Pada usia dua tahun merupakan masa-masa yang menguras emosi khususnya bagi para ibu, karena di masa ini pertumbuhan dan perkembangan anak mulai terlihat pesat. Juga bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif juga harus menghentikannya sehingga membuat para ibu merasa emosional karena harus melepas memberikan nutrisi terbaik pada anak. Namun orang tua tetap harus tahu apa saja ciri-ciri perkembangan anak usia 2 tahun pada umumnya.

Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

Pada umumnya di usia 2 tahun ini, kebanyakan anak sudah mulai bisa berjalan dan berbicara. Mulai dari pertumbuhan fisik hingga perkembangan keterampilan motorik pada anak akan berkembang pesat pada masa emas ini. Rata-rata orangtua akan melihat tahapan perkembangan anak 2 tahun, maka dari itu mari simak ciri-ciri tahapan perkembangan anak usia 2 tahun pada umumnya.

  • Perkembangan fisik pada anak seperti kenaikan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan pertumbuhan 16 gigi pertama.
  • Perkembangan motorik anak yang mencakup anak bisa berjongkok, berlari, menarik, memanjat, melompat, mendorong, melempar, naik turun tangga dan masih banyak lagi.
  • Perkembangan kognitif dimana anak mulai bisa mengkategorikan benda, misalnya mana yang termasuk hewan, mainan, makanan, baju, peralatan dan lainnya. Mulai bisa mengingat nama tempat yang sering dikunjungi.
  • Anak masih mengeksplorasi objek menggunakan indranya namun sudah bisa membuat pengamatan. Membedakan hal yang boleh, tidak boleh, nanti, sekarang. Bisa menyimpulkan bahwa selimut itu halus dan jaring itu kasar.
  •  Mulai bisa menunjuk benda dengan tepat ketika orang tua menyebutkan namanya.
  • Indra perasanya mulai aktif memilih dan bisa mengelompokan mana makanan yang sesuai seleranya dan mana makanan atau minuman yang tidak disukainya.
  • Mulai menunjukan kemandirian dan suka meniru orang disekitarnya. Karena itu penting bagi orang tua untuk memastikan lingkungan di sekitar anak tidak akan membuatnya menirukan hal-hal yang buruk.
  • Adanya temper tantrum, yaitu dimana ketika emosi anak meledak-ledak hingga memukul, menendang, menjerit dan menangis. Ini terjadi karena anak belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan sehingga membuatnya frustasi.