Sunday, June 7, 2020
Home Blog Page 2

9 Cara Mendeteksi Anak Berbakat Sejak Dini yang Harus Ibu Tahu!

0
anak berbakat

Sebagai orang tua, ibu harus bisa mengenali bakat anak sejak dini, baik itu yang diekspresikan pada musik, bahasa, matematika, seni lukis, atau science. Umumnya orang tua bisa mengenali bakat anak ketika mereka masuk sekolah, namun ada beberapa tanda anak berbakat yang bisa dideteksi di usia sangat dini. Berikut cara mengenali anak berbakat sejak dini agar ibu bisa memberikan pendidikan terbaik untuk si Kecil.

anak berbakat
  1. Anak berbakat umumnya memiliki milestone yang jauh lebih baik dan cepat dibanding anak normal kebanyakan.
  2. Anak berbakat bisa menghafal wajah dengan mudah dan juga mengingat informasi yang sudah dipelajari melalui berbagai media cetak maupun elektronik.
  3. Anak berbakat punya kemampuan perkembangan bahasa yang pesat. Umumnya anak berbakat akan mengucapkan kalimat yang lengkap lebih dini daripada anak seusianya. Mendeteksi kosakata adalah salah satu cara mendeteksi anak berbakat. 
  4. Anak berbakat biasanya aktif tapi tidak hiperaktif. Biasanya anak hiperaktif tidak dapat berkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama, sedangkan anak berbakat dapat memfokuskan konsentrasinya dalam jangka waktu tertentu, terutama pada hal yang menarik minatnya. 
  5. Ciri anak berbakat juga bisa dilihat dari besarnya rasa penasaran yang ia tunjukkan. Mereka sering bertanya dan mudah penasaran akan suatu hal. 
  6. Anak berbakat punya imajinasi yang tajam. Jadi ibu juga jangan kaget saat anak tiba-tiba punya teman khayalan yang dilibatkan dalam setiap aktivitasnya. 
  7. Ciri lain anak berbakat adalah punya bakat spesifik, seperti kemampuan seni atau memiliki kemudahan dalam angka.
  8. Anak berbakat biasanya juga sangat kritis dengan diri sendiri. Mereka punya ekspektasi tinggi terhadap dirinya di segala aspek. Cenderung perfeksionis dan tidak rela menyerahkan pekerjaan pada orang lain. 
  9. Anak sangat perhatian terhadap hal detail yang biasanya dilewatkan oleh anak lain. Misalnya, ia banyak bertanya setelah melihat pertunjukan sulap karena ingin tahu bagaimana trik sulap itu dilakukan. Mereka juga mampu mengingat letak benda, hingga menemukan langkah sendiri untuk menyelesaikan masalah. 

Setelah mengenali ciri-ciri di atas, ibu bisa mengkonsultasikan dengan ahli kesehatan mental, seperti psikologi agar kreativitas anak bisa tersalurkan dengan baik.

Kenali Ciri Anak Kecanduan Gadget dan 5 Cara Mengatasinya!

0
anak kecanduan gadget

Hidup di zaman yang canggih dan nggak bisa lepas dari teknologi ternyata bukan hanya berpengaruh pada perubahan hidup orang tua saja tetapi juga pada anak. Anak zaman now lebih suka bermain gadget daripada melakukan aktivitas outdoor. Jadi nggak heran kalau sebagian besar anak kecanduan gadget dan hal inilah yang kerap kali dikeluhkan oleh orang tua. Seperti apa sih ciri-ciri anak kecanduan gadget?

anak kecanduan gadget
  • Penggunaan gadget secara terus-menerus diiringi oleh penurunan minat bersosialisasi. 
  • Tantrum pada anak, jika saat minta gadget tapi tidak dituruti oleh orang tua.
  • Tidak mau beraktivitas di luar rumah.
  • Menolak jika diminta melakukan rutinitas sehari-hari dan lebih memilih main gadget. 

Kalau sudah menunjukkan ciri ini, berikut tips mengatasi anak kecanduan gadget.

1. Beri batasan waktu dalam menggunakan gadget

Batasi penggunaan gadget sesuai dengan batasan umurnya. The American Academy of Pediatrics (2013) dan the Canadian Paediatric Society (2010), sudah memberikan panduan screen time berikut.

