komposisi susu formula, karena biasanya kandungan gula dalam susu formula terbuat dari bahan-bahan yang berbeda.

Tahukah Bunda, susu formula yang Bunda berikan pada si Kecil mempunyai kandungan gula yang bisa berdampak baik dan buruk bagi si Kecil. Lalu apa saja jenis kandungan gula dalam susu formula? Apakah baik untuk dikonsumsi secara terus-menerus?

Berikut kandungan gula dalam susu formula yang baik untuk si kecil berdasarkan usia! 

gula dalam susu

Untuk bayi usia 0-6 bulan

Kandungan gula dalam susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan mempunyai kandungan khusus untuk memenuhi kebutuhan ASI si kecil. Kandungan gula dalam susu formula ini terdiri dari laktosa dan maltosa. Kandungan gula dalam susu formula untuk bayi usia 0-6 dibuat semirip mungkin dengan ASI, mulai dari gula, kadar karbohidrat, lemak dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan si Kecil.

Untuk bagi usia 6 bulan lebih

Berbeda dengan susu formula untuk anak usia 0-6 bulan, kandungan gula dalam susu formula ini lebih banyak mengandung gula berjenis sukrosa, dimana sukrosa merupakan jenis gula buatan yang lebih manis daripada laktosa dan maltosa. 

Sukrosa mengandung 17 kalori dalam satu sendok teh, dimana itu bisa membuat kadar gula darah melonjak dan sukrosa dianggap menjadi jenis gula yang berisiko menyebabkan anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas bahkan hingga si kecil tumbuh dewasa.

Ada baiknya Bunda memberikan ASI secara eksklusif untuk si Kecil jika memang tidak mempunyai gangguan kesehatan apapun daripada memberikannya susu formula. Apalagi saat si kecil berusia di bawah 6 bulan. Sementara untuk anak dengan usia di atas 6 bulan, ada baiknya Bunda berkonsultasi dulu pada ahli gizi agar porsi gulanya tidak berlebihan dan sesuai kebutuhan si Kecil.

Ciri Perkembangan Anak di Usia Dini, Ini yang Harus Bunda Perhatikan!

0
perkembangan bahasa anak usia dini

Mempunyai anak Kecil memang harus banyak hal yang harus Bunda perhatikan, mulai dari kesehatan, asupan makanan nya, dan memperhatikan ciri perkembangan anak usia dini. Apakah Bunda tahu apa yang dimaksud dengan anak usia dini dan aspek apa saja yang harus Bunda pantau perkembangannya? 

Pada umumnya, anak di usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun, pada usia ini anak mengalami kemajuan secara menyeluruh, mulai dari fisik sampai sosio emosional anak. Usia dini merupakan masa kritis si Kecil, karena di masa inilah otak si Kecil berkembang dengan pesat, berubah mengikuti didikan dari orang tua dan lingkungan sekitar. 

Di fase ini, si Kecil memiliki kapasitas otak untuk berkembang hingga 80 persen dibanding otak orang dewasa, Bunda sebagai orang tua harus sesegera mungkin mencari solusi jika terlihat ada gangguan dalam perkembangannya.

Bunda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja aspek perkembangan anak di usia dini yang harus Bunda pantau! 

Perkembangan anak usia dini akan lebih mudah Bunda pantau, karena ada beberapa golongan dasar yang merupakan ciri perkembangan anak usia dini. 

Golongan dasar tersebut meliputi perkembangan fisik dan motorik, perkembangan bahasa anak usia dini terlihat saat si kecil belajar untuk berkomunikasi, kognitif untuk mulai belajar berpikir dan memecahkan masalah, lalu sosial dan emosional. 

Beberapa aspek ini harus berjalan secara berdampingan, Bunda dituntut harus bisa mengembangkan kecerdasan anak tidak hanya dalam satu aspek saja, namun dalam keseluruhan. Misalnya, sikap sosio emosional anak akan terlihat melalui kemampuannya  berbahasa dan berkomunikasi dengan teman sebaya mereka.

Selain itu, Bunda harus memastikan lingkungan bermain si Kecil aman dan dapat menjamin anak dapat hidup lebih sehat, belajar, tumbuh dan mengembangkan potensi dalam dirinya.

