Sunday, June 7, 2020
Home Blog Page 14

Mengenal Penyebab Anak Susah Makan, dan Trik Jitu untuk Mengatasinya

0

Sebagai orang tua penting untuk memastikan apakah gizi anak sudah terpenuhi atau belum. Hal tersebut bisa menjadi pekerjaan yang cukup sulit jika anak tak memiliki nafsu makan. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab anak susah makan. Sejumlah tips berikut dapat menjadi solusi untuk anak susah makan.

1. Memberi Pilihan Makanan Pada Anak

Hal pertama yang bisa Anda lakukan yakni dengan menyerahkan pilihan makanan pada anak. Menghadapi nafsu makan si kecil tidak bisa dengan paksaan. Tanyakanlah apa yang ia suka dan ingin makan. Jika anak bingung, tawarkan beberapa makanan yang dirasa menarik perhatiannya. Namun tetap harus memastikan nutrisi yang terkandung di dalamnya terutama untuk makanan anak 1 tahun.

2. Siapkan Menu Berbeda Setiap Hari

Menu masakan yang tidak bervariasi bisa saja menjadi penyebab anak susah makan. Terlebih menu makanan anak usia 1 tahun yang biasanya terdiri dari sayur atau nasi. Menghidangkan menu berbeda setiap harinya merupakan solusi untuk anak susah makan. Jika tak ingin repot, Anda bisa menyajikan makanan dengan tampilan berbeda sehingga membuat si kecil semakin tertarik. Selain itu, bisa berkreasi dengan mencampurkan bahan-bahan tertentu agar nafsu makan anak meningkat.

3. Libatkan Dalam Proses Membuat Makanan

Ajari untuk lebih menghargai makanan dengan melibatkan anak dalam proses pembuatannya. Anda bisa mengajak ke dapur dan belajar menyiapkan makanannya sendiri. Lebih baik untuk menanyakan terlebih dahulu menu makanan apa yang ia ingin buat. Makanan yang tidak menarik perhatian dan seleranya bisa menjadi faktor penyebab anak susah makan. Selain membuat si kecil belajar hal baru, kegiatan memasak bersama juga mampu memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. 

4. Konsumsi Suplemen atau Makanan Pengganti Lain

penyebab anak susah makan

Suplemen bisa menjadi solusi untuk anak susah makan. Namun, cara ini bisa Anda terapkan jika ketiga langkah yang telah disebutkan tadi tidak efektif. Pilih suplemen dalam bentuk permen atau sirup agar lebih disukai anak-anak. Akan lebih baik jika mengandung bahan tertentu seperti temulawak yang berguna untuk menambah nafsu makan.

Kendala seperti penyebab anak susah makan wajar dialami pada masa pertumbuhan. Solusi untuk anak susah makan tadi bisa Anda terapkan. Tak perlu memaksa, turuti kemauan si kecil dan pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi agar tumbuh kembang anak sehat.

Kehabisan Akal Hadapi Anak Susah Makan Nasi? Tips Sederhana Berikut Bisa Dicoba

0

Permasalahan nafsu makan terkadang membuat orang tua bingung bagaimana cara untuk menghadapinya. Terutama jika anak susah makan nasi. Memaksakan sesuatu juga tak baik bagi anak. Namun, jangan sampai kehabisan akal. Tips berikut bisa diterapkan dan dijadikan sebagai alternatif untuk anak susah makan nasi.

alternatif untuk anak yang susah makan nasi

1. Memberikan Rasa pada Nasi

Membangkitkan selera makan anak bisa dengan memberikan sedikit rasa pada nasi yang biasanya Anda masak. Agar rasanya tidak hambar, Anda bisa gunakan kaldu ayam atau bahan-bahan seperti bawang goreng dan kacang-kacangan lainnya untuk menambah rasa gurih. Selain itu, masaklah nasi dengan tampilan yang menarik si kecil dengan menggunakan warna alami seperti nasi kuning atau memakai beras merah agar lebih berbeda dan membangkitkan selera makan anak.

