Monday, August 3, 2020
Home Blog

Terapkan 5 Hal Ini untuk Mendidik Anak yang Baik

0
cara mendidik anak yang baik

Sebagai orang tua, tentunya ibu ingin si Kecil tumbuh menjadi anak yang baik, menurut, dan memiliki tutur kata yang sopan. Ada banyak cara mendidik anak yang bisa ibu pelajari baik itu secara otodidak ataupun melalui seminar parenting. Apapun pilihan ibu, cara mendidik anak yang baik, dapat membuat si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang penuh empat, jujur, mandiri, dan bahagia. Pakar parenting Laurence Steinberg, PhD dalam bukunya yang berjudul The Ten Basic Principles of Good Parenting menjelaskan dasar cara mendidik anak yang baik. 

1. Mencontohkan hal baik

cara mendidik anak yang baik

Ada dua cara menerapkan prinsip ini, pertama ibu jangan melakukan hal yang tidak ingin dilakukan oleh anak. Kedua, membuat aturan dan larangan yang berlaku bagi anak maupun orang tua. Misalnya saja, ibu melarang anak nonton TV sambil makan, maka orang tua juga harus mematuhi peraturan ini. 

2. Tak ada istilah terlalu sayang

Menurut Steinberg, cara mendidik anak yang baik bisa dilakukan dengan memberikan kasih sayang yang lebih pada mereka. Baginya tidak ada kata-kata terlalu sayang di dunia parenting anak. Namun ibu perlu ingat jika cara menyayangi anak bukan hanya semata-mata memberikan benda-benda yang diidamkan anak maupun mengabulkan semua permohonannya tapi juga bersikap tegas. 

3. Tetapkan disiplin aturan

Saat anak-anak tidak diberi batasan sejak dini maka ketika tumbuh dewasa mereka akan susah menuruti aturan. Tak hanya itu, anak juga cenderung sulit mengatur dirinya sendiri saat nanti kedua orang tua tak lagi aktif mendampingi. Aturan yang ibu tetapkan di sini akan menjadi acuan anak ketika nantinya terjun ke masyarakat. 

4. Adaptasi

Setiap anak berbeda-beda, baik itu saat mereka bayi atau sudah mulai tumbuh menjadi balita dan anak-anak. Untuk itulah ibu harus menerapkan cara mendidik anak yang berbeda pula dan bisa beradaptasi sesuai dengan usia dan perkembangan emosional mereka. 

5. Konsisten

Saat anak melihat peraturan yang diterapkan orang tua tidak konsisten, berbeda setiap harinya, maka ia akan jadi bingung dan lama-kelamaan akan berbuat sesuka hati. Oleh karena itu, ibu perlu konsisten dalam membuat aturan. Mana aturan yang boleh dinegosiasikan dan mana aturan yang harus konsisten diterapkan. 

Berikut Rekomendasi Susu Formula Untuk Anak 1 Tahun

0

ASI adalah asupan makanan terbaik baik bagi bayi. Tak heran jika ibu disarankan untuk memberi ASI eksklusif setidaknya sampai usia anak 6 bulan. Bahkan tak jarang ada ibu yang memberikan ASI eksklusif hingga anak usia 2 tahun  Namun tidak semua ibu ASI-nya lancar, sehingga membutuhkan bantuan susu formula untuk memenuhi asupan nutrisi dan gizi anak.

Nah, jika ibu bingung memilih susu formula untuk anak 1 tahun, bisa mencoba beberapa rekomendasi berikut!

1. S-26 Procal Gold 

berat badan ideal anak

S-26 Procal Gold ini memiliki komposisi yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Tak hanya itu, S-26 Procal Gold juga memiliki kandungan AA, DHA, Asam Linolenat (Omega 3), Asam Linoleat (Omega 6), 5 Nukleotida, Probiotik, Vitamin, Kolin dan Zat Besi yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Lebih dari itu, susu formula ini juga hadir dengan New Improved Formula MULTIEXCEL yang dapat membantu meningkatkan kemampuan belajar anak.