Pada anak usia 2-3 tahun perkembangan anak dapat ditandai dengan anak yang sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya, mulai belajar mengembangkan kemampuan berbahasa dan sudah bisa menanyakan pertanyaan singkat. 

Secara sosio emosional, anak juga akan belajar untuk memahami pembicaraan orang lain, mulai mempunyai perkembangan bahasa, mengungkapkan isi hati dan apa yang mereka pikirkan.

Akan banyak hal yang mempengaruhi perkembangan keempat golongan tersebut, mulai dari pola asuh, cara mengasihi dan menyayangi anak, mencukupi kebutuhan gizi dan lingkungan bermain si Kecil. 

Bunda harus memperhatikan keseluruhan aspek tersebut saat melihat ciri perkembangan anak usia dini, peran Bunda sebagai orang tua sangat penting untuk mencapai keseimbangan beberapa aspek penting tersebut.

Bunda Harus Tahu, Apa Saja Manfaat Gula Dalam Susu Untuk si Kecil

0
fungsi laktosa pada susu

Bukan rahasia lagi, bahwa kandungan gula dalam susu sangat berperan penting untuk membantu tumbuh kembang si Kecil. 

Susu mempunyai kandungan gula laktosa dan sukrosa. Laktosa merupakan gula alami yang bisa membuat karies gigi si Kecil lebih rendah, sementara sukrosa adalah gula tambahan yang bisa menjadi penyebab utama karies gigi si Kecil. Selain kandungan laktosa gula dalam susu, si Kecil juga bisa mendapatkan laktosa dari ASI dan buah-buahan. 

Perlu Bunda ketahui, gula tambahan sukrosa sebaiknya dikonsumsi tidak melebihi 10% dari total kalori pada anak, karena akan banyak masalah yang bisa ditimbulkan jika mengkonsumsinya secara berlebihan, seperti karies gigi, dan lebih buruknya lagi bisa menyebabkan obesitas. 

Lalu, apa saja manfaat dan fungsi laktosa pada susu untuk si Kecil? Berikut ulasan nya! 

fungsi laktosa pada susu
  1. Membantu pertumbuhan bakteri baik

Laktosa yang tidak dicerna di usus halus dan langsung ke usus besar akan dimanfaatkan oleh mikrobiota usus menjadi nutrisi atau prebiotik, karena usus besar kaya akan mikrobiota (kuman baik), jadi laktosa digunakan sebagai nutrisinya, sehingga mikrobiota akan terus tumbuh dengan memanfaatkan gula alami tersebut. 

Mikroba berperan sebagai prebiotik makanan, dimana mikrobiota bisa meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil. 

  1. Kalsium dan mineral bisa diserap lebih baik

Selain bisa meningkatkan kekebalan tubuh, laktosa yang masuk ke usus besar juga bisa memperbaiki saluran pada dinding usus, sehingga bisa menyerap kalsium dan mineral dengan baik. 

  1. Bisa menjadi sumber energi bagi si Kecil

Laktosa memiliki kandungan 7,2% dalam ASI, dan merupakan bagian dari disakarida karbohidrat, jadi selain menambah kekebalan tubuh, laktosa juga bisa menjadi sumber energi bagi si Kecil.

Itulah beberapa manfaat dan fungsi laktosa gula dalam susu yang baik untuk tumbuh kembang si kecil. Ada baiknya Bunda memberikan ASI pada si kecil sebagai tambahan nutrisinya, karena kandungan laktosa pada susu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan si Kecil, dengan tambahan ASI, maka 50% kebutuhan energi si Kecil bisa terpenuhi.

Makanan Bergizi Untuk Menunjang Pertumbuhan Anak

0
Makanan Bergizi Untuk Menunjang Pertumbuhan Anak

Asal Bunda tahu, tidak semua sumber makanan yang Bunda berikan itu baik untuk pertumbuhan si kecil. Bunda harus benar-benar memperhatikan asupan gizi dalam makanan yang diberikan, terutama saat melihat ciri pertumbuhan anak, asupan makanannya harus Bunda perhatikan. 

Pada masa kanak-kanak, si kecil akan mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, maka dari itu dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, anak sangat membutuhkan asupan makanan bergizi agar proses tumbuh kembangnya tidak terlambat. 

Bunda sebagai orang tua harus pintar-pintar dalam memilih makanan untuk si Kecil, jangan sampai salah memberikan makanan, karena tidak semua makanan bisa bermanfaat baik untuk proses tumbuh kembangnya. Pada masa pertumbuhan, anak akan membutuhkan nutrisi dan gizi yang seimbang. 