  • Anak-anak dibawah usia 2: tidak diijinkan untuk bermain gadget sendiri baik itu TV, smartphone, dan tablet.
  • Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun: screen time dibatasi kurang dari satu jam sehari.
  • Berumur 5 tahun ke atas: Tidak lebih dari dua jam setiap hari untuk waktu hiburan.

2. Jangan berikan akses penuh

Jangan berikan akses penuh anak pada gadget, meletakkan TV di ruang keluarga, agar keluarga masih bisa ikut mengamati apa yang sedang dan akan ditonton anak. Selain itu, jangan biarkan anak memegang kendali penuh akan smartphone. Biarkan mereka minta izin dulu saat akan menggunakan.

3. Berikan jadwal khusus

Ibu harus memberikan jadwal khusus dalam satu hari untuk anak menggunakan gadget. Setting mulai pukul berapa sampai pukul berapa dalam satu hari anak bisa memakai gadget.

4. Terapkan wilayah bebas gadget

Memberikan batasan tempat penggunaan gadget, misalnya saja di kamar tidur, di mobil, dan meja makan. 

5. Mengajarkan manajemen waktu

Beri penjelasan pada anak pentingnya membagi waktu, ada waktu khusus untuk gadget, belajar, makan, sekolah, hingga aktivitas outdoor. Berikan reward jika dia berhasil membagi waktunya dengan baik.

Anak Terlambat Bicara?Lakukan Cara ini Untuk Melatihnya!

0
anak cepat bicara

Setiap orang tua tentunya sangat menantikan si Kecil untuk mengucapkan kata pertama dari bibir mungilnya. Akan tetapi bagaimana jika anak terlambat bicara dan bunda juga tidak kunjung mendengar sepatah kata pun yang diucapkan? Bunda jangan khawatir, sebaiknya ketahui dahulu apa penyebab si kecil terlambat bicara.

Banyak penyebab yang bisa menghambat si Kecil untuk bisa berbicara, bisa karena memang belum waktunya, karena memang ada patokan usia untuk si Kecil berbicara, atau mungkin si Kecil dibesarkan di lingkungan yang mempunyai lebih dari satu bahasa, itu akan membuat si Kecil cenderung terlambat untuk mulai berbicara. 

Lalu bagaimana cara agar anak cepat bicara? Peran aktif Bunda sebagai orang tua sangat berpengaruh untuk perkembangan bicara si Kecil, ada banyak cara yang bisa Bunda lakukan untuk merangsang kemampuan si Kecil berbicara salah satunya, berikut beberapa cara alternatif  yang bisa juga Bunda lakukan pada si Kecil! 

Ajak si Kecil berkomunikasi 

Asal Bunda tahu, bayi sangat senang ketika mendengar suara orang tuanya, Bunda bisa menjalin komunikasi dengan si Kecil, saat itu ia akan belajar untuk berbicara dengan menirukan apa yang Bunda ucapkan. 

Sebagai contohnya, saat si Kecil menginginkan sesuatu, Bunda bisa mengajak ia berkomunikasi dahulu dengan mengucapkan apa yang ia maksud, jangan langsung memberikan apa yang diminta, dengan begitu si Kecil akan mengerti dan bisa mengikuti apa yang Bunda ucapkan.

Menirukan apa yang dilakukan si Kecil

Untuk melatih kemampuan verbalnya, Bunda bisa berpura-pura menjadi anak kecil, misalnya dengan mengajak si Kecil bermain dan berpura-pura menelpon dengan telepon mainan. Dengan begitu si kecil akan bisa berkomunikasi dengan baik.

Memberikan isyarat dengan gerakan saat berbicara

Dengan cara ini si Kecil akan lebih mengerti apa yang Bunda ucapkan, karena ucapan saja tidak cukup untuk membuat si Kecil mengerti, maka gerakan akan membantu si Kecil menjadi lebih mengerti apa yang Bunda maksud. Misalnya saat Bunda memberikan minuman coba berbicara sambil menggerakkan minuman yang akan diberikan.