2. Nutrilon Royal Pronutra 

Nutrilon Royal Pronutra adalah susu anak 1-3 tahun yang khusus untuk pertumbuhan anak. Nutrilon Royal Pronutra memiliki kombinasi patented Prebiotic khusus FOS:GOS ,asam Linoleat omega 3, vitamin dan kalsium yang dapat membantu pertumbuhan daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir anak.

3. Dancow Advanced Excelnutri 1+ 

Untuk ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun dan ingin berat badan ideal anak. Ibu bisa mencoba untuk memberikan Dancow Advanced Excelnutri 1+ yang memiliki kandungan lebih dari 3X Lactobacillus rhamnosus. Susu formula ini bisa memberikan perlindungan untuk saluran pernapasan anak, daya tahan tubuh, dan memperbaiki saluran cerna. Kandungan protein dalam susu ini baik untuk perkembangan si Kecil, Tak hanya itu, kalsium dalam Dancow Advanced Excelnutri 1+ dapat membangun dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi anak. 

4. Bebelac 

Susu Bebelac yang bisa ibu pilih adalah susu Bebelac 3 yang baik untuk anak usia 1-3 tahun. Bebelac 3 mengandung prebiotik FOS-GOS, minyak ikan, 12 vitamin dan 9 mineral yang sangat baik untuk menunjang pertumbuhan optimal anak. 

Itulah beberapa rekomendasi susu formula anak 1 tahun yang bisa ibu dijadikan pedoman saat belanja bulanan nanti.

Kenali 7 Jenis Kecerdasan Anak Berikut!

0
kreativitas anak

Setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing. Thomas Armstrong, seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat mengungkapkan jika ada 8 jenis kecerdasan pada anak berdasarkan teori Multiple Intelligences. Delapan jenis kecerdasan anak ini bisa dimiliki oleh satu anak sekaligus, namun ada juga anak yang menonjol hanya dengan beberapa jenis kecerdasan.

Sehingga penting bagi orang tua untuk mengenali delapan jenis kecerdasan anak ini supaya bisa membantu mengembangkan kreativitas anak nantinya. Berikut 8 tipe kecerdasan anak yang harus ibu pahami.

Ini adalah jenis kecerdasan anak yang erat kaitannya dengan kemampuan bahasa anak baik itu dalam bentuk tulisan maupun saat berbicara. Ibu bisa mendeteksi jenis kecerdasan ini melalui cara anak membaca, apakah ia bisa cepat mengeja kata dengan baik, suka menulis, suka bicara, hingga mendengarkan cerita. 

1. Kecerdasan matematis (number smart)

kreativitas anak

Seperti namanya, ini adalah kecerdasan yang berkaitan dengan angka. Anak dengan kecerdasan matematis memiliki minat yang dalam pada angka, matematika, hal-hal yang berbau sains, maupun yang berhubungan dengan logika.

2. Kecerdasan interpersonal (self smart)

Kecerdasan anak jenis ini bisa ditunjukkan dari kecenderungan mereka yang suka main sendiri, dan memiliki emosi yang baik. Mereka memiliki ambisi dan sudah memahami ketika dewasa nanti ingin menjadi apa, rasa percaya diri mereka tinggi, dan mampu mengkomunikasikan perasaannya dengan baik.

3. Kecerdasan musikal (music smart)

Kecerdasan musikal adalah salah satu tipe kecerdasan yang paling mudah diamati oleh orang tua. Anak-anak dengan kecerdasan musikal suka sekali bernyanyi, menari, mendengarkan suara musik, mengingat lagu, suka dengan alat musik seperti drum, punya kebiasaan bermain memukul sesuatu layaknya mereka sedang bermain alat musik. 

4. Kecerdasan spasial (picture smart)

Kecerdasan anak spasial ditandai dengan ketertarikan untuk menggambar, bermain warna, mencoret-coret kertas, berimajinasi, hingga suka bermain dengan balok untuk membangun sesuatu. 

5. Kecerdasan kinetik (body smart)

Anak dengan kecerdasan ini sangat suka olahraga dan aktivitas fisik seperti menari, menyentuh berbagai benda dan mempelajarinya, atau membuat sesuatu dengan tangannya.

6. Kecerdasan naturalis (nature smart)

Anak dengan kecerdasan naturalis suka dengan alam. Mereka gemar bermain outdoor, suka dengan hewan, mereka suka dengan tumbuhan, dan peduli dengan kondisi alam. 