2. Mengganti dengan Sumber Karbohidrat Lainnya

Jika menambahkan rasa pada nasi belum bisa membangkitkan selera makan sibuah hati, Anda bisa kenalkan sumber karbohidrat lainnya sebagai alternatif untuk anak susah makan nasi. Bahan seperti kentang, oatmeal, jagung, umbi-umbian, roti, dan pasta juga bisa digunakan. Anda tak perlu takut nutrisi anak tidak terpenuhi, karena bahan-bahan tersebut memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan memberikan energi yang tak kalah dengan nasi.

3. Variasikan Masakan

Orang tua yang memiliki anak yang sulit makan nasi, tak boleh kehabisan akal untuk membangkitkan selera makannya. Anda dapat mengkreasikan makanan sesuai dengan keinginan anak. Alternatif lain untuk anak yang sulit makan nasi yakni bisa dengan merubah dari cara penyajiannya. Bentuk nasi yang unik seperti onigiri, bento, atau menggunakan cetakan lainnya membuat anak semakin tertarik. 

Jika masih tidak suka nasi, bisa gunakan sumber karbohidrat lain seperti yang telah disebutkan tadi. Siapkan juga kudapan yang tinggi kalori. Cemilan yang terbuat dari selai kacang, jagung, dan buah-buahan membuat asupan kalorinya tetap tercukupi.  

Kini Anda tak perlu kebingungan lagi mencari solusi jika anak sulit makan nasi. Sejumlah alternatif untuk anak susah makan nasi tadi bisa langsung diterapkan. Pastikan juga untuk menjaga kebutuhan nutrisi si kecil agar selalu terpenuhi.

Yuk, Bikin Aktivitas Anak Belajar Jadi Lebih Menyenangkan Dengan Cara Ini!

0

Memberikan edukasi untuk anak sejak usia dini penting untuk dilakukan. Anak diajarkan banyak hal mulai dari mengenal huruf, benda, warna, dan masih banyak lagi. Namun sulit jika anak menganggap bahwa belajar merupakan kegiatan yang membosankan. Aktivitas belajar tidak hanya menjadi tanggung jawab guru melainkan orang tua. Agar meningkatkan semangatnya, coba ajak anak belajar yang menyenangkan. Tips berikut bisa Anda terapkan pada anak.

ajak anak belajar yang menyenangkan

1. Buat Ruangan dan Suasana Belajar yang Kondusif

Ruangan dan suasana belajar yang nyaman dapat meningkatkan semangat belajar. Buatlah senyaman mungkin dan siapkan peralatan belajar yang dibutuhkan. Sediakan wadah khusus untuk alat tulis seperti pulpen, pensil warna, penghapus, rautan, penggaris dan sebagainya agar anak tak perlu repot mencarinya. Singkirkan benda yang sudah tidak terpakai agar ruang belajar jadi lebih leluasa. Suasana 

2. Manfaatkan Teknologi

Situasi belajar di rumah sedikit berbeda dengan yang ada di kelas. Anda harus menciptakan suasana senyaman mungkin agar anak belajar dengan betah. Agar lebih menarik, ajak anak mempelajari hal yang menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Gunakan video, laptop, yang terdiri dari audio dan visual untuk belajar baca, menghitung, menghafal, dan lain-lain. Jika perlu, siapkan permainan sederhana namun menarik dengan tujuan untuk mengasah kemampuan kognitif anak. Selain itu, anak diajarkan berinteraksi dengan menyampaikan pendapatnya.  

3. Belajar di Luar Ruangan

Kegiatan belajar mengajar tidak hanya dilakukan di dalam ruangan saja melainkan juga luar ruangan. Ajak anak belajar yang menyenangkan dengan membawanya ke tempat terbuka namun tetap kondusif. Suasana baru tak akan membuat anak mudah bosan. Pilihlah tempat yang mendukung untuk kegiatan belajar seperti taman ramah anak. Pergi ke tempat wisata seperti museum atau kebun binatang juga membantu anak untuk mempelajari hal-hal baru.

Ajak anak belajar yang menyenangkan dengan memakai gadget, menghias ruangan, serta belajar di ruang terbuka. Hal tersebut memberi kesempatan anak berlatih membaca dan mempelajari hal baru. Selain itu membuat aktivitas edukasi menjadi tidak bosan.