Jika si kecil masih sulit untuk berbicara dan menirukan apa yang Bunda ajarkan, coba  berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa penyebabnya, biasanya si Kecil akan menjalani beberapa tes pendengaran dan evaluasi tumbuh kembangnya. Karena gangguan pendengaran merupakan salah satu faktor yang bisa membuat anak terlambat bicara, sedini mungkin Bunda melakukan pengecekan ini jika terlihat hal yang janggal pada si Kecil.

Cara Melatih Agar Anak Bisa Cepat Berbicara!

0
anak bicara

Berbicara untuk belajar berkomunikasi merupakan hal yang penting dan wajib dikuasai oleh setiap anak, karena komunikasi merupakan salah satu aspek kecerdasan bagi si Kecil, lalu bagaimana cara agar anak cepat bicara? Sebelum ke inti bahasan, ada baiknya Bunda mengetahui apa saja keuntungan yang bisa didapatkan si Kecil dengan belajar berbicara dan komunikasi. 

Melalui komunikasi si Kecil bisa memperbanyak kosakata yang sebelum nya ia tidak tahu, selain itu, dengan berkomunikasi dan berbicara, si Kecil bisa memperkuat daya ingat dan juga daya penerimaan mendengarkan yang baik.

Akan senang rasanya jika si Kecil tumbuh berkembang dengan pintar dan sehat. Ketika mereka sedang belajar berbicara memanggil dengan menyebut Mama atau Papa tentu itu akan membuat semua orang tua tersenyum dan tentunya akan sangat bahagia mendengarnya. 

cara agar anak cepat bicara

Sebagai orangtua mungkin Bunda merasa bingung dan juga khawatir jika si kecil mengalami keterlambatan dalam belajar berbicara dan sulit untuk berkomunikasi.

Peranan Bunda sebagai orang tua dan lingkungan sekitar memang sangat penting pada masa-masa perkembangan kognitif anak untuk membentuk kelancaran si Kecil berinteraksi dan berbicara. Jika Bunda masih bingung bagaimana cara melatih dan merangsang si Kecil agar menjadi lebih mudah dan bisa cepat berbicara, Bunda bisa ikuti tips berikut ini untuk melatih stimulasi berbicara si Kecil!

  1. Lebih sering mengajak si Kecil berkomunikasi 

Bunda bahkan bisa mulai membiasakan hal ini sejak anak masih bayi, dengan mengajak berinteraksi dan berbicara, akan membuat si Kecil lebih aktif, bisa mengingat dan menirukan apa yang Bunda ucapkan, meskipun saat masih kecil tidak jelas apa yang ia ucapkan, tapi hal itu sangat baik dilakukan si Kecil untuk menjadi lebih komunikatif.

  1. Gunakan benda atau mainan untuk media edukatif

Anak-anak sangat suka dengan mainan, untuk cara agar anak cepat bicara, Bunda bisa menggunakan media boneka atau mainan agar lebih mudah diserap pada masa perkembangan kognitif anak. 

Selain itu, si Kecil akan lebih tertarik untuk belajar, Bunda bisa membacakan dongeng untuk mengajarkan dan memberi tahu kosakata baru untuk dipelajari dan mereka ucapkan.

  1. Ajak bermain

Sesekali ajak si Kecil untuk bermain bersama, karena dengan bermain akan merangsang otak anak menjadi lebih aktif.

Bunda bisa mengajak si Kecil bermain dengan menggunakan gambar pada flash card, atau memilih benda-benda yang mempunyai gambar menarik. Bangun komunikasi dengan si Kecil agar ia lebih lancar berbicara. 

Apa yang Bunda katakan dan lingkungan ajarkan akan tersimpan di memori si Kecil, dengan begitu si Kecil akan bisa menirukan apa yang ia dengarkan. Selalu ajari si Kecil kata-kata yang positif, meskipun belum bisa bicara dengan jelas, tapi ini bisa melatih rasa percaya diri mereka. 

Cara Mendidik Anak Usia 3 Tahun yang Tepat!

0
anak usia 3 tahun

Saat si Kecil menginjak usianya yang ke 3 tahun, itu merupakan proses yang paling rentan untuk anak. Anak di usia ini bisa memproses informasi sendiri namun belum bisa untuk membedakan hal yang baik dan buruk untuk dilakukan, Bunda sebagai orang tua harus tahu bagaimana cara mendidik anak usia 3 tahun yang tepat.