7. Kecerdasan personal (people smart)

Beda dengan self smart, people smart lebih suka suka bermain dengan banyak orang. Mereka memiliki empati dan mampu memahami perasaan orang lain dan cenderung menonjol. 

Ingin Anak Cerdas? Penuhi Kebutuhan Nutrisi Otak dari 7 Makanan Berikut!

0
nutrisi otak
nutrisi otak

Otak adalah organ tubuh yang sangat penting bagi anak. Otak yang dapat berfungsi dengan baik bisa menjadi penentu bagaimana perkembangan seorang anak. Oleh karena itu, anak membutuhkan nutrisi otak yang baik. Untuk memenuhi asupan nutrisi otak pada anak, ibu bisa memberikan beberapa jenis makanan berikut ini.

1. Telur

Telur memiliki kandungan kolin yang sangat bermanfaat untuk membantu perkembangan daya ingat anak. Telur juga salah satu makanan yang kaya akan protein sehingga dapat membantu meningkatkan konsentrasi anak. 

2. Oatmeal

Oatmeal adalah salah satu karbohidrat yang baik sebagai menu sarapan. Oatmeal mengandung serat, zinc, kalium, vitamin B, dan vitamin E yang bagus sebagai nutrisi otak. Menjadikan oatmeal sebagai salah satu menu sarapan, bukan hanya akan membuat si Kecil jadi kenyang tetapi juga mampu berkonsentrasi dengan baik. 

3. Salmon

Ibu pasti sudah tahu jika salmon adalah salah satu ikan yang bernutrisi tinggi. Salmon mengandung asam lemak omega-3 yang sangat bagus untuk mendukung perkembangan kognitif anak dan meningkatkan daya ingatnya. 

4. Minyak ikan

Minyak ikan untuk anak memang sangat bagus, bisa meningkatkan fungsi otak, khususnya perkembangan otak, pembelajaran, serta memori. Bahkan minyak ikan juga bisa membantu meningkatkan kemampuan verbal, kontrol impuls, kemampuan membuat perencanaan, dan atensi pada anak

5. Susu dan yogurt

Susu dan yogurt memiliki kandungan vitamin B, vitamin D, dan protein yang penting untuk perkembangan jaringan otak. Vitamin D pada susu dan yogurt dapat mendukung pertumbuhan anak, sehingga ibu bisa memasukan menu susu dan yogurt dalam makanan harian si Kecil. 

6. Kacang Merah

Kacang merah diketahui sebagai bahan makanan yang dapat membantu mendukung perkembangan otak anak. Kacang merah mengandung omega-3 yang memiliki fungsi serupa dengan ikan salmon. Dengan konsumsi kacang merah pagi hari dapat membantu meningkatkan konsentrasi si kecil sepanjang hari.

7. Sayur kubis dan bayam

Siapa sangka jika sayur kubis dan bayam bisa jadi nutrisi otak yang baik. Kedua sayuran ini mengandung antioksidan yang baik untuk perkembangan sel otak anak. Bayam atau kubis juga memiliki kandungan asam folat yang bisa memperkuat daya ingat anak. 

7 Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Berdasarkan Usia

0
perkembangan bahasa anak usia dini
perkembangan bahasa anak usia dini

Selai pertumbuhan fisik, perkembangan bahasa anak usia dini adalah salah satu hal yang sangat menarik untuk diikuti oleh ibu. Perkembangan bahasa anak akan mengikuti usia dan waktu. Semakin usia anak bertambah, semakin baik pula perkembangan bahasa mereka. Perkembangan bahasa anak usia dini bisa ditelusuri berdasarkan usianya, seperti penjelasan berikut ini.

Bayi yang baru lahir

Ketika anak baru saja lahir, ia belum mengenal bahasa dan tidak bisa mengucapkan apapun. Akan tetapi mereka sudah mulai mengenal ritme, nada, dan kecepatan suara dari orang yang ada di sekitarnya. 

