Anak balita umumnya buang air kecil maupun besar langsung pada popok. Untuk itu, penting bagi orang tua memberi arahan bagaimana melakukan BAK maupun BAB di tempat yang tepat agar tidak menjadi kebiasaan buruk. Kegiatan edukasi anak ini dikenal dengan istilah toilet training. Menariknya lagi, toilet training ini juga bisa dijadikan sebagai indikator dalam menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Nah, bagi para ibu yang masih bingung cara melakukan toilet training anak, yuk simak ulasan berikut ini.

Usia yang Tepat untuk Toilet Training

Melakukan Toilet Training Anak

Toilet training merupakan edukasi dasar untuk setiap anak, akan tetapi dalam melakukannya tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Agar lebih efektif, usia anak juga perlu diperhatikan sebelum melakukan toilet training. Pada umumnya, anak-anak siap menerima toilet training pada usia 18 bulan. Meski begitu, beberapa anak mungkin membutuhkan usia yang lebih matang. Namun, kebanyakan anak sudah siap bisa menggunakan toilet dengan baik di usia 36 bulan.

Selain usia, Anda juga perlu melihat ciri-ciri lain yang menandakan kesiapan anak dalam melakukan toilet training. Adapun ciri-cirinya yang ditunjukkan anak yaitu:

  • Anak menunjukkan ekspresi ketika menahan buang air kecil maupun besar.
  • Popok masih kering ketika bangun tidur ataupun 2 jam setelah pemakaian.
  • Anak tidak buang air besar di popok ketika malam hari.
  • Waktu buang air besar setiap harinya tidak jauh berbeda.

Bagaimana Cara Melakukan Toilet Training?

Adapun cara melakukan toilet training anak yaitu:

  • Mengenalkan Anak Kepada Toilet

Langkah pertama yang perlu para ibu lakukan dalam toilet training yaitu mengenalkan toilet pada anak. Bentuk pengenalan disini berupa penjelasan terkait fungsi toilet. Selain itu, jelaskan juga pada buah hati jika untuk menggunakan toilet harus melepas popok maupun celana.

  • Memilih Pispot yang Tepat

Setelah mengenalkan anak tentang toilet, Anda juga harus memilih pispot yang tepat. Sebaiknya pakai pispot anak agar lebih mudah saat BAK maupun BAB.

  • Mengingatkan Buah Hati

Saat melakukan toilet training, daripada bertanya apakah si kecil ingin BAK atau BAB akan lebih baik diingatkan. Ingatkan anak Anda untuk selalu berbicara jika ingin buang air besar ataupun kecil.

  • Mengajak Anak Beraktivitas di Toilet

Agar anak lebih mudah memahami cara penggunaan toilet, maka tidak ada salahnya jika mengajaknya ketika Anda beraktivitas  di toilet. Hal tersebut bisa dilakukan ketika para ibu merasa nyaman.

Nah, demikian tadi tutorial cara menggunakan toilet training anak yang mudah dilakukan. Ingat, perhatikan kesiapan anak sebelum mengajarkan cara penggunaan toilet.