Pada umumnya anak di usia ini baru bisa berjalan dan mulai lancar untuk belajar berbicara dengan kosakata yang ia miliki. Tapi, tahukah Bunda bagaimana cara mendidik anak usia 3 tahun yang tepat untuk membuatnya lebih mandiri untuk bekal besarnya nanti? 

mendidik anak usia 3 tahun

Bunda bisa menyimak di bawah ini tentang bagaimana cara mendidik anak diusia 3 tahun yang tepat agar bisa lebih mandiri!

  1. Lihat kebutuhan utamanya

Di usianya yang sudah menginjak 3 tahun, anak sangat membutuhkan pengawasan dari orang tua, karena si Kecil belum bisa menentukan apa kebutuhan utama dan prioritas mereka, maka Bunda harus bisa menyiapkan segala kebutuhan nya. 

Namun, bukan berarti Bunda harus memenuhi keinginan dan selalu memanjakannya. Anak diusia 3 tahun harus bisa melihat minimal kebutuhan sederhana mereka, seperti makan, dan mengambil barang mainan, Bunda hanya cukup mengajari dan mengawasinya saja, memberi tahu apa yang mereka belum pahami. 

  1. Berikan waktu istirahat yang tepat

Bunda harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk si Kecil beristirahat, maka dari itu Bunda bisa mengajari si Kecil untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mereka beristirahat dan melakukan aktivitas yang mereka senang. 

Dengan memberikan waktu istirahat yang tepat secara terus menerus akan membuat si Kecil mengerti kapan waktu istirahat dan kapan waktu bermain mereka, tanpa harus rewel dan merepotkan Bunda sebagai orangtua.

  1. Penerapan ilmu agama

Menerapkan ilmu agama di usia ini adalah waktu yang tepat, karena anak di usia 3 tahun memiliki daya ingat yang kuat, anak  dapat dengan cepat meniru atau mengulang ucapan yang didengarnya. 

Maka dari itu, Bunda akan dengan mudah mengajarkan si Kecil untuk belajar ilmu agama yang dasar, seperti mengajarkan berdoa sebelum tidur, berdoa sebelum makan, dan memberi lantunan doa dengan berbagai kreasi suara, sehingga anak akan lebih mudah mengingat. 

Nah, jadi kesimpulannya, anak di usia 3 tahun haruslah diawasi dengan baik, karena mereka masih labil dan akan mencontoh apa yang mereka lihat dibandingkan mendengarkan apa yang orang katakan.

Rekomendasi Hadiah Untuk Anak Usia 1 Tahun!

0
hadiah untuk anak 1 tahun

Mempunyai buah hati merupakan dambaan semua orang tua, apalagi jika si Kecil sudah menginjak usia 1 tahun. Tidak ada salahnya untuk Bunda merayakan hari lahir si Kecil meski dengan cara sederhana. Tidak pas rasanya jika sebuah perayaan ulang tahun tanpa adanya kado istimewa. Jika Bunda bingung memilih hadiah untuk anak 1 tahun yang tepat untuk melatih kreativitas anak, Bunda bisa memilih rekomendasi hadiah yang pas untuk si Kecil di bawah ini! 

  1. Mainan menyusun balok

Mainan jenis ini merupakan permainan favorit bagi anak kecil, dengan susunan balok si Kecil bisa berkreativitas membuat bangunan tinggi, mencocokan bentuk dan warna-warna atau tipe balok pada wadah yang Bunda persiapkan. 

Selain melatih kreativitas, permainan ini juga bisa meningkatkan motorik si Kecil untuk mengenal bentuk, warna dan bisa menjadi cara untuk mengasah kemampuan belajar si Kecil, mengajarkan pemikiran yang logis dan koordinasi fisikal anak.

  1. Buku

Bunda bisa memilih buku dengan warna-warna bergambar yang cerah, ini bisa membantu menstimulasi mata si Kecil saat Bunda membacakannya. Selain itu, semakin banyak buku yang Bunda bacakan, maka semakin baik juga kemampuan si Kecil untuk berbicara. 