Usia anak 3 hingga 12 bulan

Di usia ini, ibu sudah bisa mulai mendengarkan suara anak yang tertawa, mengoceh atau babbling yang dilontarkan oleh anak. Di masa inilah ibu akan merasa anak sangat lucu karena mereka tengah berusaha belajar berkomunikasi melalui gerakan tangan untuk memperjelas ucapannya. Memasuki usia 12 bulan, mereka akan mulai belajar mengucapkan kata-kata pertamanya. Seringnya kata-kata tersebut adalah “mama” atau “ibu”, tergantung panggilan orang tua masing-masing. 

Usia 12 hingga 18 bulan

Pada usia ini, anak akan sering mengucapkan kata dengan makna tertentu, seperti kata “dada” yang memiliki rujukan “ayah atau papa”. Seiring berjalannya waktu, bayi akan bisa menambah kosa katanya sendiri mengikuti pembicaraan yang diucapkan oleh orang-orang disekitarnya.  

Usia 18 bulan hingga 2 tahun

perkembangan bahasa anak usia dini

Perkembangan bahasa anak makin meningkat dengan bertambahnya kosakata yang dipelajari anak. Mereka mulai bisa menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat kecil. Ibu mulai bisa mengerti apa yang diucapkan si Kecil, begitu juga dengan sebaliknya. 

Usia 2 hingga 3 tahun

Di usia ini, perkembangan bahasa anak di usia ini ditandai dengan makin panjang dan kompleksnya bahasa yang diucapkan. Mereka mulai suka berbicara sambil bermain. Ditambah mereka mulai bicara dengan benar dengan orang yang ditemuinya.

Usia 3 hingga 5 tahun

Ibu akan menemui anak suka menanyakan hal-hal yang lebih komplek dan abstrak, misalnya saja pohon jeruk apakah akan tumbuh dalam tubuhnya jika mereka menelan bijinya. Anak juga sudah mulai memahami aturan pembuatan bahasa dasar dan mencoba merangkai kalimat yang lebih sulit. 

Usia 5 hingga 8 tahun

Menjelang masuk sekolah, anak jadi lebih pandai bercerita dan bisa membuat berbagai kalimat. Di usia 7-8 tahun, mereka juga sudah fasih bicara layaknya orang dewasa. 

Cara Menstimulasi Umur Berapa Anak Bisa Bicara

0
agar anak bisa bicara

Mendengar bayi bisa bicara adalah fase kritis bagi orang tua. Rasanya deg-degan sekaligus bahagia sekali jika si Kecil sudah mulai bisa bicara. Tapi, tahukah ibu, umur berapa anak bisa bicara? Tentunya setiap anak punya waktu yang berbeda-beda kapan mereka mulai bisa bicara, tapi penjelasan di bawah ini bisa jadi acuan ibu untuk mendeteksi apakah nantinya si kecil terlambat berbicara atau tidak. 

Umur berapa anak bisa bicara?

Memang nggak salah kalau dua tahun pertama pertumbuhan bayi dianggap sebagai masa-masa emas, karena di masa ini anak mulai belajar bicara. Ternyata jauh sebelum anak bicara, mereka sudah lebih dulu menyerap informasi dan belajar menyerap bahasa serta bagaimana orang dewasa berkomunikasi.

Kemampuan bagaimana bayi berbicara tergantung dari kondisi lingkungan sekitarnya. Hal pertama yang bisa ibu amati adalah bagaimana kemampuan vokalnya. Di usia 2 hingga 3 bulan, bayi mulai gunakan lidah, bibir, dan gigi, dan langit-langit mulutnya untuk mengolah suara. Di usia 4 bulan, bayi juga akan mengoceh sampai dia berhasil mengucapkan sebuah kata yang mungkin belum jelas. 

Tahukah ibu, jika mengoceh adalah tonggak penting dalam perkembangan bayi berbicara karena ini adalah cara mereka untuk memulai komunikasi yang sesungguhnya. Di fase ini, anak mulai mengekspresikan diri melalui suara, merespon, dan membentuk interaksi sosial. 

Tahapan selanjutnya adalah bayi mulai membentuk kata-kata yang didengarnya dari lingkungan sekitar. Saat memasuki usia 18 bulan, mereka mulai bisa mengucapkan dua hingga empat kata. Perkembangan ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia mereka.