Kenali Penyebab dan Cari Tahu Solusi Anak Susah Makan, Atasi Tanpa Perlu Khawatir

0

Ketika anak mulai menginjak usia 1 tahun, salah satu permasalahan yang cukup umum terjadi yakni menurunnya nafsu makan. Orang tua terkadang khawatir jika anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan mengetahui penyebab dan cari tahu solusi untuk anak susah makan. Kebanyakan mengonsumsi kudapan manis bisa menjadi pemicu turunnya keinginan untuk makan makanan yang lain. Tak perlu cemas, berikut informasi seputar alasan dan solusi anak susah makan.

solusi anak susah makan

1. Tidak Menyukai Tekstur Makanan Tertentu

Hal-hal kecil seperti tekstur pada makanan tertentu bisa membuat anak tidak tertarik dan tidak menyukai sebuah makanan. Orang tua perlu berhati-hati dan cari solusi anak sulit makan. Anda bisa menyajikan hidangan dengan berbagai macam tekstur mulai dari yang lunak hingga cukup kasar. Setelah itu biarkan anak untuk memilih mana yang lebih ia suka. Anda pun tak perlu memaksakan pilihannya.

2. Alergi Makanan

Kondisi kesehatan seperti alergi makanan dapat dikatakan cukup serius. Bahkan bisa saja orang tua tidak menyadari bahwa makanan yang dikonsumsi si kecil menimbulkan gejala alergi. Solusi anak susah makan yang bisa dilakukan yakni dengan melihat tanda alergi seperti gatal di area tubuh tertentu atau gejala sesak napas setelah mengkonsumsi makanan khusus. Jika tanda alergi tersebut dialami anak, cobalah untuk membawanya ke dokter. Tanyakan makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi dan cari tahu solusi untuk anak sulit makan.

3. Menolak Makanan Secara Tiba-tiba

Jika anak bereaksi menolak makanan yang biasa dikonsumsi secara tiba-tiba, Anda tak perlu panik. Keadaan tersebut mungkin hanya sementara. Jangan sampai salah menanggapinya, coba untuk tetap tawarkan makanan yang ditolak anak di hari berikutnya. Solusi anak susah makan yaitu dengan mencari pengganti atau alternatifnya. Bila anak tak ingin makan nasi hari ini, Anda bisa mengganti dengan karbohidrat lain seperti roti, kentang, dan sebagainya.

Anda tak perlu merasa khawatir ketika selera makan anak menurun. Beberapa penyebab dan solusi anak sulit makan yang telah disebutkan tadi bisa Anda terapkan. Meski membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra dalam menanganinya, Anda tetap harus memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi.

Menu Makanan Anak 1 Tahun Berdasarkan Sumber Nutrisi, Enak dan Bergizi

0

Memasuki usia satu tahun, bayi memiliki kebiasaan untuk memasukkan apa saja ke dalam mulut. Namun, tidak sedikit yang malah pilih-pilih makanan, bahkan tidak selera untuk makan. Untuk menghindari kekurangan asupan gizi, Anda perlu pintar-pintar dalam memilih makanan anak 1 tahun.

Selain pintar-pintar memvariasikan menu makanan anak 1 tahun, Anda harus tahu apa yang disukai oleh buah hati. Anda bingung mencari inspirasi? Berikut menu makanan anak 1 tahun enak dan bergizi. 

makanan anak 1 tahun

1. Menu Berkarbohidrat

Makanan anak 1 tahun pastinya harus mengandung karbohidrat. Jenis makanan karbohidrat sangat banyak, mulai dari nasi, umbi, gandum serta biji-bijian. Jika sudah mulai bosan dengan nasi tim, Anda bisa mencoba mengolah umbi atau gandum. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kentang sebagai sumber karbohidrat untuk nutrisi si kecil. Bisa diolah menjadi sup atau dikukus dan dipotong kecil-kecil. 

