Seorang psikolog bernama Jean Piaget, mengembangkans ebuah terori perkembangan kognitif anak yang diterbitkan pada tahun 1952. Menurut Piaget, perkembangan anak kognitif anak merupakan sebuah proses genetik yang berdasar mekanisme biologis perkembangan sistem saraf. Semakin usia anak bertambah, maka susunan sel sarafnya semakin komplek dan kemampuan mereka pun ikut meningkat. Piaget sendiri membagi tahapan perkembangan kognitif anak dalam 4 tahap. 

1. Tahap Sensorimotor, Usia 0 – 24 Bulan

Tahapan kognitif anak yang pertama adalah tahap sensorimotor yang dialami oleh bayi baru lahir (0 bulan) hingga bayi usia 4 bulan atau 2 tahun. Tahap awal ini, anak-anak masih sangat terbatas kemampuannya. Tapi Moms nggak perlu khawatir karena setiap bayi terlahir di dunia dengan refleks dan rangsangan yang baik untuk mencari tahu bagaimana dunia mereka.  

Kemampuan kognitif yang yang biasanya dimiliki anak usia ini seperti suka memperhatikan sesuatu dalam waktu lama, memperhatikan objek sebagai hal tetap, dan melihat dirinya sebagai objek yang berbeda dari sekelilingnya. 

2. Tahap Pra-Operasional, Usia 2 – 7 Tahun

Tahapan ini terbagi menjadi 2 yaitu Pre-operasional (2 – 4 tahun) dan Intuitif (4 – 7 tahun). Ciri-ciri utama perkembangan kognitif anak di fase ini adalah mulai berkembangnya konsep intuitif dan penggunaan simbol. 

Di tahapan pre-operasional, anak sudah bisa mengembangkan konsepnya menggunakan bahasa sederhana, meski sering mengalami kesalahan dalam memahami suatu objek. 

Sedangkan pada fase Intuitif (4 – 7 tahun), pengetahuan yang diperoleh anak akan didasarkan pada kesan yang lebih abstrak. Ia dapat menyimpulkan tapi tidak mampu mengungkapkan dengan kata-kata. Di usia ini, anak-anak sudah mulai bisa mengungkapkan isi hatinya. 

3. Tahap Operasional Konkret, Usia 7-11 Tahun

Perkembangan kognitif anak di fase ini terbilang operasional konkret dengan beberapa ciri berikut: mampu mengelompokkan objek atau situasi tertentu, mengurutkan sesuatu, mulai bisa berpikir logis, dan memahami tentang konsep sebab akibat. Di tahap ini, anak juga bisa mulai belajar membaca dan matematika. 

4. Tahap Operasional Formal, Mulai Usia 11 Tahun

Masuk usia ini, perkembangan kognitif dan kecerdasan emosional anak lebih matang, mereka sudah bisa menguasai penalaran berpikir abstrak. Mereka sudah bisa membuat kesimpulan dari sebuah informasi yang didapat, bisa melihat tentang realitas yang abu-abu (karena kehidupan tidak selalu hitam dan putih). Dan tak kalah penting, bisa memahami konsep yang bersifat abstrak seperti nilai dan cinta.