Monday, April 12, 2021
Home Blog Page 2

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa Serta Hubungannya

0
anak terlambat bicara 2 tahun

Tubuh membutuhkan energi yang berasal dari makanan, dan nutrisi pemberi energi terbesar adalah gula yang tersedia dalam berbagai bentuk. Contohnya adalah karbohidrat, sukrosa, dan laktosa. Masing-masing memiliki komposisi tersendiri. Karbohidrat sudah sangat dikenal karena berasal dari tepung, nasi, singkong, dan sebagainya. Namun, hanya sedikit yang mengenal sukrosa dan laktosa padahal keduanya sering kita konsumsi. Nah, Anda pasti penasaran bukan dengan perbedaan laktosa dan sukrosa. Kali ini Kami akan jelaskan pada artikel berikut ini.

Pengertian laktosa

Pengertian laktosa

Laktosa disebut dengan nama gula susu. Anda akan menemukan gula jenis ini di susu dan produk turunannya. Komposisinya mirip dengan karbohidrat dari nasi, hanya saja memiliki perbedaan susunan kimia. Jika dipecah, laktosa terdiri dari glukosa dan galaktosa. Glukosa adalah sumber energi yang langsung diserap tubuh. Tapi untuk memecah atau mencerna laktosa, tubuh membutuhkan enzim khusus. Jika bertanya mengenai perbedaan laktosa dan sukrosa, Anda bisa melihat komposisi turunannya.

Laktosa sangat penting untuk bayi karena membantu pertumbuhan, karena bayi belum siap mencerna makanan pada umumnya sehingga susu adalah pilihan utama. Jika mengalami kekurangan ini, anak memiliki peluang terlambat bicara lebih besar. Hal ini terkait dengan pertumbuhan saraf motorik dan otak dimana laktosa sebagai sumber nutrisi utama.

Pengertian sukrosa

Bila Anda pernah merasakan makan gula pasir, inilah yang disebut sukrosa. Produksi gula ini menggunakan bahan baku tebu dan gula merah yang berasal dari nira. Kedua jenis gula tersebut membuat tubuh segar kembali setelah dikonsumsi. Sukrosa adalah karbohidrat dengan komposisi fruktosa dan glukosa. Secara umum, sukrosa mirip dengan karbohidrat dan laktosa hanya susunan kimia lebih sederhana. Jadi, inilah perbedaan laktosa dan sukrosa yang paling mendasar.

Gejala anak terlambat bicara 2 tahun dapat diterapi dengan makanan manis. Salah satunya adalah pemberian gula tebu. Hal tersebut membuat lidah menjadi lebih sensitif. Tentu saja, tetapi ini harus dengan pengawasan ahli sebab terlalu banyak gula membuat anak lebih aktif dan beresiko obesitas. 

Meskipun berbeda, laktosa dan sukrosa memiliki peran yang mirip sebagai sumber energi. Makanan seperti nasi dan singkong membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dicerna agar energi siap digunakan. Sebaliknya, laktosa dan sukrosa mempunyai fase pencernaan yang singkat sehingga siap menjadi penambah tenaga yang efektif.

Mengenal Fungsi Laktosa Pada Susu Untuk Perkembangan Bayi

0
susu formula untuk anak 1 tahun

Bayi membutuhkan susu terutama ASI untuk membantu perkembangannya agar lebih optimal. Secara umum, fungsi ASI sama dengan susu yang sering diminum karena mengandung laktosa. Tidak hanya itu, ASI ini merupakan susu yang spesial karena sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi di 6 bulan pertama.

Ini tidak lain karena kandungan gizinya yang lengkap. Namun kali ini kami akan membahas sedikit tentang laktosa. Untuk mengetahui fungsi laktosa pada susu, simak ulasan berikut ini.

susu formula untuk anak 1 tahun
  1. Sumber Energi Utama Pada Bayi

Laktosa terkandung pada  susu dan produk turunannya seperti keju, yogurt, dan sebagainya. Secara umum, komposisinya terdiri dari glukosa dan galaktosa. Glukosa adalah gula sederhana dan laktosa juga bentuk lain gula dengan susunan kimia yang lebih kompleks atau sering disebut dengan karbohidrat. Makanya tidak mengherankan bila bayi akan merasa kenyang dan berenergi setelah minum susu atau makan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi.

