Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang ikut mempengaruhi tumbuh kembang si kecil. Secara garis besar olahraga anak sangat bermanfaat untuk perkembangan fisik terutama senam bagi anak-anak PAUD. Namun, manfaat yang didapat tidak hanya itu saja. Si kecil juga mudah untuk bersosialisasi dan bertanggung jawab kepada dirinya sendiri dan orang lain.

Jenis olah tubuh anak sangat beragam. Mulai dari yang mengasah kemampuan otak hingga mengandalkan fisik. Nah, apa saja macam-macam olahraga anak berdasarkan usianya? Berikut ulasannya.

Usia di bawah 5 tahun

Untuk membantu tumbuh kembang anak, gerak badan perlu ditanam kepada si kecil sedini mungkin. Jenisnya beragam, termasuk untuk usia di bawah 5 tahun. Beberapa yang bisa diajarkan kepada anak di usia tersebut yaitu berlari dan melompat. Anda juga bisa mengajarkan mereka senam anak-anak Paud yang kini banyak ditemukan lewat internet. 

Usia 6-9 tahun 

Di usia memasuki sekolah, anak sudah dikenalkan dengan latihan jasmani. jenisnya cenderung dengan petunjuk singkat, jelas, dan mudah dipahami oleh si kecil. Biasanya teknik dan gerakan disampaikan dengan pelan dan tepat. Hal tersebut tidak hanya dapat dipahami, tapi juga mudah diikuti serta dihafal. Beberapa macam olahraga anak yang sesuai dengan kemampuan motorik anak pada usia ini antara lain 

  • Lari
  • Bermain Bola
  • Renang
  • Bela diri
  • Gimnastik atau olahraga senam
  • jalan cepat

Usia 10-12 tahun

Menginjak usia 10 tahun, si kecil makin pandai dalam berolahraga. Kemampuan motoriknya sudah berkembang sehingga mudah untuk mengikuti arahan serta mengingat setiap gerakan, termasuk petunjuk olahraga anak yang rumit. Kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. Bahkan ada yang sudah berpikir strategi saat bermain.

Sementara beberapa olahraga untuk anak usia 10 – 12 tahun ini yaitu

  • Sepak bola
  • Bola basket
  • Bola voli
  • Bulu tangkis
  • Kasti

Permainan latihan jasmani ini tidak hanya mengasah kemampuan anak untuk berpikir serta mengambil keputusan. Mereka juga belajar bertanggung jawab terhadap dirinya dan juga orang lain. Adanya kontak dengan teman, juga membuat si kecil mulai belajar kedewasaan. Apalagi olahraga tersebut rentan kontak fisik yang mengakibatkan berbagai hal terjadi. Seperti tabrakan atau mencederai temannya.