Cara Anak Agar Cepat Bicara

agar anak bisa bicara

Ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk menstimulasi agar anak bisa bicara. Beberapa langkah di bawah ini bisa dicoba.

Sering ajak bicara, dengan rutin mengajak anak bicara maka dapat menstimulasi kemampuan verbal mereka. Mulailah dengan melakukan percakapan sederhana seperti menceritakan keseharian ibu. Nanti seiring berjalannya waktu, mereka akan meniru apa yang sering ibu ucapkan. 

Cara kedua adalah dengan membacakan dongeng,  ibu bisa meluangkan waktu khusus setiap hari untuk membacakan dongeng pada anak. Meski belum paham, anak merasa senang mendengar suara ibu, dan seiring bertumbuhnya usia ia akan menjadi lebih paham. 

7 Manfaat Bermain Lempar Bola Untuk Anak yang Jarang Ibu Tahu

0
lempar bola
lempar bola

Bola adalah salah satu mainan yang digemari banyak anak-anak, baik itu anak perempuan maupun anak laki-laki. Pasti di rumah si Kecil punya setidaknya 1 buah bola bukan? Permainan sederhana yang bisa dilakukan dengan bola di rumah adalah lempar bola. Ibu bisa melakukan permainan ini di dalam kamar atau taman bersama si kecil untuk membuatnya tetap aktif dan tidak mudah bosan. 

Meski sederhana, ternyata permainan lempar bola punya banyak manfaat lho untuk anak. Apa saja sih manfaat yang didapat dengan permainan lempar bola ini? Simak ulasannya berikut!

1. Meningkatkan konsentrasi

Cara bermainnya adalah dengan meminta anak untuk melempar bola karet tepat mengenai titik tengah papan target yang sudah ibu susun. Dengan begitu anak akan melihat dengan seksama titik mana yang harus dibidik dalam kurun waktu tertentu. Momen inilah yang membuat anak belajar berkonsentrasi. 

2. Menguatkan otot-otot tubuh

Bermain lempar bola dapat meningkatkan otot-otot tubuh, terutama otot tangan dan kaki. Jika ingin melempar dengan benar, maka anak harus memegang dan melambungkan bola dengan kekuatan tangan tertentu. Ini juga dapat membantu meningkatkan kekuatan motorik anak. 

3. Melatih koordinasi

Bermain bola juga dapat membantu melatih koordinasi antara mata, tangan, dan kaki. Misalnya melihat titik atau wadah tempat bola berakhir sambil melempar, secara otomatis telah melatih koordinasi antara mata, tangan dan kaki..

4. Melatih bersosialisasi

Permainan lempar bola tidak bisa dilakukan sendirian, minimal 2 orang. Oleh karena itu, sambil bermain lempar bola, anak bisa belajar bersosialisasi dengan temannya. 

5. Membangun rasa percaya diri

Dengan bermain bola dapat membuat anak jadi lebih percaya diri, apalagi kalau mereka dapat melakukannya dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari orang tua.

6. Melatih anak melakukan perhitungan yang tepat

Permainan bola dapat melatih anak untuk bisa memperhitungkan sesuatu dengan tepat. Misalnya saja saat dia harus membuat perkiraan tentang sejauh mana ia bisa melempar dan berapa banyak kekuatan yang harus dikumpulkan agar sesuai dengan sasaran. 

7. Membuat anak jadi aktif dan sehat

Melempar bola adalah kegiatan sederhana, tapi bisa dilakukan dengan berbagai macam modifikasi agar anak tidak bosan dan tetap aktif. Umumnya juga bermain lempar bola dilakukan di outdoor, sehingga anak lebih banyak dan bebas bergerak. Ini membuat fisik mereka jadi lebih sehat. 

4 Ciri Anak Tidak Bisa Bicara yang Harus Dideteksi Orang Tua Sejak Dini

0
ciri anak tidak bisa bicara
ciri anak tidak bisa bicara

Punya anak yang aktif dan cerewet tentu saja jadi dambaan semua orang tua. Biasanya anak mula terlihat mengoceh saat mereka berusia 2 tahun, saat mereka sudah mulai memahami struktur kata dan bahasa. Kemampuan bicaranya juga makin jelas dan halus. Tapi, jika anak sudah berusia 2 tahun tapi tak juga kunjung mengoceh? Apakah ini ciri anak tidak bisa bicara? Simak yuk, ulasannya di bawah ini!