  1. Perkembangan Pencernaan

Bayi membutuhkan ASI untuk membantu memaksimalkan perkembangan saluran pencernaan. Sebagaimana yang telah diketahui, sistem pencernaan bayi masihlah belum sempurna sehingga  tidak dapat mencerna makanan padat. Dengan kebutuhan asupan karbohidrat dan gizi yang tinggi maka pilihannya adalah ASI atau pengganti ASI. Kandungan laktosa dalam susu bertugas untuk membantu memaksimalkan perkembangan pencernaan, organ, hingga terbentuklah sistem yang sempurna.

  1. Pertumbuhan Tulang Dan Otot

Jika membahas mengenai fungsi laktosa pada susu, salah satu fungsinya adalah membantu pertumbuhan tulang dan otot. Fungsi ini sudah tidak Asing lagi sebab anak-anak dan dewasa sering minum susu agar sehat dan tulang kuat. Fungsi yang sama berlaku untuk bayi terutama saat mereka minum susu formula untuk anak 1 tahun.

  1. Perkembangan Otak 

Pertumbuhan dan perkembangan bayi dipengaruhi oleh asupan nutrisinya. Pemberian ASI sangat berkaitan dengan hal tersebut termasuk juga susu. Selain perkembangan pencernaan dan otot, laktosa dan nutrisi dalam susu berperan aktif untuk membentuk sel saraf di otak. Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan otak usia dini berperan dalam kecerdasan anak. Oleh karena itu, pemberian susu formula untuk anak 1 tahun harus lebih intensif.

Penjelasan diatas menunjukkan bahwa susu mempunyai peran penting untuk perkembangan bayi. Ini karena salah satu kandungan penting di dalamnya, yaitu laktosa yang berfungsi  sebagai sumber energi. Ketika kebutuhan karbohidrat terpenuhi, metabolisme menjadi lebih baik dan bayi tumbuh lebih sehat. Hal ini menuntut para orang tua agar memaksimalkan pemberian ASI atau susu formula agar kebutuhan nutrisinya bisa terpenuhi. 

Kenali Periode Emas Anak Untuk Bantu Optimalkan Otaknya

0
perkembangan anak usia 2 tahun

Orang tua harus mengetahui waktu-waktu penting perkembangan buah hati mereka agar dapat membantu tumbuh kembang si kecil dengan baik. Ketika buah hati Anda memasuki usia 2 tahun ini merupakan periode emas anak dalam mengoptimalkan pertumbuhan otak mereka. Sebagai orang tua Anda tidak boleh melewatkan momen penting ini karena hanya terjadi sekali seumur hidup.

Cara Bantu Mengoptimalkan Perkembangan Otak Anak

perkembangan anak usia 2 tahun

Si kecil akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sejak usia 0-3 tahun. Agar anak Anda tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas maka orang tua harus membantu proses tumbuh kembang ini dengan beberapa cara di bawah ini:

Cukupi Kebutuhan Gizi Anak

Kebutuhan gizi selama periode emas anak ini harus tercukupi dengan baik. Pemenuhan tersebut dimulai dari pemberian ASI eksklusif serta makan pendamping ASI ketika anak sudah memasuki usia 6 bulan. Hal yang tidak boleh Anda abaikan yaitu memberikan vitamin, protein dan nutrisi dalam setiap pemberian MPASI karena semua itu diperlukan selama masa pertumbuhan. Agar anak tumbuh dengan tulang yang sehat dan kuat maka perhatikan pula asupan kalsium anak Anda.

Dukung Dengan Lingkungan Yang Positif

Perkembangan anak juga dapat dipengaruhi lingkungan sekitar. Lingkungan terkecil dimulai dari keluarga sehingga peran orang tua adalah menciptakan hubungan positif antara anak dengan orang tua serta anggota keluarga yang lain. Proses tumbuh kembang anak Anda akan berjalan baik dengan pengalaman positif yang didapatkan dari lingkungannya.