2. Makanan bersumber protein hewani

Daging merah dan hati sapi biasa digunakan sebagai menu campuran MPASI. Nah, kedua bahan ini juga bisa diolah untuk menu makan anak 1 tahun. Kandungan protein hewani yang ada di dalam menu tersebut bisa mencukup kebutuhan nutrisi anak. Untuk menghindari buah hati pilih-pilih makanan, Anda juga bisa menggunakan daging ayam atau ikan untuk mencukupi kebutuhan protein. Pastikan mengolah dengan baik dan disajikan bersama karbohidrat atau protein lainnya.

3. Hidangan kaya akan protein nabati

Selain protein hewani, protein nabati juga diperlukan untuk perkembangan serta pertumbuhan anak. Menu makan anak 1 tahun yang mengandung protein nabati ini terdapat pada kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Nah, menu ini bisa disajikan dengan cara dipotong-potong agar buah hati mudah untuk menyantapnya. 

4. Sumber vitamin, mineral dan serat

Makanan anak 1 tahun berikutnya yang bisa dikombinasikan dengan karbohidrat serta protein adalah yang mengandung vitamin, mineral serta serat. Kandungan ini bisa Anda temukan di sayur dan buah-buahan. Untuk sayuran bisa diolah bersama dengan protein atau karbohidrat. Sementara buah bisa diolah menjadi jus atau puding yang difavoritkan anak di usia tersebut. 

5. Sajian dari Produk Turunan Susu

Produk turunan susu menjadi menu yang tak boleh ketinggalan untuk melengkapi nutrisi buah hati. Bentuk olahannya beragam, seperti susu, keju, hingga yogurt. Agar anak lebih suka dan tidak susah makan, sajian dalam variasi berbeda setiap harinya. Hal tersebut juga menghindari mereka suka pilih-pilih makanan. 

Tahap Tumbuh Kembang Anak Ideal Usia 0-1 Tahun yang Perlu Ibu Baru Ketahui

0

Di masa emas si kecil, peran orangtua amat besar bagi tumbuh kembang anak. Bukan hanya fisik, tapi juga motorik halus dan kasar, verbal serta sosialisasi. Pemantauan secara berkala tersebut dapat melihat si kecil mengalami keterlambatan atau tidak. Ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan dan terlambat terdeteksi dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu. 

Untuk menghindari perkembangan anak terganggu, Anda perlu mengetahui tahapan tumbuh kembang anak. Nah, berikut tahap pertumbuhan ideal untuk anak berusia 0 sampai 1 tahun.

tumbuh kembang anak

Usia 1-3 Bulan

Pertumbuhan anak usia di bawah 1 tahun yang lazim disebut bayi cenderung cepat. Anda akan dibuat takjub dengan kecepatan tumbuh kembang anak secara motorik. Di tiga bulan pertama, bayi mengalami proses adaptasi dengan lingkungan sekitar. Si kecil mudah menangis bahkan terbiasa terjaga saat malam hari. 

Di usia ini pula, indra pendengaran si kecil sudah mulai peka. Bayi bisa mencari sumber suara dan dapat mengenali suara ibunya. Tak hanya pendengaran, kemampuan penglihatan juga mulai peka. Namun, hanya yang berjarak dekat. Sementara untuk gerak-geriknya terbatas, yaitu kaki dan tangan. Mereka mulai bisa menggenggam dan menggerakkan tangan serta kaki.

Usia 3-6 Bulan

Memasuki usia 3 bulan, bayi mulai bisa mengenali wajah-wajah orang terdekatnya. Mereka sudah mulai bisa mengekspresikan wajah, seperti tersenyum ketika mendengar suara. Pencapaian motoriknya terlihat pada gerakan yang makin gesit. Kaki makin lincah untuk menendang, dan tangan mudah mengambil sesuatu. Tidak hanya itu, di usia ini bayi juga bisa berposisi tengkurap. Di akhir-akhir usia 6 bulan, beberapa bayi mulai bisa duduk. Namun, tulang belakang mereka cenderung belum kuat sehingga Anda perlu hati-hati. 

Selain itu, tumbuh kembang anak dalam segi bahasa juga mulai terlihat. Mereka bisa mengucapkan beberapa kata dalam bentuk gumaman. Nah, di usia ini Anda perlu memberikan edukasi anak usia dini agar si kecil terstimulasi untuk berbicara. 