1. Anak jarang mengeluarkan suara

Sejak memasuki usia 9 bulan, anak-anak sudah bisa mengeluarkan beberapa kata seperti “mama, “papa” untuk memanggil orang tuanya. Saat usia 12 bulan, mereka biasanya dapat mengidentifikasi objek dan benda yang ada di sekitarnya. Dua hal ini umumnya menjadi pemancing bagi anak untuk mulai mengekspresikan dirinya lewat pertanyaan atau permintaan. Jika anak masih jarang bersuara di usia 12 bulan, mungkin ibu kurang memberikan stimulasi bagi mereka untuk berbicara. 

2. Kosa kata konsonan yang dimiliki sangat sedikit

Di usia 1 tahun, anak sudah biasa mengoceh dan bisa menggunakan banyak huruf konsonan saat bicara. Umumnya, saat mengoceh dimulai dengan cara meniru suara yang didengar ditambah dengan satu atau dua kata lainnya. 


Ciri anak tidak bicara selanjutnya adalah konsonan yang dimiliki sedikit, mereka juga kesulitan mengenal kata sederhana seperti “tidak” atau “dadah”. Mereka tidak mengetahui arti kata yang orang tua ucapkan dan sering bingung saat ada orang bicara kepadanya. 

3. Tidak mengerti gestur dan gerak tangan dari ibu

Meski anak belum bisa bicara, mereka masih memahami gestur atau gerakan tangan saat ibu bicara. Misalnya saja ibu tengah mengacungkan jari telunjuk, yang umumnya mengartikan bahwa sedang menunjuk suatu benda. Jika anak sudah memasuki usia 2 tahun tetapi belum mengerti tentang makna gerakan tangan seperti ini, maka bisa jadi perkembangan kognitif anak dan linguistik anak terganggu. 

4. Anak tidak bisa mengulang apa yang ibu ucapkan

Ketidakmampuan anak dalam menirukan kata atau percakapan yang ibu ucapkan bisa jadi tanda anak tidak bisa bicara. Ibu perlu waspada jika si Kecil tidak bisa mengulang kata-kata dan nada suara yang ibu ucapkan. Hal ini bisa jadi karena indera pendengarannya bermasalah. Atau anak memang belum mengerti dan tidak terlatih mengucapkan kata-kata dari mulutnya. 

5 Resep Makanan Sehat Untuk Anak yang Praktis dan Mudah

0
resep makanan sehat untuk anak
resep makanan sehat untuk anak

Biasanya, anak lebih memilih makanan manis sebagai camilan mereka. Contohnya saja permen, coklat, cookies, dan lain sebagainya. Memang nggak ada salahnya mencamil makanan manis tapi yang dikhawatirkan adalah makanan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan gigi anak. Oleh karena itu, sebagai orang tua, ibu perlu menyiapkan resep makanan sehat untuk anak sebagai alternatif pengganti makanan manis tersebut. Kalau ibu kehabisan ide makanan sehat untuk anak, berikut beberapa rekomendasinya. 

1. Yogurt

Yogurt adalah salah satu camilan sehat yang baik dikonsumsi anak maupun dewasa. Yogurt kaya akan kalsium dan protein yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang si Kecil. Selain itu, yogurt juga kaya akan bakteri baik yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Untuk menghindari produk yogurt yang banyak kandungan gula, ibu bisa pilih yogurt plain. Resep makanan sehat untuk anak yang bisa ibu buat dengan mencampurkan yogurt, buah, dan madu agar tetap manis dan segar. 

resep makanan sehat untuk anak

2. Seledri yang diolesi selai kacang dan kismis

Resep makanan sehat untuk anak yang kedua, ibu bisa membuat “semut di atas kayu”. Caranya potong seledri menjadi tiga atau empat potong, kemudian olesi dengan selai kacang, dan taburi dengan kismis di atasnya. Makanan sehat untuk anak ini memiliki kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang baik. 