Belum tahu apa saja nutrisi yang dibutuhkan si Kecil? Berikut nutrisi dari makanan yang bisa Bunda pilih! 

Makanan Bergizi Untuk Menunjang Pertumbuhan Anak
  1. Folat

Folat sangat dibutuhkan si Kecil untuk menjaga kesehatan sel pada tubuh si kecil  agar tetap sehat dan bisa menunjang masa perkembangan dan pertumbuhan anak. 

Selain itu, folat juga bermanfaat untuk mengurangi resiko anemia atau kekurangan darah. Folat bisa Bunda dapatkan dari makanan berikut! 

  • Sereal gandum utuh
  • Buncis 
  • Kacang-kacangan
  • Bayam
  • Kubis brussel
  1. Protein 

Protein berperan penting dalam masa pertumbuhan anak, protein berguna untuk membangun sel, mengubah makanan menjadi energi, memperkuat daya tahan tubuh si Kecil dan membawa oksigen. Makanan berikut bisa Bunda pilih untuk kebutuhan protein si kecil

  • Unggas 
  • Ikan
  • Telur
  • Susu
  1. Karbohidrat 

Karbohidrat berguna untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh anak, karbohidrat bisa berupa pati, gula dan serat. Bunda bisa mendapatkan karbohidrat dari makanan berikut!

  • Kentang 
  • Biskuit 
  • Sereal 
  • Spageti
  1. Lemak

Lemak bisa menyimpan energi untuk si Kecil, selain itu, lemak juga berfungsi untuk membantu tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan yang mengandung lemak antara lain.

  • Minyak goreng
  • Produk olahan susu
  • Daging 
  • Ikan
  1. Kalsium

Kalsium sangat berguna untuk pertumbuhan tulang dan gigi si kecil. Kalsium juga bisa membantu pembekuan darah, meningkatkan fungsi saraf, otot dan kesehatan jantung anak. Kalsium bisa Bunda dapatkan dari makanan berikut:

  • Keju
  • Susu
  • Yogurt
  • Es krim
  • Brokoli 
  • Bayam 
  • Kuning telur

Selain memberikan nutrisi, pada ciri pertumbuhan anak juga penting untuk diajak berinteraksi agar menjadi lebih aktif dan senang bergerak. Dengan asupan gizi yang baik dan anak yang aktif, akan membuatnya lebih sehat dan tumbuh dengan baik. 

Cara Mengajari Anak Agar Belajar Berbagi Untuk Anak Usia Dini

0
Cara Mengajari Anak Agar Belajar Berbagi Untuk Anak Usia Dini

Orang tua dan rumah adalah tempat dimana anak belajar mengenal banyak hal. Salah satunya adalah belajar berbagi. Hal ini penting untuk memastikan anak tumbuh dengan simpati dan empati terhadap sesama dan lingkungan. Untuk melatih hal tersebut, beberapa cara berikut dapat diterapkan.

  • Berbagi ke sesama anggota keluarga

Berbagi dimulai dari keluarga dekat terutama keluarga inti seperti kakak, adik, ayah, dan ibu. Agar lebih meyakinkan, orang tua harus memberikan contoh terlebih dahulu. Anak memulainya dari berbagai hal kecil seperti makanan dan minuman. 

  • Berbagi ke orang lain
Cara Mengajari Anak Agar Belajar Berbagi Untuk Anak Usia Dini

Setelah keluarga, orang tua memperluas belajar berbagi ke orang lain. Anda bisa memulainya lagi dari kerabat dekat yang kekurangan. Anak telah mengenal mereka dan mengerti mengapa harus berbagi. Setelah itu, anak dilatih untuk berbagi ke orang lain yang tidak dikenal. Hal ini bertujuan agar anak menyadari bahwa masih banyak yang mengalami kekurangan. Hal yang sama juga berlaku untuk tetangga dan warga sekitar dimana anak tinggal.

  • Teman dan sekolah

Sekolah menjadi tempat pembelajaran yang tepat untuk mengerti tentang berbagi. Orang tua dan guru mempersiapkan kurikulum belajar berbagi yang telah terintegrasi ke mata pelajaran. Anak lebih mudah menyerap sesuatu dengan contoh di dunia nyata. Oleh karena itu, guru dapat memulai dari contoh sederhana yaitu berbagi ke sesama teman. 