Usia 6-9 Bulan

Tahapan tumbuh kembang anak di usia 6-9 bulan bisa dilihat dari gerakan si kecil yang makin aktif. Tak hanya tengkurap, tapi juga bisa berguling. Mereka juga bisa duduk dengan stabil. Bahkan di usia ini, anak biasa mulai merangkak. Cara berbicara tidak hanya bergumam, tapi bisa mengucapkan beberapa kata. Beberapa bayi juga mulai tumbuh gigi di usia ini. Jangan kaget jika mereka mulai menggigit barang di sekitarnya. 

Usia 9-12 Bulan

Masa di akhir usia satu tahun, bayi mulai bisa mengatakan beberapa kata dengan lugas. Kosa kata juga makin banyak. Mereka juga mulai pandai memanggil hingga berteriak. Sementara gerakan bayi semakin cepat. Mulai dari merangkak, berdiri, hingga berjalan selangkah dua langkah. Di segi psikologis, mereka mulai mudah meluapkan emosi. Seperti marah, sedih dan bahagia. 

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli

0

Tahap perkembangan anak sangat penting bagi orang tua. Setiap tahapan, ada saja hal baru yang dilakukan oleh si kecil. Meskipun kecil, hal tersebut dapat membuat orang tua takjub. Sebenarnya, hal terkait perkembangan anak usia dini tidak hanya fisik saja. Ada aspek-aspek perkembangan anak usia dini yang saling berhubungan satu sama lain. Penasaran? Berikut aspek perkembangan anak menurut para ahli.

perkembangan anak usia dini

1. Aspek Perkembangan Kognitif

Menurut teori Piaget, aspek perkembangan kognitif memiliki beberapa tahapan. Pertama tahap sensorimotor (0-2 tahun), dimana si kecil bisa melakukan gerak refleks. Kedua, ada tahap pra-operasional (2-7 tahun). Tahap ini, anak memiliki kemampuan menerima rangsangan meski terbatas dan bisa menerima pemikiran statis. Tahap ketiga, yaitu konkret operasional (7-11), dimana anak bisa menyelesaikan tugas seperti menyusun sesuatu. Terakhir, tahap formal operasional(11-15 tahun), dimana anak mampu berpikir tingkat tinggi serta berpikir abstrak. 

2. Aspek Perkembangan Fisik

Aspek pertumbuhan anak satu ini tidak hanya fokus dengan tinggi dan berat. Namun, ada juga kemampuan motorik. Menurut Hurlock tahun 1998, aspek perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot terkoordinasi. Keterampilan motorik ini terdiri dari motorik halus dan kasar. Di usia 4-5 tahun, si kecil banyak mengalami perkembangan motorik kasar seperti melompat dan berlari. Sedangkan motorik halus lebih banyak berkembang di usia 5 tahun ke atas. Contohnya, memegang spidol dan mewarnai.

3. Aspek Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahasa anak bisa dilihat di usia sejak masih bayi. Menurut Hart & Risley di usia dua tahun anak bisa memproduksi 338 ucapan setiap jam dengan cakupan luas antara 42 hingga 672. Kosa kata yang dimiliki anak juga makin banyak ketika mereka bisa membaca dan menulis. Hal tersebut pula yang membuat kemampuan berbahasa anak tumbuh lebih cepat selama masa sekolah.

4. Aspek Perkembangan Sosial-Emosional

Menurut Erik Erikson (1950) perkembangan sosial anak terdiri dari 4 tahap yaitu Basic Trust vs Mistrust (percaya vs curiga) di usia 0-2 tahun, Autonomy vs Shame & Doubt (mandiri vs ragu) di usia 2-3 tahun, Initiative vs Guilt (berinisiatif vs bersalah) saat usia 4-5 tahun dan Industry vs Inferiority (percaya diri vs rasa rendah diri) di usia 6 tahun – pubertas. Hal terkait perkembangan anak usia dini dalam aspek ini adalah pengenalan diri dan orang di sekitar. Mereka bisa bersosialisasi dan bertanggung jawab untuk dirinya dan orang lain.

