Tahap perkembangan anak sangat penting bagi orang tua. Setiap tahapan, ada saja hal baru yang dilakukan oleh si kecil. Meskipun kecil, hal tersebut dapat membuat orang tua takjub. Sebenarnya, hal terkait perkembangan anak usia dini tidak hanya fisik saja. Ada aspek-aspek perkembangan anak usia dini yang saling berhubungan satu sama lain. Penasaran? Berikut aspek perkembangan anak menurut para ahli.

perkembangan anak usia dini

1. Aspek Perkembangan Kognitif

Menurut teori Piaget, aspek perkembangan kognitif memiliki beberapa tahapan. Pertama tahap sensorimotor (0-2 tahun), dimana si kecil bisa melakukan gerak refleks. Kedua, ada tahap pra-operasional (2-7 tahun). Tahap ini, anak memiliki kemampuan menerima rangsangan meski terbatas dan bisa menerima pemikiran statis. Tahap ketiga, yaitu konkret operasional (7-11), dimana anak bisa menyelesaikan tugas seperti menyusun sesuatu. Terakhir, tahap formal operasional(11-15 tahun), dimana anak mampu berpikir tingkat tinggi serta berpikir abstrak. 

2. Aspek Perkembangan Fisik

Aspek pertumbuhan anak satu ini tidak hanya fokus dengan tinggi dan berat. Namun, ada juga kemampuan motorik. Menurut Hurlock tahun 1998, aspek perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot terkoordinasi. Keterampilan motorik ini terdiri dari motorik halus dan kasar. Di usia 4-5 tahun, si kecil banyak mengalami perkembangan motorik kasar seperti melompat dan berlari. Sedangkan motorik halus lebih banyak berkembang di usia 5 tahun ke atas. Contohnya, memegang spidol dan mewarnai.

3. Aspek Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahasa anak bisa dilihat di usia sejak masih bayi. Menurut Hart & Risley di usia dua tahun anak bisa memproduksi 338 ucapan setiap jam dengan cakupan luas antara 42 hingga 672. Kosa kata yang dimiliki anak juga makin banyak ketika mereka bisa membaca dan menulis. Hal tersebut pula yang membuat kemampuan berbahasa anak tumbuh lebih cepat selama masa sekolah.

4. Aspek Perkembangan Sosial-Emosional

Menurut Erik Erikson (1950) perkembangan sosial anak terdiri dari 4 tahap yaitu Basic Trust vs Mistrust (percaya vs curiga) di usia 0-2 tahun, Autonomy vs Shame & Doubt (mandiri vs ragu) di usia 2-3 tahun, Initiative vs Guilt (berinisiatif vs bersalah) saat usia 4-5 tahun dan Industry vs Inferiority (percaya diri vs rasa rendah diri) di usia 6 tahun – pubertas. Hal terkait perkembangan anak usia dini dalam aspek ini adalah pengenalan diri dan orang di sekitar. Mereka bisa bersosialisasi dan bertanggung jawab untuk dirinya dan orang lain.