Membesarkan dan merawat anak hiperaktif membutuhkan perhatian, kesabaran, dan waktu yang ekstra. Sebetulnya sangat wajar jika si kecil aktif dan memiliki energi yang seolah nggak ada habisnya. Namun, Moms harus tetap waspada bila keaktifan ini malah menjadikan si Kecil susah mengontrol aktivitas dan reaksinya terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar. Kondisi bisa jadi merupakan gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

anak hiperaktif

Anak dengan ADHD biasanya mengalami kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian (inatensi), susah diam (hiperaktif), dan impulsif. Anak inatensi perhatiannya mudah teralihkan, sering tidak memperhatikan, dan mudah lupa. Anak yang hiper suka kesulitan diam, terus-menerus bergerak, sering menyela percakapan atau kegiatan orang lain, tidak sabar, dan tidak punya rasa takut akan bahaya. Anak dengan ADHD lebih dominan hiperaktif-impulsif atau inatensi atau kombinasi keduanya. Lantas bagaimana metode parenting anak hiperaktif yang tepat?

1. Membangun keseharian yang terstruktur

Sebagai orang tua, sebaiknya Moms menciptakan keteraturan agar hidup anak menjadi lebih tenang dan terorganisir. Caranya tidak sulit kok, kamu hanya perlu menentukan kapan waktu makan, mandi, tidur, dan bermain. Selain itu, Moms juga sebaiknya memberikan instruksi yang spesifik dan terstruktur. Misalnya saja “Tolong bantu Ibu meletakkan mainan di kotak mainan, dan kembalikan buku ke rak buku”. Jika anak melakukan dengan benar jangan ragu untuk memberikan pujian. 

2. Tidur secara rutin

Anak hiperaktif biasanya memiliki kesulitan untuk tidur. Hal ini akan membuat gejala hiperaktif mereka malah makin parah. Untuk itu, Moms harus menciptakan kebiasaan tidur tepat waktu untuk membantu mengatasi masalah. Pastikan si Kecil tidur di waktu yang sama setiap hari, baik itu saat tidur siang maupun tidur malam. Usahakan juga mereka memiliki waktu bangun yang sama. Hindari juga main gadget atau nonton TV sebelum mereka tidur karena dapat mengganggu jam istirahatnya.  

3. Ajak anak beraktivitas dan olahraga

Salah satu cara untuk menyalurkan energi anak hiperaktif adalah dengan mengajak mereka untuk beraktivitas fisik. Moms bisa ajak mereka untuk olahraga di siang hari, bisa dengan lari, lompat, atau bermain olahraga permainan seperti bola. Kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas tidur anak di malam harinya.

Anak hiperaktif membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, terutama dari orang tua. Namun bila kamu kewalahan jangan ragu minta bantuan orang lain ya!