4 Tantangan dalam Pengembangan Diri dan Karakter Anak Usia Dini

0

Peran orang tua sangat besar dalam pengembangan karakter anak. Karena itu pula, orang tua harus aktif untuk menstimulasi anak agar si kecil tumbuh dan berkembang menjadi sosok pintar, mandiri dan juga berani. Namun, tantangan pengembangan diri pada anak tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi ketika menemukan berbagai tantangan seperti berikut ini. 

1. Dampak Negatif Televisi

pengembangan diri

Televisi merupakan salah satu sarana untuk mendukung pengembangan karakter anak. Namun, kehadirannya juga memberikan pengaruh negatif. Hal ini dikarenakan program televisi bersifat edukatif makin terbatas. Masih ada program yang cenderung menampilkan hal-hal negatif yang mudah ditiru oleh si kecil. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa membatasi penggunaan televisi. Nyalakan hanya ketika program mengedukasi berlangsung.

2. Pergaulan Bebas di Lingkungan Sekitar

Sudah menjadi hal umum jika pergaulan bebas sudah menerjang seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut pula yang menjadi tantangan besar dalam pengembangan karakter anak usia dini. Apalagi insting anak yang mudah meniru dan mencontoh makin membuat orang tua tidak tenang. Salah satu cara agar mereka terhindar dari pergaulan bebas adalah berikan edukasi sedini mungkin. Alihkan ke kegiatan positif dan usahakan si kecil tidak melihat hal negatif yang dilihatnya. 

3. Pengaruh Buruk Internet

Sama halnya televisi, kini internet menjadi salah satu guru bagi anak-anak. Teknologi super canggih tersebut juga sudah diaplikasikan sebagai media untuk mendukung pembelajaran di sekolah-sekolah. Pun demikian, internet juga membawa dampak negatif bagi si kecil. Hal ini karena konten yang belum terbatas. Agar anak tidak sampai membuka konten-konten negatif, Anda perlu perhatikan proses belajar mereka menggunakan internet. Bisa juga gunakan aplikasi yang memang dikhususkan untuk anak. Misalnya, youtube kids. 

4. Penggunaan Gadget

pengembangan diri

Selain penggunaan internet, tantangan pengembangan diri karakter usia dini juga diuji oleh adanya gadget. Seringnya, si kecil terlalu asyik dengan dunia gadget sehingga lupa akan waktu. Hal tersebut cukup buruk untuk pengembangan karakternya. Cobalah untuk memberikan batasan waktu menggunakan gadget. Ajak mereka untuk melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat untuk membentuk karakter. Seperti bermain permainan tradisional. 

Aspek Penting Dalam Memahami Tahapan Perkembangan Psikologi Anak

0

Masa kanak-kanak dipenuhi oleh rasa ingin tahu dan mereka dengan mudah meniru perilaku orang dewasa. Sikap orang tua, guru, dan lingkungan sekitar pada anak memberi pengaruh besar terhadap tumbuh kembangnya. Sebagai orang tua, akan lebih baik memahami pengetahuan tentang perkembangan psikologi anak secara lebih dalam. Hal tersebut bertujuan agar cara mendidik anak lebih terarah dan tepat. Informasi berikut membantu Anda untuk mengetahui tahapan psikologi perkembangan pada anak.

Fisik dan Kemampuan Motorik

Perkembangan fisik pada usia dini berfokus pada sejumlah hal mulai dari berat badan, tinggi, otak, hingga kemampuan motorik baik secara halus dan kasar. Maksud dari motorik kasar yakni segala hal yang berkaitan dengan bergerak seperti lari atau lompat. Sedangkan motorik halus lebih berfokus pada kegiatan ringan yang melibatkan otot kecil serta koordinasi antara mata dan tangan seperti merobek, melipat kertas, dan sebagainya.

Tahapan Kognitif

Kognitif termasuk tahapan perkembangan psikologi anak. Pertumbuhan kognitif terdiri dari empat tahap, di antaranya tahap sensorimotor, praoperasional, operasional, dan operasional formal. Setiap tahap dialami oleh rentang usia yang berbeda-beda. Tahapan tersebut menjelaskan mulai dari si kecil yang masih belum bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan hingga fase remaja yang siap menghadapi realita dunia pada masa dewasa.

