Pertumbuhan anak satu dengan lainnya berbeda. Selain lingkungan, stimulasi dari orang tua juga sangat penting. Untuk itu, Anda perlu banyak mengetahui cara merangsang pertumbuhan si kecil. Salah satu caranya adalah menanamkan hobi memasak bersama kepada si kecil. Manfaat hobi memasak ini sangat banyak. Beberapa di antaranya ada di bawah ini

hobi memasak

1. Meningkatkan keterampilan motorik halus

Hobi memasak bisa dikenalkan ketika anak sudah berusia diatas empat tahun. Di usia tersebut, keterampilan motorik halus lebih banyak berkembang. Untuk meningkatkan pertumbuhan keterampilan tersebut, Anda bisa mengajari si kecil cara mencampur bahan, menggulung adonan atau memotong kue. Ketika sudah lebih dewasa, biarkan mereka membantu menuangkan bahan, hingga membalikkan pancake. 

2. Meningkatkan ikatan batin ibu dan anak

Bermain bersama buah hati merupakan momen yang langkah bagi ibu pekerja. Hal tersebut pula, kegiatan yang intim perlu dilakukan ketika bertemu. Memasak bisa menjadi salah satu kegiatan tersebut. Hobi tersebut bisa meningkatkan ikatan batin satu sama lain. Ibu juga bisa lebih tahu hal-hal baru yang telah dikuasai oleh si kecil. 

3. Meningkatkan kemampuan berhitung si kecil

Si kecil kurang berminat untuk belajar di depan buku? Anda bisa membantu mereka lewat hobi memasak bersama. Hobi satu ini cukup banyak melibatkan hitung-hitungan. Anda bisa memanfaatkan peralatan masak seperti cangkir, sendok, piring hingga cetakan kue untuk menjadi bahan berhitung. Semakin dewasa, mereka juga belajar tentang pecahan, pembagian dan ilmu matematika lainnya. 

4. Meningkatkan keterampilan membaca

Sebelum memasuki masa sekolah, orang tua mulai cemas dengan perkembangan si kecil. Apalagi jika belum mengetahui angka dan huruf. Ditakutkan, si kecil akan mengalami keterlambatan dalam menerima pelajaran. Tak perlu khawatir dan bersikap tenang. Anda bisa meningkatkan hobi memasak sebagai sarana pembelajaran di rumah. Dengan memasak mereka bisa belajar cara membaca. Awalnya, mungkin sulit. Semakin dewasa, mereka bisa membaca dengan baik buku resep hingga kandungan di dalam sebuah makanan. Pastikan mengajarkan dengan lembut tanpa ada paksaan atau pemberian label negatif.