Memberikan Stimulus

Pada perkembangan anak usia 2 tahun mereka harus diberikan stimulus yang tepat untuk melatih otaknya. Memberikan stimulus ini dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti mengajak anak bermain tanpa memaksa. Anda juga dapat melakukan beberapa gerakan atau perilaku sehingga anak Anda akan menirukannya. Selain itu, cara memberikan stimulus juga dapat berupa pujian atau hadiah karena telah berhasil melakukan sesuatu.

Meluangkan Waktu

Sesibuk apapun Anda, tetap usahakan untuk meluangkan waktu bersama anak karena mereka perlu untuk berkomunikasi, sosialisasi, dan memecahkan masalah. Selain dapat membantu anak untuk melakukan beberapa hal tersebut, meluangkan waktu bersama anak juga akan meningkatkan kedekatan anak dengan orangtua.

Ciri Perkembangan Anak Yang Wajib DiKetahui Orang Tua

0
ciri perkembangan anak

Anak-anak usia dini akan terus mengalami berbagai macam perkembangan, termasuk salah satunya adalah perkembangan karakter. Setiap individu mempunyai karakteristik atau kepribadian yang berbeda. Kriteria anak usia dini yaitu jika anak tersebut berusia mulai dari 0-8 tahun. Agar lebih memahami ciri perkembangan anak Anda maka silahkan simak ulasan di bawah ini:

Macam-Macam Perkembangan Anak Usia Dini

https://cintaibu.com/parenting/perkembangan-bahasa-anak-usia-dini-773.html

Orang tua akan dengan senang hati memamerkan kemampuan buah hati mereka selama proses tumbuh kembang. Berikut adalah beberapa macam perkembangan anak yang perlu diketahui oleh semua orang tua.

Perkembangan Akal

Anak usia dini mempunyai dunia fantasinya sendiri sehingga Anda tidak perlu heran jika si kecil sering menceritakan sesuatu yang terdengar berlebihan. Cara berpikir mereka pun masih konkrit sehingga Anda dapat menggunakan contoh nyata ketika berkomunikasi. Selain itu, anak dalam tahap usia dini juga masih belum mampu membedakan antara kenyataan dan imajinasi.

Perkembangan Linguistik

Perkembangan bahasa anak usia dini mengalami beberapa fase yaitu fase 0-12 bulan, 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun dan 5-6 tahun. Bahasa bayi usia 0-12 yaitu babbling serta mampu mengenali respon suara.

Pada tahap usia 1-2 tahun bayi akan mulai mampu menghasilkan kata tunggal serta mampu menunjukkan beberapa bagian anggota tubuh. Si kecil akan mampu membuat kalimat yang terdiri dari dua atau tiga kata ketika memasuki usia 2-3 tahun meskipun belum bisa mengucapkan dengan sempurna.

Perkembangan bahasa anak akan semakin mendekati sempurna pada tahap usia 6 tahun. Mereka sudah mempunyai kosakata yang luas serta mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik.

Perkembangan Fisik

ciri anak yang mempunyai perkembangan fisik yang baik dapat dilihat dari keseimbangan tubuhnya. Anak-anak sudah dapat menjaga keseimbangan ketika berjalan, berlari, menangkap mainan dengan kedua tangan atau naik turun tangga. 

Selain itu, perkembangan fisik anak juga dapat lihat ketika Anda bisa melakukan gerakan kecil dengan baik seperti jalan sambil berjinjit serta anak bisa menggerakkan tubuhnya seperti menari dengan cukup baik. Jika anak Anda masih kesulitan melakukan dua hal sekaligus, tidak perlu khawatir karena masih wajar.

Cara Melakukan Toilet Training Anak yang Mudah dan Efektif

0
Melakukan Toilet Training Anak

Anak balita umumnya buang air kecil maupun besar langsung pada popok. Untuk itu, penting bagi orang tua memberi arahan bagaimana melakukan BAK maupun BAB di tempat yang tepat agar tidak menjadi kebiasaan buruk. Kegiatan edukasi anak ini dikenal dengan istilah toilet training. Menariknya lagi, toilet training ini juga bisa dijadikan sebagai indikator dalam menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Nah, bagi para ibu yang masih bingung cara melakukan toilet training anak, yuk simak ulasan berikut ini.