  • Berbagi di momen khusus

Orang tua sering mengajak liburan anak dan berkunjung ke tempat wisata. Tujuannya adalah untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu liburan. Selama perjalanan, anak bisa belajar untuk berbagi ke sesama terutama ke orang-orang yang ditemui selama perjalanan.

  • Kesadaran anak untuk berbagi

Liburan anak menjadi periode yang tepat untuk belajar karena anak menjadi sadar bahwa liburan bukan sekadar bersenang-senang tanpa tujuan. Sembari liburan, mereka bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang yang membutuhkan. Inilah hasil akhir dari melatih rasa empati yaitu kesadaran bahwa berbagi itu baik.

Bila Anda terbiasa meminta anak untuk berbagi, lama-lama hal ini akan tumbuh rasa untuk berbagi karena sudah menjadi kesadaran. Mereka tidak hanya memberikan sesuatu karena imbalan tapi karena rasa empati yang anda latih sejak kecil. Melatih berbagi bisa dilakukan kapan saja dari hal paling kecil dan dimulai dari lingkungan sekitar.

Mengenal Ciri Pertumbuhan Fisik Anak Usia Dini

0
pertumbuhan gigi anak

Anda pasti sudah sangat familiar bahwa anak mengalami pertumbuhan fisik yang pesat di periode awal. Tanpa disadari, anak sudah berlari dan semakin lincah. Meski demikian, sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui ciri ciri pertumbuhan fisik anak usia dini. Perkembangan anak dari usia 1 hingga 3 tahun akan terasa jauh sekali perbedaannya. Dalam hal ini anda juga harus membesarkannya dengan cara yang berbeda, terutama perkembangan fisiknya dan asupan nutrisinya. Nah, setelah lewat 6 tahun, orang tua fokus ke perkembangan sosial dan pendidikan.

Anak Usia 1-2 Tahun

Usia 1 hingga 2 tahun adalah periode emas dimana orang tua perlu menceritakan semuanya. Ciri ciri pertumbuhan fisik anak usia dini pada periode tersebut diawali dengan kemampuan anak merangkak hingga berjalan. Mereka lebih reaktif dan sensitif terhadap kondisi lingkungannya. Anak mulai mampu menirukan kata-kata sederhana. Di fase ini, pertumbuhan gigi anak mulai tampak bahkan hampir penuh.

Anak Usia 2-4 Tahun

Fase selanjutnya adalah 2-4 tahun sebagai periode dimana pertumbuhan fisik sangat cepat dan lebih konsisten. Anak bisa berjalan dan berlari seiring dengan perkembangan saraf motorik dan otak lebih sempurna. Selain itu, anak juga mulai mengenal kata-kata sederhana hingga berlatih mengucapkan sesuatu dengan kalimat. Di fase ini, gigi dan saluran pencernaan sudah sempurna sehingga anak bebas memakan apapun.

Usia 4-6 Tahun

Di Usia ini, pertumbuhan gigi anak umumnya sudah lengkap. Mereka lebih aktif bahkan mulai bisa belajar hal-hal kompleks. Orang tua wajib memperhatikan perkembangan fisik selanjutnya yaitu organ dan indera yang berkaitan dengan aktivitas fisik seperti mata, hidung, kaki, telinga, dan kepala. Di fase ini, ciri ciri pertumbuhan fisik anak usia dini sebenarnya sudah selesai dan anak akan memasuki fase pertumbuhan normal hingga dewasa.

Lebih Dari 6 Tahun

Anak usia 6 tahun mulai memasuki babak baru dimana mereka mulai berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan sosial. Pertumbuhan fisik sudah dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan. Fase ini menjadi krusial karena pertumbuhan gigi anak sudah beralih ke gigi dewasa. Anak akan mengalami pergantian gigi sehingga membutuhkan pendampingan orang tua.

Setiap fase memiliki ciri tersendiri terutama antara 1 hingga 3 tahun. Anda bisa melihat dengan jelas perbedaannya dalam waktu singkat. Setelah usia 4 tahun, orang tua mulai memberikan pembelajaran tidak hanya dari segi fisik tetapi sosial karena kemampuan fisik sudah lengkap dan sempurna.