Banyak manfaat lain yang bisa Bunda dapatkan dengan membacakan buku untuk si Kecil, antara lain: Mengajarkan untuk berkomunikasi, melatih kemampuan mendengar, mengingat dan belajar kosa kata.

  1. Mainan kereta dorong

Untuk melatih kemampuan berdiri dan belajar berjalan, Bunda bisa memberikan si Kecil kereta dorong dengan bentuk kereta belanja atau mobil-mobilan untuk anak laki-laki.

Permainan kereta dorong akan memberi panduan secara alami pada si Kecil untuk menatap ke arah depan, belajar menghindari hambatan dan berbelok untuk menentukan arah laju, tentunya permainan ini harus dalam pengawasan Bunda, karena si Kecil belum mahir untuk berdiri dan mengendalikannya.

Itulah beberapa hadiah untuk anak 1 tahun yang bisa Bunda berikan pada si Kecil untuk menunjang tumbuh kembang dan melatih kreativitasnya. 

Dari beberapa pilihan tersebut, Bunda bisa memilih mana yang paling tepat untuk diberikan pada si Kecil, karena setiap anak akan menyukai hal yang berbeda dan akan mudah bosan, atau Bunda bisa memberi alternatif permainan lain untuk si Kecil selama masih dalam batas aman untuk dimainkan.

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Disiplin

0
cara belajar membaca

Mendidik anak memang merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, saat masih balita anak-anak cenderung ingin bebas melakukan hal sesukanya, cara mendidik anak yang baik yang ditempuh orang tua pun akan berbeda-beda. 

Sebagian orang tua mungkin bisa lebih sabar, tapi ada juga orang tua yang cenderung marah-marah, atau bahkan mungkin melakukan kekerasan seperti menjewer dan membentak si Kecil. 

mendidik anak
Source : hellosehat.com

Jika sebagai orang tua salah memilih bagaimana cara mendidik anak yang baik bisa-bisa membuat anak semakin membangkang dan menjadi tidak bertanggung jawab. 

Bunda bisa menerapkan cara yang halus dan tidak membuang energi dengan memakai kekerasan, hanya lakukan dengan fokus untuk mendidik anak dengan baik. Lalu bagaimana cara mendidik anak agar disiplin hingga tumbuh dewasa? 

  1. Konsisten

Pola asuh yang Bunda terapkan secara halus dan konsisten akan membuat si Kecil lebih nyaman dan merasa terlindungi. Dengan begitu, anak akan mengerti apa yang diinginkan orang tua, bisa bersikap tenang dan akan menuruti apa yang Bunda perintahkan.

Jika Bunda sebagai orang tua tidak melakukannya dengan konsisten, ini akan membuat sinyal anjuran dan larangan di otak anak menjadi bercampur, sehingga tidak heran jika banyak anak yang lambat lain tidak disiplin. 

  1. Mengerti pola pikir anak 

Peranan orang tua memang sangat penting untuk mendidik rasa disiplin pada anak, Bunda harus bisa mengerti bagaimana pola pikir si Kecil, misalnya dengan melakukan kegiatan orang tua dan anak, dengan begitu Bunda bisa mengarahkan ke hal positif saat si Kecil melakukan kesalahan dan bisa mengerti dengan pola pikir si Kecil saat mereka melakukan hal yang tidak baik. 

  1. Buat lingkungan yang sesuai

Setelah Bunda mengetahui apa yang diinginkan si Kecil yang sedang mempunyai rasa penasaran dan ingin mencoba banyak hal baru, sebisa mungkin Bunda ciptakan suasana yang kondusif sesuai dengan keadaan si Kecil, dengan menuruti apa yang mereka lakukan, tetapi tetap dalam pengawasan dan pola asuh yang tepat.

Dengan menerapkan peraturan yang konsisten dan cara halus yang Bunda buat, si Kecil akan belajar dan tumbuh menjadi anak yang disiplin, secara perlahan dan banyak melakukan hal yang positif. 