Usia yang Tepat untuk Toilet Training

Melakukan Toilet Training Anak

Toilet training merupakan edukasi dasar untuk setiap anak, akan tetapi dalam melakukannya tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Agar lebih efektif, usia anak juga perlu diperhatikan sebelum melakukan toilet training. Pada umumnya, anak-anak siap menerima toilet training pada usia 18 bulan. Meski begitu, beberapa anak mungkin membutuhkan usia yang lebih matang. Namun, kebanyakan anak sudah siap bisa menggunakan toilet dengan baik di usia 36 bulan.

Selain usia, Anda juga perlu melihat ciri-ciri lain yang menandakan kesiapan anak dalam melakukan toilet training. Adapun ciri-cirinya yang ditunjukkan anak yaitu:

  • Anak menunjukkan ekspresi ketika menahan buang air kecil maupun besar.
  • Popok masih kering ketika bangun tidur ataupun 2 jam setelah pemakaian.
  • Anak tidak buang air besar di popok ketika malam hari.
  • Waktu buang air besar setiap harinya tidak jauh berbeda.

Bagaimana Cara Melakukan Toilet Training?

Adapun cara melakukan toilet training anak yaitu:

  • Mengenalkan Anak Kepada Toilet

Langkah pertama yang perlu para ibu lakukan dalam toilet training yaitu mengenalkan toilet pada anak. Bentuk pengenalan disini berupa penjelasan terkait fungsi toilet. Selain itu, jelaskan juga pada buah hati jika untuk menggunakan toilet harus melepas popok maupun celana.

  • Memilih Pispot yang Tepat

Setelah mengenalkan anak tentang toilet, Anda juga harus memilih pispot yang tepat. Sebaiknya pakai pispot anak agar lebih mudah saat BAK maupun BAB.

  • Mengingatkan Buah Hati

Saat melakukan toilet training, daripada bertanya apakah si kecil ingin BAK atau BAB akan lebih baik diingatkan. Ingatkan anak Anda untuk selalu berbicara jika ingin buang air besar ataupun kecil.

  • Mengajak Anak Beraktivitas di Toilet

Agar anak lebih mudah memahami cara penggunaan toilet, maka tidak ada salahnya jika mengajaknya ketika Anda beraktivitas  di toilet. Hal tersebut bisa dilakukan ketika para ibu merasa nyaman.

Nah, demikian tadi tutorial cara menggunakan toilet training anak yang mudah dilakukan. Ingat, perhatikan kesiapan anak sebelum mengajarkan cara penggunaan toilet.

4 Hal yang Diajarkan Orang Tua Saat Mendidik Anak Usia 3 Tahun

0
mendidik anak usia 3 tahun

Di usia 3 tahun, anak jadi semakin pintar dan kritis. Usia ini bisa dibilang sebagai usia yang cukup menantang bagi orang tua, sampai-sampai ada istilah terrible three. Pada usia ini, anak memang mulai belajar mandiri, jadi jangan heran ketika mereka ingin melakukan semuanya sendiri. Jika ibu sedang dalam fase mendidik anak usia 3 tahun, ada beberapa wah wajib yang harus diajarkan agar mereka sepenuhnya bisa mandiri dan tumbuh kembangnya optimal.

Apa saja hal wajib tersebut? Simak ulasan berikut!

mendidik anak usia 3 tahun

1. Ajarkan anak memakai baju sendiri 

Cara mendidik anak usia 3 tahun yang pertama harus ibu ajarkan adalah belajar memakai baju sendiri. Menurut Mike Mosiman, co-author The Smarter Preschooler: Unlocking Your Child’s Intellectual Potential, seorang anak usia 3 tahun harus bisa menggunakan pakaian dasar seperti memakai celana dan sandal. Ibu bisa memulai dengan memilihkan pakaian yang mudah dipakai seperti kuas atau celana tanpa kancing. 

2. Mengajarkan cara Potty Training

Kesiapan potty training pada anak berbeda-beda. Tapi secara umum, anak mulai belajar potty training pada usia 3 tahun. Di usia ini mereka mulai menunjukkan ketertarikan untuk menggunakan toilet. Mengajarkan potty training bukan hal yang mudah, apalagi di minggu-minggu awal. Tapi ibu jangan menyerah ya! Berikan pujian setiap anak berhasil melakukan potty training yang ibu ajarkan.