Perkembangan Bahasa

Masa prasekolah membuat kemampuan berbahasa anak berkembang pesat. Kemampuan bahasa berkembang seiring bertambahnya usia. Anda bisa memanfaatkan fase tersebut dengan mengajaknya membaca, berinteraksi dengan saling melontarkan pertanyaan, atau memberikan edukasi anak usia dini. Tahapan bahasa berpengaruh pada perkembangan psikologi anak sehingga orang tua harus lebih berhati-hati dan memberikan yang terbaik dalam cara mendidik anak.

Sosio-Emosional

Tahapan emosional sebenarnya dialami sejak bayi mulai dari menangis, tertawa, dan sebagainya. Bertambahnya usia membuat anak belajar mengenal banyak hal yang membuatnya siap untuk bersosial. Orang tua patut memperhatikan cara mendidik anak dengan tepat sehingga si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sejumlah tahapan perkembangan psikologi anak tadi membantu untuk mengenal lebih jauh tentang si kecil. Selain itu juga berguna untuk memahami apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh sang anak.

Sederhana Namun Berkesan, Membacakan Dongeng Anak Sebelum Tidur Memiliki Sejumlah Manfaat

0

Aktivitas sehari-hari baik di sekolah atau lingkungan sekitar memberi pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Namun, kegiatan ringan seperti membacakan dongeng anak sebelum tidur mampu menstimulasi cara berpikir si kecil. Sebelum memilih cerita dongeng yang ingin dibacakan, Anda harus mengetahui manfaat apa saja yang bisa didapat.

1. Bantu Kembangkan Daya Imajinasi dan Kreativitas

Menidurkan si kecil bisa menjadi pekerjaan yang cukup sulit dan membutuhkan kesabaran. Membacakan dongeng anak sebelum tidur bisa jadi solusi terbaik yang bisa dilakukan orang tua. Selain membuat anak rileks, membaca dongeng mampu mempertajam daya ingat dan memori anak. Cerita dongeng memiliki latar dan karakter yang berbeda-beda. Dengan begitu, anak berusaha membayangkan alur cerita dan hal ini mampu mengasah daya imajinasi juga kreativitas.

2. Tumbuhkan Minat Baca

Tak hanya membuat si kecil terlelap, cerita dongeng bisa membuat anak semakin tertarik dan menumbuhkan minat baca. Anda dapat memilih buku cerita dengan alur menarik disertai gambar dan warna yang menarik. Pemilihan dongeng yang tepat membuat anak menganggap buku sebagai benda yang menyenangkan. Membacakan dongeng juga mengasah kemampuan mendengar anak.

3. Membentuk Karakter Kepribadian

Dongeng bukan sekedar pengantar tidur. Sebagian besar kisah-kisah di buku cerita menyelipkan pesan dan moral yang bisa dipetik. Setelah membacakan dongeng anak sebelum tidur, ada baiknya untuk menyampaikan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Anak bisa menentukan mana yang baik dan buruk, bagaimana cara bersikap di kehidupan sehari-hari, dan hal lain yang bisa membentuk karakter kepribadian.

4. Menciptakan Momen yang Menyenangkan

Kebiasaan membacakan dongeng anak sebelum tidur merupakan momen berharga dan menyenangkan bagi anak dan orang tua. Terlebih ketika anak masih dalam masa pertumbuhan. Masa kecilnya diisi oleh momen yang indah. Hubungan anak dan orang tua bisa jadi lebih akrab dari sebelumnya. Hal seperti ini, tentu dapat mempengaruhi kesehatan mental anak dan memperkuat ikatan batin antara dua pihak.

Meski membacakan dongeng anak sebelum tidur terkesan sederhana, namun kegiatan ini memiliki sejumlah manfaat bagi tumbuh kembang anak. Agar anak semakin tertarik di dunia membaca, Anda bisa pilih cerita dongeng yang sederhana tapi tetap menarik.