3. Buah pir dengan irisan keju

Buah pir adalah salah satu buah yang disukai anak-anak karena punya rasa manis dan segar. Buah ini kaya akan serat dan juga senyawa tanaman yang memiliki banyak manfaat. Ibu bisa membuat makanan sehat untuk anak dari buah pir dengan menambahkan keju pada potongan pir. Kandungan kalsium dan protein dalam keju dapat memberikan gizi tersendiri untuk kesehatan tulang anak. 

4. Popcorn

Resep makanan sehat untuk anak ini sangat mudah dibuat. Yang ibu butuhkan hanya jagung popcorn, mentega, dan taburan keju. Letakkan jagung popcorn pada panci teflon berpenutup. Kemudian tutup panci teflon, masak popcorn hingga matang taburi dengan mentega dan keju. 

5. Coklat fondue

Membuat coklat fondue ini cukup mudah kok, ibu hanya perlu menyiapkan coklat batangan. Pilih coklat batangan yang berkualitas baik, dan beberapa buah seperti strawberry, melon, atau pisang. Lelehkan di atas kompor. Setelah coklat leleh, celupkan buah tersebut dalam coklat sebelum dimakan. Makanan sehat untuk anak ini pasti jadi favorit!

3 Rahasia Cara Mengajari Anak Menulis

0
Growth & Developmen
Growth & Developmen

Berdasarkan penelitian, menulis dapat mengasah perkembangan otak anak. Namun, kemampuan anak dalam hal menulis tidak dapat datang hanya dalam waktu semalam. Cara mengajari anak menulis ini juga dipengaruhi oleh dampingan orang tua. Oleh karena itu, ibu jangan ragu untuk mengajari anak menulis dan cara belajar membaca sejak dini. 

Menurut seorang psikolog anak dan juga keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. Sejatinya proses calistung sudah bisa diajarkan pada anak sejak usia 5 hingga 6 tahun. So, jika ibu ingin anak mulai belajar menulis di usia ini, bisa mencoba beberapa cara berikut.

1. Ajarkan anak bagaimana cara menggenggam pensil

cara mengajari anak menulis

Hal pertama yang harus ibu ajarkan adalah bagaimana untuk menggenggam pensil dengan cara yang benar. Ibu bisa memberikan pensil yang pendek dan mudah digenggam oleh si Kecil. Kemudian cek juga bagaimana posisi tangannya. 

Usahakan ibu jari dan telunjuk anak tidak saling menumpuk dan sudah bisa membentuk “o”, dimana posisi pensil bisa bersandar di jari ketiga atau keempat anak sehingga mereka jadi lebih mudah dan nyaman untuk menulis. Untuk menghindari rasa bosan, ibu juga bisa memberikan crayon sebagai ganti pensil. Anak pasti suka dengan crayon yang lebih berwarna.

2. Buat suasana belajar menulis jadi lebih menyenangkan

Supaya anak tidak cepat bosan. Ibu bisa gunakan cara yang menyenangkan, misalnya dengan memanfaatkan kerta warna-warni. Ajak mereka untuk menulis di kerta warna-warni yang sudah ibu siapkan. Jangan paksa mereka menulis apa yang ibu perintahkan, tetapi biarkan mereka berkreasi dengan keinginan dan imajinasi mereka lebih dulu. 

Selain itu, ibu juga bisa menghadirkan suasana yang menyenangkan. Misalnya saja dengan menulis di taman, atau di halaman rumah sambil piknik atau melihat awan. Atau ajak anak ke taman yang memiliki pasir kemudian memanfaatkan media batu untuk menulis di atas pasir. 

3. Mengajarkan cara menulis dengan berbagai teknik

Ibu juga bisa mengajarkan cara menulis yang bervariatif, pertama dengan cara menulis sesuai garis kertas. Ibu harus membantu anak untuk memulai menulis huruf besar atau kecil sesuai garis kertas, kemudian jika ada huruf yang miring atau tidak rata, minta si Kecil untuk menghapus dan mengulanginya lagi. 

Kedua dengan cara menebalkan garis putus-putus> yang perlu ibu lakukan adalah menyedikan gambar huruf dengan garis putus-putus, kemudian ajak si Kecil untuk menghubungkan tiap garisnya pada kertas. Beri pujian jika anak berhasil melakukan tugas ini dengan baik.