3. Mengajarkan makan sendiri

Ibu juga bisa mendidik anak usia 3 tahun dengan mengajarkan untuk makan sendiri tanpa disuapi. Ibu bisa menyediakan sendok makan khusus berbahan plastik khusus anak-anak agar mudah digunakan untuk Si Kecil. Atau bisa juga dengan memberikan finger food supaya jari-jari mereka tetap aktif bermain dengan makanan. Kunci agar anak berhasil makan secara mandiri adalah menjadikan waktu makan sebagai waktu yang seru, menyenangkan, dan selalu dinanti.

4. Mengajarkan bagaimana cara berteman

Di usia 3 tahun, anak sudah bisa bersosialisasi dengan orang lain atau teman sebaya. Untuk itu, ibu bisa memberikan waktu playdate dengan teman seusianya. Playdate adalah cara mendidik anak usia 3 tahun yang sangat baik untuk mengajarkan anak belajar berempati, berbagi, serta bersosialisasi, karena di usia ini perasaan mereka mulai terbentuk. 

Cemilan Sehat dan Bergizi yang Baik Untuk Anak Kecil

0
cemilan anak sehat dan bergizi
cemilan anak sehat dan bergizi

Saat memasuki usia balita, si Kecil akan membutuhkan asupan energi yang lebih banyak dari sebelumnya, karena aktivitas si Kecil akan lebih aktif di luar maupun saat di dalam rumah. Untuk memenuhi kebutuhan nya, Bunda bisa memberikan cemilan anak sehat dan bergizi sebagai tambahan. 

Sebagai orang tua, tentu Bunda ingin si Kecil tetap sehat dan berenergi saat bermain bersama teman-temannya, bukan?

Memilih cemilan sehat untuk anak sebagai makanan tambahan itu merupakan ide yang bagus, karena untuk memenuhi kebutuhan gizinya tidak harus selalu dari makanan pokok saja, Bunda juga bisa memberikan tambahan gizi dari camilan, selain itu anak kecil juga akan lebih senang jika diberikan cemilan daripada diberi makanan pokok seperti biasa.

Lalu seperti apa cemilan anak sehat dan bergizi yang baik untuk si Kecil?

cemilan anak sehat dan bergizi
cemilan anak sehat dan bergizi

Makanan yang tidak mengandung perasa dan pewarna

Tidak hanya untuk anak kecil saja, untuk orang dewasapun makanan ini tidak baik untuk dikonsumsi. Efek buruk saat si kecil mengkonsumsi makanan yang mengandung perasa dan pewarna adalah bisa terganggu nya sistem kerja enzim alami pada sistem pencernaan si Kecil, sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu sistem pencernaan nya.

Jika memang dibutuhkan, akan lebih baik Bunda membuatnya sendiri, Bunda bisa menggunakan bahan alami untuk membuat perasa dan pewarna dari buah-buahan atau sayuran. 

Pilih cemilan yang mengandung nutrisi

Untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil, Bunda bisa memilih cemilan yang mengandung serat dan kadar air yang tinggi, selain itu pilih juga cemilan sesuai kebutuhan gizi dan mineral si Kecil untuk tumbuh kembang yang optimal.

Buat cemilan untuk si Kecil sendiri

Jika Bunda biasa membeli cemilan sehat untuk anak, sekarang cobalah berkreasi dengan buatan Bunda sendiri, karena tidak semua cemilan untuk anak yang dijual di pasaran itu selalu sehat. 

Dengan membuat cemilan sendiri, Bunda bisa memberikan kandungan gizi dan mineral yang cukup untuk kebutuhan si Kecil dan memastikan bahwa cemilan itu benar-benar sehat dan higienis. 

Membuat cemilan anak sehat dan bergizi tidaklah sulit, bunda bisa membuatnya dengan bahan yang mudah didapat dan cara sederhana, dengan begitu Bunda sudah bisa menyiapkan cemilan sehat untuk anak.

Penting, Begini Cara Anak Jalan Cepat yang Bisa Diterapkan Para Ibu

0
cara anak cepat jalan
cara anak cepat jalan

Memiliki anak yang aktif dan cepat tanggap tentu menjadi harapan bagi semua orang tua, termasuk melihatnya berjalan. Pada umumnya, fase setiap anak untuk mulai berjalan berbeda-beda tergantung kekuatan motorik yang dimilikinya. Meski begitu, peran orang tua sangatlah penting untuk mendorong anak belajar berjalan. Nah, berikut telah kami rangkumkan cara anak jalan cepat yang mudah dipraktekkan.