7 Tahap Pertumbuhan Gigi Anak Usia 5 Bulan Hingga 2 Tahun

0
gigi bayi

Sebetulnya pertumbuhan gigi anak sudah dimulai sejak baru lahir. Di masa pertumbuhan ini, setiap gigi memiliki masa pertumbuhan yang berbeda-beda. Menurut laman pregnancybirthbaby.org.au, bayi umumnya dilahirkan dengan 10 gigi yang dikenal sebagai gigi primer. Pertumbuhan gigi ini dimulai dari gusi saat usia 6 bulan. Kemudian semua gigi akan muncul saat anak berusia 2 sampai 3 tahun. Supaya lebih jelas, berikut tahapan pertumbuhan gigi anak yang harus Moms tahu!

pertumbuhan gigi anak

1. Bayi Umur 5 Bulan

Umumnya bayi mulai tumbuh gigi di usia ini. Di masa ini, gigi bayi mulai muncul sehingga menyebabkan gigi bengkak , kemerahan, dan anak sakit gigi

2. Bayi Usia 6 Bulan

Di usia 6 hingga 7 bulan, gigi pertama bayi sudah mulai muncul. Biasanya gigi pertama yang muncul adalah 2 gigi seri depan pada rahang bawah. Dua gigi ini bisa muncul bersama-sama. Saat gigi ini sudah mulai muncul, Moms bisa membersihkan gigi bayi dengan menyeka menggunakan kain bersih usai menyusu.

3. Bayi Usia 7 Bulan

Di usia 7 bulan, dua gigi depan di rahang atas akan muncul. Namun ada juga beberapa bayi yang mengalami pertumbuhan gigi ini di usia 6 hingga 8 bulan. Di usia ini juga, Moms sudah bisa memberi bayi makanan padat. 

4. Bayi Usia 9-16 Bulan

Pada usia ini, gigi yang tumbuh adalah gigi seri depan bagian atas, lalu diikuti dengan gigi di samping gigi seri bawah. Umumnya gigi akan tumbuh secara berpasangan di atas dan bawah, dua di sisi kanan dan sisi kiri. 

5. Bayi Usia 14 Bulan

Di usia 14 bulan, gigi geraham pertama bayi akan muncul di bagian rahang bawah dan atas dalam waktu bersamaan. Pada kasus yang berbeda, ada bayi yang sudah memiliki gigi geraham pada usia 12 bulan, namun ada juga yang muncul di usia 15 bulan. 

6. Balita Usia 18 Bulan

Pada balita usia 18 bulan, mulailah muncul gigi taring, yaitu gigi taring atas atau bawah. Sebetulnya tumbuhnya gigi taring ini berbeda-beda pada anak, mulai usia 16 hingga 22 bulan. 

7. Balita Usia 24 Bulan

Memasuki usia 24 bulan atau 2 tahun, gigi geraham di bagian belakang pada rahang bawah sudah mulai tumbuh. Disusul dengan gigi geraham kedua pada rahang atas yang akan tumbuh pada usia 26 bulan. Pertumbuhan gigi anak ini bervariasi, ada yang lebih cepat atau lambat. 

Anak Tidak Mau Makan Nasi? Atasi Dengan 4 Cara Ampuh Berikut!

0

Menghadapi anak yang tidak mau makan nasi pasti bikin Moms jadi pusing. Apalagi saat Moms sudah mencoba berbagai cara tapi ternyata si kecil tidak mau sama sekali menyentuh piringnya. Padahal nasi bukan hanya menyimpan kandungan karbohidrat saja tetapi juga kalsium, kalium, magnesium dan vitamin B kompleks yang bagus untuk pertumbuhan. 

Untuk Moms yang mulai lelah dan putus asa mencari cara mengatasi sibuah hati tidak mau makan nasi, bisa mencoba menerapkan beberapa cara berikut ini!

1. Memberikan minyak ikan untuk anak

Dikutip dari Kumparan, menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, memberikan minyak ikan untuk anak yang tidak mau makan nasi juga bisa jadi salah satu solusi karena minyak ikan mengandung omega-3. 

“Kalau minyak ikan dengan dosis yang tepat bisa (meningkatkan nafsu makan anak) karena mengandung omega-3. Jadi ada EPA dan DHA-nya,” ungkap dr. Jovita. 

2. Mencoba mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lain

Saat si Kecil mulai tidak mau makan nasi, coba deh Moms ganti dengan sumber karbohidrat lainnya. Moms bisa menerapkan beberapa makanan pengganti nasi seperti roti sandwich, oatmeal yang divariasikan dengan buah, atau mencoba membuat olahan kentang. Moms juga bisa mengganti dengan pasta dengan saus bolognese yang disukai anak-anak. 

