Sunday, June 7, 2020
Home Blog Page 3

Mengenal 4 Tahapan Perkembangan Kognitif Anak Menurut Piaget

0

Seorang psikolog bernama Jean Piaget, mengembangkans ebuah terori perkembangan kognitif anak yang diterbitkan pada tahun 1952. Menurut Piaget, perkembangan anak kognitif anak merupakan sebuah proses genetik yang berdasar mekanisme biologis perkembangan sistem saraf. Semakin usia anak bertambah, maka susunan sel sarafnya semakin komplek dan kemampuan mereka pun ikut meningkat. Piaget sendiri membagi tahapan perkembangan kognitif anak dalam 4 tahap. 

1. Tahap Sensorimotor, Usia 0 – 24 Bulan

Tahapan kognitif anak yang pertama adalah tahap sensorimotor yang dialami oleh bayi baru lahir (0 bulan) hingga bayi usia 4 bulan atau 2 tahun. Tahap awal ini, anak-anak masih sangat terbatas kemampuannya. Tapi Moms nggak perlu khawatir karena setiap bayi terlahir di dunia dengan refleks dan rangsangan yang baik untuk mencari tahu bagaimana dunia mereka.  

Kemampuan kognitif yang yang biasanya dimiliki anak usia ini seperti suka memperhatikan sesuatu dalam waktu lama, memperhatikan objek sebagai hal tetap, dan melihat dirinya sebagai objek yang berbeda dari sekelilingnya. 

2. Tahap Pra-Operasional, Usia 2 – 7 Tahun

Tahapan ini terbagi menjadi 2 yaitu Pre-operasional (2 – 4 tahun) dan Intuitif (4 – 7 tahun). Ciri-ciri utama perkembangan kognitif anak di fase ini adalah mulai berkembangnya konsep intuitif dan penggunaan simbol. 

Di tahapan pre-operasional, anak sudah bisa mengembangkan konsepnya menggunakan bahasa sederhana, meski sering mengalami kesalahan dalam memahami suatu objek. 

Sedangkan pada fase Intuitif (4 – 7 tahun), pengetahuan yang diperoleh anak akan didasarkan pada kesan yang lebih abstrak. Ia dapat menyimpulkan tapi tidak mampu mengungkapkan dengan kata-kata. Di usia ini, anak-anak sudah mulai bisa mengungkapkan isi hatinya. 

3. Tahap Operasional Konkret, Usia 7-11 Tahun

Perkembangan kognitif anak di fase ini terbilang operasional konkret dengan beberapa ciri berikut: mampu mengelompokkan objek atau situasi tertentu, mengurutkan sesuatu, mulai bisa berpikir logis, dan memahami tentang konsep sebab akibat. Di tahap ini, anak juga bisa mulai belajar membaca dan matematika. 

4. Tahap Operasional Formal, Mulai Usia 11 Tahun

Masuk usia ini, perkembangan kognitif dan kecerdasan emosional anak lebih matang, mereka sudah bisa menguasai penalaran berpikir abstrak. Mereka sudah bisa membuat kesimpulan dari sebuah informasi yang didapat, bisa melihat tentang realitas yang abu-abu (karena kehidupan tidak selalu hitam dan putih). Dan tak kalah penting, bisa memahami konsep yang bersifat abstrak seperti nilai dan cinta. 

Ibu Muda Wajib Baca! Tahapan Penting Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

0
perkembangan anak usia 2 tahun

Proses tumbuh kembang anak setiap tahunnya selalu berbeda. Perkembangan anak usia 2 tahun, umumnya mereka mampu membentuk hubungan antar saraf yang jumlahnya tak terhitung. Proses ini membantu anak usia 2 tahun memahami tentang apa dan bagaimana suatu hal ada atau terjadi. Anak usia 2 tahun juga sudah mulai bisa memahami konsep di dalam, di luar, di sana, jauh, dekat, bawah, atau di mana. Masih ada beberapa tahapan perkembangan anak 2 tahun yang harus Moms tahu, simak yuk ulasan berikut!

perkembangan anak usia 2 tahun

1. Pertumbuhan fisik anak 2 tahun yang ideal

Perkembangan anak usia 2 tahun dari segi fisik yang pertama adalah tumbuhnya 16 gigi pertama, selain itu berat badan dan tinggi bertambah. Idealnya berat badan anak usia 2 tahun berkisar 10-13 kilogram dengan tinggi mulai 84-89 cm. Untuk meningkatkan perkembangan fisik si Kecil, Moms bisa mengajak anak melakukan beberapa kegiatan seperti berjalan kaki bersama, bermain di playground, olahraga ringan seperti main bola, hingga meminta si Kecil untuk membereskan mainannya.  