Usia Bayi Bisa Berjalan

Secara umum, bayi mulai belajar berjalan pada umur 4-15 bulan. Sebelum belajar berjalan, anak terlebih dahulu belajar duduk dan berdiri. Selama belajar berdiri, bayi secara perlahan melatih kekuatan otot maupun anggota geraknya. Para orang tua cenderung melatih sang buah hati berjalan ketika bisa berdiri dengan baik. Proses berjalan anak tidak bisa langsung lancar, melainkan bertahap hingga akhirnya bisa berjalan tanpa alat bantu. Anak bisa berjalan sendiri pada usia 6 hingga 10 bulan.

cara anak cepat jalan
cara anak cepat jalan

Cara Menstimulasi Anak Cepat Jalan

Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk menstimulasi anak agar bisa berjalan dengan cepat.

  • Menitah Anak

Langkah dasar yang bisa dilakukan para bunda untuk menstimulasi anak agar cepat jalan yaitu menitah anak. Menitah yaitu mengajak anak berjalan bersama dengan posisi ibu di belakangnya sambil memegang tubuhnya. Menitah umumnya dilakukan ketika anak baru bisa berdiri. Selain mengajarkan jalan, menitah bertujuan untuk melatih kekuatan kaki.

Menitah ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu memegang area di bawah ketiak atau menggenggam tangannya. Cara pertama umumnya digunakan pada saat anak baru pertama belajar berjalan. Jika kakinya sudah mulai kuat menopang tubuh, menitah bisa dilakukan dengan menggenggam tangannya.

  • Melatih Jalan tanpa Alas Kaki

Cara efektif dalam mengajarkan anak berjalan yaitu dengan bertelanjang kaki, bisa dilakukan di tanah, rumput ataupun lantai. Bertelanjang kaki akan membantu buah hati membentuk otot kaki serta melakukan penguatan di pergelangan kaki. Selain itu, anak juga akan lebih cepat dalam melatih koordinasi maupun keseimbangan.

  • Melatih Jalan Menggunakan Kursi

Selain melatih menggunakan tangan, Anda juga bisa mengajari anak berjalan dengan menggunakan kursi. Gunakanlah kursi yang ringan agar si kecil lebih mudah untuk mendorongnya. Setelah itu, biarkan anak mendorong kursi sambil berjalan ke segala arah.

Itulah tadi cara anak jalan cepat dengan mudah yang dapat diterapkan oleh para ibu. Selain beberapa cara di atas, Anda juga bisa melatih jalan sambil bermain bersama anak.

Yuk Ajak Anak Belajar Sepeda, Ini 3 Langkah Mudahnya!

0
belajar Sepeda
belajar Sepeda

Menurut riset dari sebuah brand, First Choice yang melibatkan para orang tua di Inggris. Disebutkan bahwa hampir 50% anak-anak usia 6 tahun belum bisa naik sepeda. Salah satu penyebab terjadinya hal ini karena orang tua tidak punya waktu untuk mengajari sang buah hati. Belajar bersepeda untuk si kecil memang bukan hal mudah tapi kegiatan ini bisa menjadi waktu bonding tersendiri bersama anak. Jika ibu saat ini berencana untuk belajar sepeda bersama anak, ada beberapa cara yang bisa diterapkan, simak yuk!

1. Jangan memakai sepeda baru, gunakan sepeda bekas

Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah memberikan sepeda baru ketika anak sedang ingin belajar sepeda. Ini malah membuat anak merasa kagok karena belum terbiasa. Sebaiknya gunakan sepeda lama yang biasa ia naikini, seperti sepeda roda 4 miliknya dulu. Saat anak sudah siap belajar sepeda roda dua, ibu bisa melepas roda yang berada di kiri dan kanan. Setelah cukup lancar memakai sepeda roda dua, baru deh ibu bisa membelikan sepeda baru. 

belajar Sepeda
belajar Sepeda

2. Gunakan sepeda dengan ukuran yang lebih kecil

Cara belajar sepeda ini berbeda dengan metode kebanyakan. Anak akan belajar untuk menyeimbangkan sepeda lebih dulu sebelum untuk belajar mengayuh pedal dan mengarahkan stang. Gunakan sepeda yang lebih kecil atau turunkan lebih jok sepeda lebih rendah agar kaki anak bisa mudah menapak tanah. Setelah mereka terbiasa dengan keseimbangan, ibu bisa mulai meninggikan joknya agar lebih nyaman. 