3. Memberi perasa pada nasi agar tidak hambar

Saat anak tidak mau makan nasi, bisa jadi karena nasi terasa hambar dan kurang memiliki rasa. Untuk menyiasati hal ini, Moms bisa menggunakan kaldu ayam untuk dimasak bersama nasi sehingga menghasilkan nasi gurih. Atau Moms bisa memasak nasi uduk yang lezat sehingga mampu memberikan cita rasa baru untuk nasi. Cara paling mudah lainnya bisa dengan mencampur nasi panas dengan butter atau menaburi dengan bawang goreng. 

4. Menjelaskan tentang pentingnya menu 4 sehat 5 sempurna

Langkah terakhir bila anak tidak mau makan nasi adalah dengan memberikan edukasi bagaimana pentingnya makanan 4 sehat 5 sempurna. Moms bisa mengajak si Kecil berdiskusi dengan suasana yang menyenangkan atau menggunakan alat peraga yang lucu untuk memberikan edukasi ini sehingga si Kecil merasa lebih tertarik dan lebih mudah mengerti. 

5 Cara Sederhana Meningkatkan Kreativitas Anak

0

Kreativitas anak yang satu dengan lainnya tentu saja berbeda. Ada anak yang punya kreativitas dibidang seni musik, ada yang kreatif melukis atau menggambar, atau bahkan ada yang punya kreativitas dalam menulis. Jadi jangan dipaksa dan disamakan ya, Moms!

Kreativitas ini adalah salah satu potensi yang sangat penting dimiliki anak sejak dini. Karena kreativitas memiliki pengaruh yang sangat besar dalam aspek perkembangan anak, baik itu kecerdasan kognitif, emosional, hingga pole berpikir. Moms, bisa mengasah kreativitas si Kecil sejak dini dengan beberapa cara berikut.

1. Sediakan tempat khusus bagi anak untuk berkreasi

Salah satu cara membuat anak jadi kreatif adalah dengan memberikan tempat khusus bagi mereka untuk berkreasi. Nggak harus ruangan khusus kok, bisa berupa meja belajar dan kursi kemudian siapkan saja hal-hal yang mereka suka, misalnya saja kerta gambar, pensil, crayon, atau spidol. Cara ini bisa memudahkan anak bila mereka tiba-tiba saja mendapatkan ide, ia bisa langsung mengerjakan di meja belajarnya. 

2. Batasi pemakaian gadget

Gadget memang menjadi salah satu barang yang saat ini susah terpisah dari anak. Tapi, demi meningkatkan kreativitas anak, Moms harus menghindarkan si kecil dari pemakaian gadget terlalu lama. Membatasi pemakaian gadget akan membuat anak belajar berinteraksi dengan lingkungan untuk menemukan hal-hal yang mereka minati dan membuat penasaran. Biasanya dari sinilah kreativitas baru bisa muncul pada si Kecil 

2. Biarkan anak merasa bosan

Kenapa harus membuat anak jadi bosan? Ini adalah salah satu cara yang bisa Moms lakukan supaya si Kecil bisa mendapatkan inspirasi baru. Ketika bosan, anak punya kecenderungan untuk memutar otak bagaimana cara agar mereka bisa keluar dari kebosanan tersebut. So, stop selalu memberikan petunjuk, sesekali biarkan mereka menemukan inspirasi sendiri. 

4. Biarkan anak menentukan hal yang menjadi minat mereka

Meningkatkan kreativitas anak juga bisa dengan cara memberikan kesempatan [ada mereka untuk mengekspresikan dan memilih kegiatan yang mereka sukai. Jangan memaksakan apa yang Moms suka, anak juga harus suka, padahal belum tentu si Kecil menyukai apa yang Moms suka. Salah satu cara menemukan minat anak adalah dengan melakukan kegiatan orang tua dan anak sambil membuat daftar tentang hal-hal yang diminatinya. Jika sudah menemukan apa yang anak suka, Moms bisa membuat konsep kegiatan yang menyenangkan bersama si Kecil.