2. Perkembangan keterampilan motorik anak

Selain perkembangan fisik, Moms juga harus mengamati perkembangan motorik mereka. Di usia 2 tahun, anak biasanya sudah memiliki kemampuan untuk berlari dengan koordinasi yang baik, dan keseimbangan mereka juga mulai meningkat. Bukan hanya berlari, anak juga bisa berlari sambil mengambil objek, melempar bola, serta menendang bola tanpa kehilangan keseimbangan. Sementara untuk kegiatan sehari-hari, mereka juga mulai terampil membuka pintu, memperhatikan buku serta membalik halamannya, bisa menyusun balok mainan, dan siap untuk diajak potty training. 

3. Perkembangan sensorik dan motorik

Pada usia 2 tahun, anak sudah bisa bicara dengan menggabungkan 2 hingga 3 suku kata. Kosa kata mereka juga meningkat menjadi 50 hingga 300 kata. Jumlah ini cukup bervariasi dari satu anak ke anak lainnya. Jumlah kosa kata yang semakin banyak, membuat anak mulai bisa berkomunikasi mengungkapkan apa yang mereka mau. Misalnya saja saat ingin ke toilet, ingin minum karena haus, dan merasa lapar, anak sudah bisa menyampaikannya dengan jelas. 

Nah, itu tadi perkembangan anak usia 2 tahun yang perlu ibu muda tahu. Semoga si Kecil sudah menguasai semua perkembangan tersebut ya, Moms!

4 Mainan Untuk Anak 2 tahun Ini Bisa Tingkatkan Kecerdasan Si Kecil

0
Mainan Untuk Anak 2 tahun

Usia 2 tahun adalah usia emas anak-anak. Pada usia 2 tahun, Anak-anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dari segi kemampuan ataupun karakternya. Agar perkembangan anak usia 2 tahun ini maksimal, salah satu cara yang bisa Moms lakukan adalah memberikan mainan yang bisa membantunya berkembang secara optimal. Mainan untuk anak 2 tahun seperti apa sih yang bisa membuat perkembangan mereka optimal?

Mainan Untuk Anak 2 tahun

1. Stacking toys

Stacking toys adalah jenis permainan dimana anak diminta untuk menyusun bentuk dari ukuran yang terbesar hingga terkecil. Bentuk permainan ini macam-macam, ada yang menyusun gelas, bentuk lingkaran, dan juga bentuk menarik lainnya. Salah satu manfaat mainan stacking toys adalah mengasah kemampuan spesial anak. Anak bisa belajar mengenal warna, ukuran, serta bagaimana cara memecahkan masalah. 

2. Bermain Balok

Menyusun mainan Lego atau Dupo pasti jadi hal yang seru bagi anak. Dua jenis mainan untuk anak 2 tahun ini memang paling digemari oleh anak-anak. Moms bisa berikan balok berukuran besar untuk mengurangi resiko tersedak bila anak berusia lebih kecil. Pilih juga jenis permainan yang memiliki warna cerah dengan bahan non-toxic paint. Manfaat permainan ini adalah si Kecil bisa bermain sambil belajar mengenal warna dan bentuk. Mereka juga bisa melatih kesabaran karena membentuk suatu bangunan butuh waktu. 

3. Bermain Bola

Bola adalah permainan klasik yang disukai oleh semua anak. Bola juga cocok sebagai mainan anak 1 tahun. Cara bermain bola juga sangat mudah. Moms bisa bermain bola dimana saja dan kapan saja, baik indoor atau outdoor. Si Kecil juga bisa bermain bersama teman lainnya. Dengan bermain bola, baik itu melempar, menendang atau menangkap dapat melatih motorik anak. Mereka juga bisa mengenal warna dan belajar berkelompok. 

4. Bermain masak-masakan

Ini adalah permainan yang menarik minat anak perempuan. Mainan ini adalah salah satu mainan yang everlasting, sehingga kamu nggak perlu sering-sering dibelikan mainan masak-masakan model baru untuk si Kecil. Manfaat mainan ini adalah mengasah imajinasi anak, sekaligus meningkatkan kreativitasnya. Mereka bisa bermain masak-masakan sendirian maupun bersama teman mereka. Jika bermain bersama teman, maka secara tidak langsung mengajarkan si Kecil bagaimana caranya berbagi dengan teman. Manfaat lainnya, mereka bisa belajar nama makanan, hingga peralatan dapur. 

4 Pilihan Cerita Anak Sebelum Tidur Terbaik Untuk Anak Usia 1-3 Tahun

0
cerita anak sebelum tidur

Membacakan cerita anak sebelum tidur adalah salah satu aktivitas yang dapat mengajarkan anak belajar membaca sejak dini. Aktivitas ini juga jadi salah satu cara untuk mengalihkan kebiasaan ngedot atau ngempeng si kecil. Meski punya manfaat positif, Moms juga harus memilih dengan bijak cerita anak sebelum tidur mana yang ingin dibacakan pada si kecil. Pilih jenis cerita yang sesuai dengan usia si kecil supaya mereka lebih mudah mencerna. 

cerita anak sebelum tidur

Misalnya saja, untuk anak usia 1-3 tahun, pilih cerita anak sebelum tidur yang sederhana dan banyak gambar. Berikut beberapa rekomendasi cerita yang cocok untuk anak usia di bawah 5 tahun. 

1. Kancil dan Buaya

Cerita tentang Kancil adalah salah satu cerita paling populer untuk anak-anak. Salah satunya kisah Kancil dan Buaya. Pada suatu hari, Kancil ingin menyebrangi sungai dan mencari makan di daratan sebelah namun jembatan yang digunakan untuk menyebrang rusak. Sebagai hewan yang cerdik, Kancil mencoba mencari ide bagaimana menyeberang ke daratan sebelah. Akhirnya, Kancil bertemu dengan buaya dan membuat buaya tertipu sehingga bisa menyeberang ke daratan sebelah. 

2. Kelinci Sombong dan Kura-kura 

Cerita ini mengisahkan tentang seekor Kelinci yang sombong, ia merasa dirinya adalah binatang dengan kemampuan berlari paling cepat. Karena sifat sombongnya ini, ia menantang kura-kura untuk lomba lari. Kura-kura yang memiliki sifat rendah hati, menerima ajakan si Kelinci tanpa tahu niat buruk Kelinci sebelumnya.

3. Tikus dan Singa

Ini adalah cerita tentang seekor tikus yang mencoba bersikap jahil pada singa. Secara sengaja tikus tersebut berusaha membangunkan di Singa. Kemudian Singa sangat marah, ia mengejar si Tikus kemudian ingin memakannya. Namun Tikus memohon sambil menangis untuk memaafkannya. Dengan lapang dada Singa memaafkan Tikus dan Tikus pun berjanji akan membalas kebaikan Singa suatu hari. 

4. Cerita Tentang Pangeran Katak

Di suatu malam, seorang putri raja pergi bermain ke hutan sambil membawa bola emas favoritnya. Putri memainkan bola kelasnya dengan cara dilempar ke udara, tapi ternyata bola itu jatuh hingga ke dasar mata air. Kemudian seekor katak membantu sang putri untuk mengambil bola tersebut. Sang putri pun berjanji akan mengabulkan apapun permintaan si katak. 

4 Permainan Anak Tradisional yang Seru, Ajak Si Kecil Main Yuk!

0
permainan anak tradisional

Saat gadget belum hype seperti saat ini, masihkah Moms ingat tentang permainan anak tradisional jaman dulu? Ada banyak jenis permainan tradisional yang bisa dimainkan ramai-ramai. Sayangnya kini permainan tradisional tersebut sudah mulai pudar. Padahal menurut The Implementation of Traditional Games for Early Childhood Education, permainan tradisional punya banyak manfaat seperti perkembangan fisik-motorik, hingga meningkatkan sosial-emosional. 

Supaya anak juga ikut merasakan keseruan yang dulu Moms rasakan, nggak ada salahnya loh mengajarkan permainan anak tradisional. Moms bisa belajar sambil bermain bersama si Kecil dengan beberapa jenis permainan ini. 

1. Permainan bola bekel

Permainan anak tradisional ini sering kali dimainkan anak perempuan. Cara bermainnya sangat mudah kok. Hanya butuh bola bekel dan juga biji bekel. Ada 5 level yang harus dituntaskan. Level 1 misalnya, setelah kamu memantulkan bola, pemain harus mengambil bekel satu persatu. Di level 2, pemain harus mengambil bola bekel dua-dua, dan begitu seterusnya. 

2. Congklak

Untuk memainkan permainan ini, Moms membutuhkan papan congklak dan biji congklak. Permainan congklak dapat dimainkan bersama 2 orang. Cara bermain congklak adalah pemain pertama akan memilih lubang mana yang mau diambil biji congklaknya kemudian membagikan di setiap lubang yang ada sampai biji congklak  habis. Setelah itu pemain kedua melanjutkan permainan. Permainan akan selesai jika biji congklak biji congklak di 14 lubang sudah habis.

3. Lompat Tali

Ini adalah salah satu permainan yang sangat seru jika dilakukan bersama anak yang aktif. Karena dengan lompat tali, Moms dan si kecil bukan hanya sekedar bermain tetapi sekaligus olahraga karena permainan ini sangat menguras tenaga. Cara bermainnya, pemain harus melompat tanpa menyentuh karet. Jika pemain menyentuh karet maka pemain gagal dan harus bergantian untuk memegang tali. 

4. Engklek

Ini adalah salah satu permainan legendaris yang dimainkan oleh hampir seluruh anak di Indonesia. Permainan ini memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah, namun peraturan dan cara bermainnya sama. Kamu bisa membuat bentuk kotak-kotak pada halaman kosong menggunakan kapur, kemudian setiap pemain harus melompati kotak tersebut dengan 1 kaki. 

Dari keempat permainan anak tradisional tersebut, permainan mana nih yang ingin mainkan bersama si Kecil?

5 Permainan Sederhana Untuk Melatih Kekuatan Motorik Halus Anak PAUD

0
kekuatan motorik

Dalam kehidupan sehari-hari, kekuatan motorik halus juga bisa membuat anak menjadi sosok yang lebih mandiri. Mereka jadi bisa memasang kancing pakaian sendiri, makan dengan sendok, dan berbagai kegiatan merawat diri lainnya. Ini jadi alasan mengapa kekuatan motorik perlu dilatih sejak anak memasuki jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain di PAUD, ternyata banyak kegiatan sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk melatih kekuatan motorik halus si Kecil. Ini dia daftar kegiatan tersebut!

1. Mewarnai dan menggambar

kekuatan motorik

Kegiatan sederhana yang pertama adalah mewarnai dan menggambar. Menggambar dan mewarnai bukan hanya sekedar untuk melatih imajinasi dan kreativitas tetapi juga melatih anak belajar memegang pensil dengan benar. Goresan anak saat mewarnai ataupun menggambar membutuhkan koordinasi mata dan otot halus pada tangan. Moms bia ajarkan si Kecil untuk memegang pensil atau krayon dengan benar sebagai langkah awal. 

2. Melipat kertas

Di rumah, Moms bisa sediakan potongan kerta warna-warni untuk dilipat dengan berbagai bentuk. Kegiatan sederhana ini bisa melatih otot jari dan tangan si kecil. Sebagai awalan, Moms bisa ajarkan dengan membuat lipatan-lipatan sederhana dulu, misalnya saja melipat bentuk persegi panjang yang hanya membutuhkan satu langkah lipatan atau membuat sapu tangan berbentuk persegi dengan dua langkah lipatan.

3. Menggunting kertas

Sebagai permulaan, Moms bisa menyediakan gunting dan kertas di rumah. Kemudian biarkan si kecil bebas membuat guntingan di kertas tersebut. Selanjutnya, di tahapan yang lebih sulit, Moms bisa menggambar sebuah bentuk pada selembar kertas kemudian minta anak untuk menggunting kertas sesuai dengan bentuk tersebut. Aktivitas ini memiliki banyak manfaat seperti melatih koordinasi tangan dan mata, menstimulasi kekuatan jari, melatih kesabaran, meningkatkan ketelitian, dan meningkatkan rasa percaya diri. 

4. Bermain Playdoh

Bermain playdough atau lilin lunak dapat membantu merangsang kekuatan motorik halus anak. Ketika anak meremas playdough menjadi sebuah bentuk, maka saat itulah otot tangan dan mata mereka berkoordinasi sehingga perkembangan motorik dapat meningkat. 

Selain empat kegiatan tersebut, Moms juga bisa melatih kekuatan motorik halus anak dengan cara meronce atau menempel kertas. Selamat mencoba!

Berapa Berat Badan Anak 2 Tahun yang Ideal?

0
berat badan anak 2 tahun

Berat badan anak merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena berat badan menjadi salah satu indikator untuk melihat bagaimana perkembangan anak. Berat badan dan tinggi anak bisa jadi salah satu tolak ukur perkembangan fisik anak apakah ideal atau tidak. Untuk itu, Ibu perlu tahu berapa  berat badan ideal anak. Lalu, berapa berat badan anak 2 tahun yang ideal? Berikut rinciannya sesuai dengan usia.

berat badan anak 2 tahun

Anak usia 2-3 tahun

Pertumbuhan berat badan sikecil balita usia 2-3 tahun tidak terlalu besar dibandingkan saat anak masih berusia 1 tahun, akan tetapi ini tergolong masih ideal. Umumnya berat badan yang berumur 2 tahun mengalami peningkatan sekitar 1,8 kilogram dalam waktu 1 tahun. Idealnya, rata-rata berat badan anak 2 tahun 9-15 kilogram.

Di rentan usia ini, anak sedang aktif-aktifnya dan membutuhkan energi sangat besar. Mereka aktif dalam kemampuan motorik kasar seperti berlari, melompat, menendang bola, dan mencoba keterampilan baru seperti bersepeda. 

Selain gemar melakukan kegiatan motorik kasar, anak usia 2-3 tahun juga memiliki nafsu makan yang naik turun. Terkadang mereka makan sangat lahap, di lain hari mereka pilih-pilih makanan. Ini sangat wajar karena anak sudah mulai mengerti apa yang mereka mau. Sehingga, Moms harus bisa menyiasati kebutuhan nutrisi yang tepat agar berat badan anak 2 bergerak ke arah ideal. 

Anak usia 3-4 tahun

Di usia 3-4 tahun, anak-anak mengalami kenaikan berat badan yang berbeda dengan usia sebelumnya. Idealnya berat badan anak di usia ini mengalami kenaikan 1,5 kh dibandingkan tahun sebelumnya. Rentang berat badan anak usia 3-4 tahun berkisar antara 13-15 kilogram. Mereka juga mulai menyukai kegiatan motorik halus, seperti menggambar, menggunting kertas sesuai garis, hingga menari. 

Anak 4-5 tahun

Pada usia 4-5 tahun anak akan menunjukkan gerakan yang makin lincah karena mereka sangat menyukai aktivitas fisik, seperti membuat kerajinan tangan, menggambar, dan lainnya. Berat badan sibuah hati yang ideal di usia ini biasanya akan mengalami peningkatan 2 kg dalam satu tahun. Kisaran berat badan ideal anak usia 4-5 tahun mulai 12 hingga 24 kg untuk anak laki-laki maupun anak perempuan. 

Itu tadi penjabaran tentang berat badan anak 2 tahun hingga 5 tahun yang bisa ibu jadikan acuan untuk menilai pertumbuhan mereka. 

Ini Dia Perkembangan Bahasa Anak Usia 0 Hingga 5 Tahun

0
perkembangan bahasa anak

Perkembangan bahasa anak secara umum terbagi menjadi dua fase, yaitu fase pralinguistik dan linguistik. Fase perkembangan bahasa anak ini dialami si Kecil ketika telah melewati fase bayi, dan memasuki perkembangan usia dini. 

perkembangan bahasa anak
Source : dokter.id

1. Tahap Pralinguistik 0-12 Bulan

Tahapan perkembangan bahasa ini dialami pada fase bayi. Di tahapan ini bahasa bayi berupa simbol dalam wujud ekspresi tertentu. Misalnya saja menangis, menjerit, atau tertawa. Ini adalah wujud komunikasi dari bayi untuk mengkomunikasikan perasaannya, mulai dari perasaan senang, sedih, takut, hingga perasaan nyaman. 

Selain itu, ekspresi ini juga sebagai wujud bayi untuk mengungkapkan keinginannya seperti haus, lapar, mengantuk, dan lain-lain. Nantinya seiring berjalannya waktu, tahapan tersebut meningkat menjadi komunikasi verbal sederhana di usia 10 bulan. Bayi mulai bisa mengucapkan kata-kata sederhana seperti menyebut orang terdekatnya. 

2. Tahapan Pralinguistik 1-3 Tahun

Di usia ini, si Kecil sudah mengalami peningkatan bahasa. Pada tahun pertama, mereka sudah mulai memahami instruksi dan bisa mengucapkan 1 kata. Sedangkan di tahun kedua atau ketiga, anak mulai belajar melafalkan kata-kata sederhana seperti “patu” (apa itu), “ndak au” (tidak mau) yang belum sempurna. 

3. Tahapan Linguistik 3-5 tahun

Di tahapan ini, anak sudah dapat melakukan komunikasi verbal dalam bentuk kata-kata yang bisa dimengerti. Di fase ini juga mereka sudah bisa mulai menyusun kata dan berkomunikasi dalam bentuk kalimat pada orang dewasa. 

Di tahapan usia ini, anak sudah mulai bisa mengenal kata kerja dan kata ganti. Mereka juga dapat menyampaikan keinginannya dalam bentuk kalimat. Misalnya saja saat anak menginginkan sesuatu, “aku ingin makan roti” atau “aku mau main”. Lebih dari itu, anak juga sudah mulai bisa melontarkan pertanyaan, mengajukan protes, penolakan, atau mengungkapkan apa yang mereka rasakan. 

Di usia ini pula, anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan bahasa kedua, misalnya bahasa Inggris. Belajar bahasa Inggris untuk anak di usia ini jauh lebih mudah dibandingkan saat mereka dewasa nanti. 

Dari data yang ditulis oleh National Institutes of Health disebutkan bahwa perkembangan bahasa terpenting pada anak secara normal terjadi pada usia 0-5 tahun. Di masa-masa ini biasanya menjadi tolak ukur bagi para dokter atau ahli medis untuk melihat apakah perkembangan bahasa anak normal ataukah membutuhkan bantuan dari tenaga profesional. 

Mengenal Bakteri yang Menguntungkan untuk Tubuh Anak

0
bakteri yang menguntungkan

Kalau mendengar kata bakteri pasti terngiang-ngiang dengan virus, penyakit, dan hal-hal merugikan lainnya. Tapi ternyata nggak semua bakteri itu identik dengan hal negatif loh, Moms! Ada juga bakteri yang menguntungkan dan punya kegunaan positif bagi tubuh, terutama bagi anak-anak. Seperti apa sih bakteri baik ini? Yuk, intip penjelasan lengkapnya, Moms!

bakteri yang menguntungkan

Ciri-ciri bakteri yang menguntungkan

Bakteri baik atau bakteri yang menguntungkan disebut sebagai probiotik. Ini adalah sebuah mikroorganisme yang memiliki dampak positif untuk tubuh karena berperan penting untuk mengatur keseimbangan flora di dalam usus atau saluran pencernaan. 

Jika probiotik dikonsumsi maka dapat berkembang baik dalam usus dan memberi dampak baik bagi kesehatan tubuh karena bakteri ini tidak bersifat patogenik (menimbulkan penyakit) dan tidak beracun. 

Jenis-jenis Bakteri Baik

Ada tiga jenis bakteri baik untuk tubuh anak-anak maupun orang dewasa. Yang pertama adalah Lactobacillus. Bakteri ini membentuk sebagian besar dari bakteri asam laktat. Namanya sesuai dengan fungsinya yaitu mengubah laktosa dan gula lainnya menjadi asam laktat.

Kedua adalah Bifidobacterium yang punya manfaat baik untuk kesehatan dalam kolon. Dan terakhir adalah Saccharomyces genus khamir atau dikenal juga dengan ragi yang punya manfaat untuk mengubah glukosa jadi alkohol serta CO2

Mengapa disebut sebagai bakteri baik?

Probiotik mampu mencegah bakteri jahat menyerang tubuh dengan menghasilkan antibiotika. Zat ini berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Selain itu probiotik juga dapat mencegah konstipasi, mengurangi bakteri penyebab infeksi lambung, mencegah alergi kulit, serta intoleransi laktosa. Probiotik sendiri banyak ditemukan di dalam saluran pencernaan terutama di dalam usus. Secara garis besar, bakteri yang menguntungkan dapat mengatasi masalah susah BAB pada anak maupun orang dewasa. 

Cara menjaga dan memelihara bakteri baik

Bakteri baik bisa didapatkan dari serat makanan alami seperti sayur dan buah. Lebih spesifik, beberapa sayuran dan buah yang mengandung probiotik seperti bawang bombay, pisang, bawang putih, dan olahan kedelai berupa tempe serta tahu. Salah satu cara paling efektif untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan adalah dengan memberikan asupan makanan untuk bakteri baik tersebut. 

5 Tanda Anak Kurang Gizi yang Harus Ibu Tahu!

0

Sebagai orang tua, tentu saja ibu akan memberikan asupan gizi terbaik untuk anak agar pertumbuhan mereka tidak terhambat dan selalu sehat. Moms bisa mengetahui apakah si Kecil termasuk dalam golongan anak kurang dengan melihat tanda-tanda berikut ini!

anak kurang gizi

1. Kurang zat besi

Anak yang kekurangan zat besi biasanya memiliki wajah yang pucat, terlihat lemah, dan sering tampak susah bernafas. Mereka juga tidak tahan dengan suhu dingin dan cenderung mudah rewel. Mereka juga akan mengalami hambatan dalam belajar dan pertumbuhan. 

2. Kurang vitamin D

Vitamin D sangat diperlukan untuk membentuk tulang yang kuat. Kekurangan asupan vitamin D dapat membuat anak mengalami deformasi, bisa berbentuk X atau O, kondisi betis tampak melengkung atau mengalami rakitis. 

3. Kurang asam folat

Seorang ibu hamil yang kurang mendapatkan asupan asam folat dapat menyebabkan bayi mengalami anencephaly, sebuah kondisi dimana perkembangan tulang tengkorak tidak maksimal. Gejala anak kurang gizi asam folat biasanya berupa sering sariawan, lidah bengkak, kulit pucat, dan sering diare. 

4. Kurang vitamin C

Gejala kurang vitamin C pada anak berupa kondisi luka yang tidak cepat sembuh, rambut kusut, dan sering terlihat mudah lelah. Anak yang sering rewel, murung, dan kurang semangat seperti anak depresi juga salah satu gejala kurang vitamin C.

5. Kurang kalsium

Kurang kalsium adalah tanda anak kurang gizi yang bisa dideteksi sejak bayi. Jika si kecil saat bayi susah tidur, rewel, ada bagian tubuh yang berkedut, mengalami kejang, dan detak jantungnya terasa lemah, ini adalah tanda anak kurang kalsium. 

6. Kurang protein

Tanda anak kurang gizi selanjutnya adalah kurang protein yang ditunjukkan dengan gejala kulit kering, rambut berubah warna dan menjadi kering, pertumbuhan melambat, perut membesar, berat badan turun, dan luka sulit sembuh. 

7. Kurang vitamin K

Bayi yang baru lahir bisa mengalami resiko kurang vitamin K. Hal ini karena jumlah bakteri dalam usus bayi yang baru lahir dan dibutuhkan untuk memproduksi vitamin K masih sedikit. Ciri anak kekurangan vitamin K adalah adanya pendarahan meski hanya sedikit seperti mimisan, munculnya memar di sekitar wajah, muntah, dan kulit tampak kekuningan.

Itu tadi ciri anak kurang gizi yang harus Moms tahu. Karena tak selamanya anak yang kurang gizi identik dengan anak susah makan atau memiliki tubuh kurus.