3. Gunakan roda tambahan

Umumnya sepeda untuk para pemula ini dilengkapi dengan dua roda tambahan di sebelah kiri dan kanan. Fungsi kedua roda ini dapat membantu si kecil menjaga keseimbangan saat bersepeda. Metode ini membuat anak bisa belajar mengarahkan pedal sepeda pertama tanpa khawatir harus menjaga keseimbangan sepeda. Ia juga bisa sambil belajar cara mengayuh dan menguasai kemudi. Nantinya secara bertahap mereka bisa meninggalkan roda tambahan tersebut saat sudah cukup stabil. 

Belajar sepeda baik untuk membuat anak aktif, menjaga kesehatan fisik dan juga mental anak. Selain bersepeda, ibu juga bisa mengajak anak belajar berenang. Bukan hanya baik dari segi kesehatan tubuh, berenang juga bisa buat anak cepat tinggi.

14 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Bahasa

0
kecerdasan bahasa
kecerdasan bahasa

Punya anak yang sudah pandai berbicara saat masih kecil tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ibu. Ini tandanya Si Kecil memiliki kecerdasan linguistik. Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan yang berkaitan erat dengan kemampuan bahasa atau komunikasi baik itu melalui bicara atau menulis. Kecerdasan bahasa memungkinkan anak memiliki hobi membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan cerita.

Perkembangan bahasa anak dengan kecerdasan bahasa jauh lebih cepat dibanding anak lainnya, terbukti mereka bisa membaca lebih cepat dibanding anak lain seumurnya. Bahkan sejak baru lahir, anak sudah bisa menunjukkan kecerdasan berbahasa loh! Sejak usia dini mereka menunjukkan ketertarikan untuk mengajak berbicara orang lain atau membaca buku, Ketika memasuki usia 4 bulan, anak sudah mulai tertarik membaca buku bersama ibu. Bahkan ketika nanti anak sudah berusia 6 bulan, ibu jangan kaget kalau mereka sudah bisa membaca buku sendiri. Lantas, seperti apa sih ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan bahasa? Simak yuk, ulasan berikut!

kecerdasan bahasa
kecerdasan bahasa
  1. Anak punya perbendaharaan kata yang jauh lebih banyak daripada anak seusianya. 
  2. Anak suka diajak berbicara atau kerap kali mengajak orang lain berkomunikasi. 
  3. Anak mudah memahami istilah-istilah baru.
  4. Anak tidak takut berbicara di depan banyak orang.
  5. Anak punya hobi membaca buku.
  6. Anak senang dibacakan dongeng atau cerita oleh orang tua.
  7. Anak gemar menceritakan ulang buku yang ia baca. 
  8. Anak gemar bercerita pada orang tua, teman, atau orang terdekat. 
  9. Anak suka berdiskusi dan memberi tanggapan saat mendengar orang lain berbicara.
  10. Anak menyukai seni sastra seperti puisi dan juga seni peran seperti teater. 
  11. Suka diajak ke perpustakaan.
  12. Memiliki ketertarikan belajar bahasa asing.
  13. Sering menyematkan humor dan percakapannya.
  14. Tertarik untuk mengenali beberapa bahasa asing, termasuk bahasa daerah.

Itulah ciri anak yang memiliki kecerdasan bahasa. Ketika anak sudah menunjukkan ketertarikan dan kecerdasannya di bidang berbahasa verbal, maka ibu bisa menstimulasi agar kecerdasan mereka semakin optimal. Beberapa cara menstimulasi kecerdasan bahasa anak yang bisa ibu lakukan seperti mengajaknya ngobrol, bercerita, membacakan buku cerita, hingga mengajarkan untuk menulis. 

Metadesk: