Sunday, June 7, 2020
Home Blog Page 5

Cara Mengenalkan Macam Buah-Buahan pada Anak Sambil Bermain

0
MEngenal macam macam buah buahan

Menggunakan permainan untuk membuat anak mau belajar adalah cara yang paling efektif untuk digunakan, karena belajar dengan bermain akan meninggalkan kesan dalam memori anak. Belajar sambil bermain akan sangat digemari anak-anak seperti mengenal macam buah buahan, dan sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. 

Jika sebelumnya si Kecil sudah tahu tentang nama dan jenis-jenis hewan, maka saatnya sekarang si Kecil mengetahui macam macam buah buahan, sebagai orang tua, Bunda bisa melakukan pembelajaran ini dengan permainan seperti menggambar dan mewarnai!

manfaat buah

Pertama-tama, Bunda bisa menunjukan poster buah-buahan pada si Kecil untuk awal pengenalan, dan memberitahu nama dari buah-buahan tersebut. Mungkin saja si Kecil sudah mengetahui sebagian dari jenis buah-buahan pada umumnya, seperti jeruk, pisang, apel, durian semangka, mangga dan pepaya, karena sebagian besar buah-buahan itu disukai oleh anak-anak.

Untuk metode belajaran sambil bermain, Bunda bisa menyuruh si Kecil untuk menggambar buah-buahan yang mereka suka dan ketahui terlebih dahulu, pada umumnya anak Kecil akan sangat senang jika disuruh untuk menggambar, keuntungan lainnya selain mendapatkan pembelajaran dari mengetahui jenis buah-buahan, anak juga mendapat pembelajaran lain dengan bisa berkreasi menggambar.

Setelah menggambar buah-buahan, sekarang waktunya mengenalkan warna-warna pada buah-buahan. Bunda bisa menanyakan warna dari buah-buahan yang si Kecil ketahui, lalu mulai ajari mereka untuk mewarnai buah-buahan sesuai warnanya, biarkan mereka berkreasi dengan ide mereka sendiri, Bunda hanya perlu persiapkan pensil berwarna untuk si Kecil mewarnai.

Setelah itu, Bunda bisa melanjutkan dengan menyuruh si Kecil menggambar dan mewarnai macam macam buah buahan yang belum mereka ketahui, dengan begitu si Kecil akan mendapatkan banyak pembelajaran baru, selain mengetahui banyak jenis buah-buahan yang baru mereka kenal, si Kecil juga jadi bisa mengetahui nama-nama warna dari jenis buah-buahan tersebut.

Dengan belajar menggambar dan mewarnai si Kecil akan mulai mengenal macam buah buahan hanya dari warna dan bentuknya saja. Sebagai contoh, buah yang berwarna orange adalah jeruk, merah apel dan ungu adalah anggur. 

Bagi si Kecil, mungkin saja bisa keliru saat melihat semangka dan buah labu, mereka mungkin berpikiran itu adalah buah yang sama jika mereka tidak mengetahui warna dari buah-buahan tersebut.

Apa Saja Penyebab Terjadinya Tantrum Pada Anak

0
tantrum pada anak

Mengatasi anak yang suka marah dan mengamuk memang bukan perkara yang mudah, sebagai orang tua kita harus mengetahui dan mengerti kondisi yang terjadi pada si Kecil. Apalagi jika itu terjadi di tempat umum, tentu akan sangat merepotkan dan membuat bingung bukan? 

Kondisi ini biasa dikenal dengan tantrum, tantrum merupakan ledakan emosi yang bisa dirasakan oleh anak-anak maupun orang dewasa, mereka yang mempunyai masalah dalam emosional.

tantrum pada anak
Source :  lifestyle.kompas.com

Tantrum terjadi karena karena anak-anak di usia ini belum mampu menggunakan kata-kata untuk meluapkan rasa frustasi dan kesal mereka, biasanya karena tidak mendapat apa yang mereka inginkan dari orang tua atau keinginan lainnya.

Apa saja indikator yang bisa mempengaruhi terjadinya tantrum pada anak

Kurang mendapatkan perhatian

Tantrum rentan terjadi pada anak yang biasanya kurang mendapatkan perhatian dari orang tua karena sibuk dengan aktivitasnya sendiri, sehingga anak-anak akan mudah marah menangis dan menjerit saat mereka membutuhkan kasih sayang dari orang tua.

Kekangan dari orang tua

Adanya kekangan dari orang tua, kontrol yang berlebihan kepada anak dapat menyebabkan terpicunya temper tantrum, seperti kekangan saat mendidik dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk karakter anak, sehingga terjadinya pemberontakan saat anak merasa terkekang.

Permasalahan dalam keluarga

Persaingan antara saudara akan sangat memicu terjadinya tantrum pada anak, sikap orang tua yang hanya memuji salah satu diantara anak-anaknya sehingga terjadinya rasa cemburu, orang tua yang tidak bisa adil dan kurang curahan kasih sayang pada anak juga sangat berperan penting.

Lalu bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak

Berikan ruang untuk anak

Berikan si Kecil ruang dan biarkan dia melupakan emosinya, namun tetap awasi dan jangan jauh-jauh.

Berikan rasa empati

Saat si Kecil marah dan menangis, berikan pelukan lembut dan bisikan kata-kata yang bisa menenangkan si Kecil, bentuk suasana yang positif dan tunjukan rasa empati sebagai orang tua. Hindari mengekang dan jangan sampai mencubit apalagi memukul anak saat tantrum.

Pahami kebutuhan anak

Anak akan biasa tantrum karena rasa lelah atau lapar, sebagai orang tua, Bunda harus bisa mengenali keinginan dan kebutuhan balita. Saat melakukan perjalanan jadwalkan kegiatan sebelum berangkat sesuai kemampuan dan kebutuhan si Kecil.

Anak sangat membutuhkan kasih sayang dan pengertian dari orang tua, hal tersebut harus Bunda pahami. Sebagai orang tua, Bunda harus mendidik tanpa kekangan dan tidak salah saat mengatasi temper tantrum pada anak, sehingga bisa membentuk karakter yang lebih baik pada si Kecil.

Praktis! Ini Dia 5 Cemilan Sehat Untuk Anak yang Bisa Dibeli di Minimarket

0

Saat ini, anak mungkin sudah sangat akrab dengan minimarket. Toko kecil ini kadang seperti surge bagi anak karena mempunyai berbagai macam varian makanan dan cemilan kesukaan anak. Namun tidak semua cemilan sehat untuk anak di minimarket ini. Beberapa cemilan bahkan mengandung banyak gula dan kandungan pengawet yang tidak baik bagi kesehatan anak. 

Nah, untuk menghindari hal ini, usahakan untuk memilih cemilan sehat bagi si kecil saat mengunjungi minimarket. Cemilan sehat ini maksudnya yang mempunyai kandungan gula tidak terlalu banyak. Ibu juga bisa memperhatikan kandungan pengawet dan bahan-bahan lain sebelum membeli cemilan di minimarket. Untuk itu, kami pilihkan jenis cemilan sehat untuk anak yang bisa ibu beli di minimarket. 

1. Roti 

roti

Cemilan sehat pertama adalah roti yang merupakan sumber protein, vitamin dan mineral. Roti bisa jadi cemilan favorit anak karena mempunyai tekstur yang lembut dan mudah dikunyah. Ada berbagai macam jenis roti yang ada di minimarket dengan rasa yang bervariasi. Ibu bisa memilihnya sesuai dengan kesukaan si kecil.

2. Biskuit Gandum

Si kecil mungkin akan tertarik dengan rak cemilan biskuit. Nah, ibu bisa mengenalkan biskuit gandum pada si kecil. Meskipun teksturnya agak lebih kasar, biskuit gandum mengandung lebih banyak serat, mineral dan vitamin, mulai dari vitamin B1, B2, B6 dan B12. Gandum utuh juga baik untuk pencernaan si kecil. 

3. Oat, Granola atau Cereal Bars 

Ibu mungkin juga suka akan cemilan ini. Oat, Granola atau Cereal Bar bisa jadi alternatif cemilan sehat anak karena memiliki kandungan yang baik. Selain itu biasanya tingkat gula lebih rendah sehingga lebih sehat dikonsumsi anak-anak.

4. Keju 

keju

Nah, makanan ini bisa dijadikan cemilan sehat untuk anak dan dimakan bersama roti atau yang lain. Jadi daripada bingung memilih, ibu bisa membeli keju untuk anak. kini juga sudah ada keju berbentuk batang yang siap makan sehingga lebih praktis. 

5. Yoghurt 

Cemilan lain yang juga sehat adalah yoghurt. Makanan yang berbahan dasar susu murni ini kaya akan vitamin B6, B12 dan Vitamin K. Tiga jenis vitamin ini bisa didapatkan dari bakteri positif yang ada di dalam pencernaan dan salah satu cara memperolehnya adalah dengan mengonsumsi yoghurt.

Nah, sekarang jika ibu tidak sempat untuk membuat menu bekal anak TK sebulan, bisa menggantinya dengan jenis camilan sehat untuk anak di atas. 

5 Rekomendasi Merk Minyak Ikan Terbaik Untuk Anak

0
minyak ikan untuk anak

Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak. Selain menjaga asupan makanan, ibu juga bisa memberikan suplemen tambahan yang bagus untuk perkembangan otak dan tubuhnya. Salah satu contohnya adalah memberikan suplemen minyak ikan untuk anak. 

Minyak ikan mengandung omega 3 yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, terutama untuk kecerdasan otak serta daya tahan tubuhnya. Minyak ikan juga bisa jadi salah satu makanan penambah berat badan anak. Beberapa merk minyak ikan untuk anak memang memiliki rasa dan bau yang kuat sehingga kurang disukai. Untuk itu kami berikan rekomendasi merk minyak ikan untuk anak dengan rasa yang terbaik serta nutrisi yang tentu akan sangat berguna baik tumbuh kembangnya. 

Minyak ikan

1. Healthy Care Fish Oil Omega 3

Healthy Care Fish Oil Omega 3  adalah minyak ikan berbentuk kapsul yang praktis. Ibu bisa memberikan minyak ini dengan cara menghancurkannya, lalu campurkan pada jus, susu atau makanan kesukaan si kecil. Ada banyak manfaat dari suplemen ini termasuk menjaga kesehatan jantung, suplemen dari Australia ini juga menjaga kesehatan otak, mata, kulit, dan sendi. Suplemen seharga Rp180.000 ini aman dikonsumsi anak-anak usia di atas usia 2 tahun dengan konsultasi dan anjuran dari dokter.

2. Nature’s Health Omega Junior Health

Merk terbaik Minyak ikan untuk anak yang kedua adalah Nature’s Health Omega Junior Health yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda. Kandungannya baik untuk berbagai proses biologis dalam tubuh dan menjaga kesehatan fisik serta perkembangan mental yang optimal bagi anak. Harga suplemen dibandrol Rp150.000 dapat diberikan pada anak berusia 2 tahun ke atas.

3. Nature’s Way Kids Smart Omega 3 

Kandungan dalam minyak ikan ini adalah dua asam lemak omega-3 esensial, yakni docosahexaenoic acid (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA). Keduanya merupakan asam lemak esensial yang penting untuk perkembangan otak anak. Minyak ikan ini berbentuk gummy yang pasti disukai anak dengan harga Rp140.000. 

4. ChildLife Pure DHA Chewable Fish Oil Strawberry

Suplemen minyak ikan ini berbentuk seperti permen yang bisa langsung dikunyah dengan rasa stroberi. Harga minyak ikannya ini adalah Rp190.000 dan untuk anak-anak usia 1 hingga 12 tahun. Kandungannya terbuat dari ikan cod murni yang memiliki zat omega 3 dengan gelatin terbuat dari ikan.

5. Nordic Naturals Children DHA

Nordic Naturals Children DHA merupakan salah satu jenis minyak ikan yang disukai anak karena berbentuk soft gel dan memiliki aroma stroberi. Suplemen ini memiliki kandungan vitamin A dan vitamin D untuk membantu menjaga kesehatan mata, sistem imunitas, dan mencegah infeksi bakteri dan virus, serta menjaga mood.

5 Panduan Parenting Anak Dari Harvard University

0
Parenting anak

Setiap anak lahir dengan kepribadian dan sifat yang berbeda. Sebagai orang tua, ibu pasti ingin memiliki anak dengan pribadi yang baik, sopan, dan pengertian. Hal ini bisa dicapai dengan cara parenting anak yang tepat. Parenting anak dari orang tua akan sangat penting dalam pertumbuhannya. 

Harvard University adalah salah satu universitas tertua dan terbaik di dunia yang juga memiliki studi tentang parenting anak. Panduang parenting anak dari Harvard ini bisa dilakukan para orang tua agar lebih bisa memahami perkembangan anak usia dini dan mendampingi pertumbuhan emosional si Kecil. Setiap anak akan tumbuh dengan baik jika orang tua hadir dan memberikan arahan yang tepat bagi mereka. Inilah tips parenting anak dari Harvard University yang bisa ibu praktikan. 

1. Habiskan waktu bersama

parenting anak

Waktu adalah hal yang berharga untuk itu habiskan waktu bersama dengan anak secara teratur. Tunjukkan perhatian, kasih sayang dan pujian yang tulus kepada anak. Ajarkan dia untuk selalu terbuka dan bangunlah percakapan yang positif. Dari sini, dia akan belajar dicintai sehingga akan tumbuh menjadi pribadi dengan empati yang baik. 

2. Jadi Teladan

Saat anak melakukan kesalahan, bicarakan dan fokuskan untuk memperbaiki kesalahan itu. Hindari melabelinya dengan sesuatu yang negatif. Hal ini akan membentuk kepercayaan pada anak sehingga saat menghadapi masalah, dia tau kemana harus membicarakannya. Cara terbaik untuk menanamkan sesuatu kepada anak adalah dengan cara mencontohkannya. Jadi, praktikkan nilai-nilai kejujuran dan kerendahan hati agar dia mengikutinya. 

3. Menanamkan Kepedulian

Anak akan hidup dan tumbuh di berbagai lingkungan sehingga penting menanamkan kepedulian. Tunjukkan bahwa kepedulian harus menjadi prioritas utama, tidak hanya di rumah atau sekolah tapi di setiap aspek hidupnya. Jika dia tumbuh dengan hati yang baik dan peduli dengan orang lain, maka tindakannya juga akan menjadi positif. 

4. Berikan tanggung jawab

Bertanggung jawab juga bisa diajarkan kepada anak dari usia dini. Ajarkan dia bertanggung jawab melalui hal kecil seperti membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Selain melatihnya melakukan rutinitas, hal ini akan memupuk kepeduliannya serta pemahamannya untuk bertanggung jawab atas hak dan kewajiban. 

5. Beri Pemahaman Anak 

Saat menemaninya bermain, berikan pemahaman tentang hal-hal sederhana seperti membantu orang lain atau menyelesaikan masalah. Dari sini, dia akan belajar untuk memahami hidup dengan cara yang sederhana dan tidak takut untuk berdiskusi dengan orang tuanya. 

5 Cara Belajar Berhitung Sederhana Untuk Anak

0
belajar berhitung

Ada banyak pendapat yang mengatakan bahwa belajar berhitung cocok untuk anak dengan usia tertentu. Hal ini memang dimaksudkan agar otak anak berkembang dengan optimal tanpa paksaan atau tekanan untuk menghafal huruf atau angka tertentu. Namun, tidak ada salahnya mengenalkan anak pada cara belajar berhitung angka sederhana. 

belajar berhitung anak

Beberapa cara belajar berhitung bisa dilakukan dengan metode yang menyenangkan. Anak ibu bisa dikenalkan angka melalui permainan, lagu atau dengan kreativitas yang lain. Otak anak masih berkembang di usia dini, jadi dia akan sangat senang mengeksplor segala  sesuatu. Ibu bisa coba beberapa tips cara belajar berhitung sederhana untuk anak berikut ini. 

1. Mengenalkan Berhitung Lewat Ulang Tahun

Momen berhitung bisa ibu kenalkan saat anak berulang tahun. Si kecil akan mulai mengenali angka mungkin saat meniup lilin atau bernyanyi lagu ulang tahun. Manfaatkan momen ini untuk mengenalkan angka pada si Kecil. 

2. Melalui Lagu

Cara belajar berhitung yang selanjutnya adalah dengan mengenalkannya melalui lagu anak. Contohnya adalah lagu aku sayang ibu, didalamnya terdapat angka 1,2,3. Jika si kecil sudah lebih besar, ibu bisa juga mengajarinya dengan lagu balonku. Ingat, lakukan dengan menyenangkan dan tanpa paksaan sehingga anak bisa menikmati dan lebih santai. 

3. Melalui Mainan

Si Kecil akan sangat menyukai mainan, jadi ibu juga bisa mengenalkan angka dengan hal ini. Salah satu contohnya adalah bola. Anak-anak akan menyukai bola dan bermain dengan bola bisa dilakukan sekaligus mengenalkan angka padanya. 

4. Menghitung Makanan

Saat makan buah atau lainnya, ajak si kecil untuk menghitung makanannya. Hal mudah ini bisa juga dilakukan untuk mengenalkannya pada angka. Buah atau snack kesukaannya bisa dipakai sebagai alat agar dia gampang mengingat. Selain itu, kombinasikan hal ini dengan permainan atau lagu yang menyenangkan sehingga si kecil bisa mendapatkan stimulasi yang lebih banyak. 

5. Melalui Film

Terkadang ada beberapa film atau acara anak yang juga menampilkan angka dan pengenalan angka. Manfaatkan hal ini untuk mengenalkan si Kecil belajar angka. Melalui film juga, Ibu bisa kenalkan si Kecil bagaimana belajar menulis huruf

Anak Susah BAB? Kurangi 5 Makanan Berpotensi Sembelit Ini Yuk!

0
anak susah bab

Seperti halnya orang dewasa, anak juga bisa mengalami susah buah air besar. Hal tersebut bisa dikarenakan kekurangan serat serta kekurangan cairan. Ketika sembelit datang, sebaiknya cepat lakukan pertolongan agar anak tidak terlalu kesakitan. Selain memberikan obat, Anda bisa juga menghindari makanan yang memicu anak susah BAB sementara waktu. Apa saja makanan tersebut?

1. Susu Formula

susu formula

Makanan pertama yang menyebabkan anak susah BAB adalah susu formula. Masalah sembelit akibat susu formula ini juga sering terjadi pada balita. Penyebab susah buang air besar ini diakibatkan oleh tidak sesuainya dengan aturan pengkonsumsian yang disarankan. Seperti takaran bubuk susu atau air yang tidak mendidih dengan sempurna. Tak hanya itu, anak atau bayi susah bab juga bisa diakibatkan alergi protein susu.

2. Produk Olahan Susu

Tak hanya susu saja, yogurt serta keju juga bisa menjadi penyebab anak susah BAB. Hal ini terjadi lantaran jumlah yogurt dan keju yang dikonsumsi terlalu banyak. Sebaiknya tunggu dulu sampai BAB kembali normal, kemudian pengonsumsian hanya dalam jumlah sedikit sesuai yang bisa ditoleransi oleh si kecil. Timbang pula untuk lebih memberikan sayur dan buah dari pada keju. 

3. Nasi Putih

Sumber karbohidrat seperti nasi berperan vital untuk tumbuh kembang si kecil. Namun, tidak sedikit anak yang mengalami sembelit lantaran mengonsumsi nasi putih. Hal ini karena kandungan serat di nasi putih sedikit. Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, Anda bisa mengganti dengan nasi merah yang lebih kaya akan serat.

4. Pisang

pisang

Makanan berikutnya yang ternyata berpotensi mengakibatkan susah BAB adalah pisang. Buah ini ternyata membuat tinja lebih keras sehingga memicu konstipasi atau sembelit. Alih-alih berpotensi mengakibatkan sembelit, sebaiknya gunakan pisang ketika anak dalam kondisi diare. Buah tersebut biasa masuk dalam pola makan BRAT (Banana, rice, applesauce dan toast) yang dapat mengobati diare pada anak dan orang dewasa. 

Nah, tidak ada salah untuk ikut mencari pemicu anak susah BAB dengan melihat riwayat makanan yang dikonsumsinya. Apalagi mengingat kesehatan setiap anak berbeda.

4 Cara Mendidik Anak Agar Memiliki Kepribadian yang Baik

0
cara mendidik anak

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, tidak ada salahnya jika orang tua mulai berperan aktif untuk mengarahkan anak agar menjadi sosok pribadi yang berkarakter sejak dini. Lalu bagaimana cara mendidik anak agar tumbuh menjadi seorang yang berjiwa baik? Yuk, intip tipsnya berikut ini. 

cara mendidik anak

1. Memberi Contoh Baik Kepada Anak

Cara mendidik anak pertama untuk tumbuh menjadi sosok berkarakter baik adalah menjadikan orang tua sebagai figur panutan. Tak ada orang tua yang sempurna, tapi tidak ada salahnya untuk memberikan contoh-contoh baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebut saja bertutur kata yang lembut dan sopan. Dari sikap sederhana tersebut, mereka akan terbiasa mengikut panutannya.

2. Membangun Kebiasan Mendengarkan

Mendidik anak dengan baik tidak hanya memberikan contoh saja. Anda juga perlu membiasakan diri untuk mendengarkan setiap perkataan anak. Berikan si kecil waktu  untuk mengutarakan pendapatnya. Proses pembiasaan ini juga termasuk pembentukan karakter yang nantinya juga dicontoh oleh si kecil. Saat Anda memberikan nasihat atau perintah, mereka tidak akan pura-pura tutup telinga. Namun, anak akan mendengarkan dengan baik sesuai dengan kebiasaannya. 

3. Kenali Pemicu Emosi pada Anak

Seperti manusia pada umumnya, anak juga bisa saja meluapkan emosinya dengan berbagai cara. Mulai dari sedih, marah hingga menangis. Saat mengutarakan emosinya, Anda bisa melihat apa pemicunya. Cari tahu apa yang membuat anak kesal atau marah terhadap sesuatu. Namun, jangan ditanyakan di waktu yang sama. Beri jeda waktu sampai anak benar-benar dalam kondisi stabil. Kemudian tanyakan dengan bahasa yang menyenangkan agar si kecil tidak merasa takut atau terhakimi. 

4. Konsisten Setiap Saat

Pola asuh anak yang baik juga tergantung dari orang tua. Anda perlu konsisten dalam melakukan segala hal agar anak merasa lebih nyaman dan aman. Setiap hal dilakukan dengan rutin agar kepribadian si kecil terus terasah. Seperti cara Anda melarang, memberikan perintah, atau nasihat. Pastikan menyampaikan dalam keadaan tenang dan terus menerus. Anda juga bisa memberikan apresiasi kepada anak jika berhasil melakukan suatu hal. Apresiasi tersebut tidak harus dengan barang, tapi bisa ucapan atau pelukan hangat.

Mengarahkan anak menjadi seorang pribadi yang berkarakter baik tidaklah mudah. Anda perlu konsisten setiap saat dan pastinya selalu tenang dalam menghadapi emosi si kecil.

Bukan Hanya Menyegarkan, Ini Manfaat Buah yang Baik untuk Kesehatan Anak

0
manfaat buah

Salah satu makanan sehat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh adalah buah. Kandungan mineral serta vitamin dapat menyegarkan badan. Tidak sampai itu saja, buah memiliki banyak sekali manfaat, termasuk untuk kesehatan anak. Tumbuh kembang si kecil juga terbantu dengan mengkonsumsi buah secara teratur. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut manfaat buah yang baik untuk kesehatan anak.

1. Memperlancar Pencernaan Anak

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak adalah sembelit. Susah atau tidak dapat buang air besar ini dikarenakan kondisi badan kekurangan serat. Kandungan buah yang kaya akan serat dapat membantu kinerja alat pencernaan anak-anak, termasuk mengatasi sembelit. Beberapa buah dengan serat tinggi untuk memperlancar pencernaan anak yaitu buah apel, tomat, pepaya dan kiwi. Nah, pastikan buah sudah masuk dalam menu makanan anak Anda.

2. Meningkatkan Imun secara Alami

Dalam satu buah, Anda bisa menemukan banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan. Ada vitamin C, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin E, zinc picolinate, serta sodium selenite. Kandungan  tersebut dapat meningkatkan kerja sistem imun pada anak dalam melawan virus dan infeksi. Salah satu buah yang dapat digunakan untuk melawan virus tersebut adalah jeruk. 

3. Meningkatkan Daya Ingat Anak

Daya ingat anak bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi buah secara rutin. Sebagian besar buah yang dapat meningkatkan daya ingat si kecil yaitu buah berwarna ungu, seperti blueberry. Kandungan senyawa pelindung bernama anthocyanin berperan efektif dalam memperbaiki kehilangan memori jangka pendek.

4. Membantu Penuhi Kebutuhan Gizi dan Kurangi Resiko Diabetes

Vitamin, serat, mineral dan nutrisi lain sangat dibutuhkan untuk perkembangan si kecil. Asupan bergizi tersebut bisa ditemukan di dalam buah. Sehingga saat si kecil rutin mengkonsumsi buah, asupan gizinya terpenuhi. Tak hanya itu, manfaat buah juga efektif untuk menurunkan kalori serta gula di dalam tubuh. Hal tersebut dapat mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan.

Melihat beberapa manfaat buah diatas, makin termotivasi untuk menyimpan makanan sehat ini di rumah kan? Tentu saja simpan dengan baik dan konsumsi dalam keadaan segar.

Jadwal Imunisasi Anak yang Wajib Ibu Tahu, Jangan Sampai Terlewat Ya!

0
Jadwal imunisasi anak

Salah satu hal wajib yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah jadwal imunisasi anak. Imunisasi sendiri adalah upaya pemberian bahan antigen untuk mendapatkan kekebalan adaptif pada tubuh manusia terhadap agen biologis penyebab penyakit. Tujuannya, agar tubuh dapat melindungi dirinya sendiri dari virus penyakit yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Pemberian imunisasi ini dibagi dalam jadwal tertentu yang sudah diatur oleh pemerintah. Setiap orang tua wajib untuk memenuhi jadwal imunisasi anak agar terhindar dari penyakit seperti cacar air pada anak.

jadwal imunisasi anak

Ada banyak cara untuk mencegah penyakit, salah satunya dengan pemberian vaksin untuk anak-anak Vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Cara kerja vaksin dalam mencegah penyakit adalah dengan cara menimbulkan reaksi imunitas tubuh dan mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari.

Pemerintah telah memberikan jadwal imunisasi yang wajib dipenuhi oleh setiap anak. Imunisasi wajib ini didanai oleh pemerintah sehingga gratis dan dilaksanakan biasanya di Puskesmas.

Jenis imunisasi anak di bawah usia 1 tahun di Indonesia:

  • Usia 0 bulan: BCG, HB-0, Polio-0
  • Usia 2 bulan: DPT/HB/Hib-1, Polio-1
  • Usia 3 bulan: DPT/HB/Hib-2, Polio-2
  • Usia 4 bulan: DPT/HB/Hib-3, Polio-3
  • Usia 9 bulan: Campak

Pemberian vaksin terkadang perlu diulang pada umur tertentu sehingga imunisasi tidak berhenti pada saat bayi berumur 1 tahun. Hal ini dilakukan untuk memberi kekebalan yang lebih baik dan juga memperpanjang masa kekebalan pada penyakit. Pada umumnya, imunisasi dasar dipenuhi saat anak berusia 1-4 tahun. Beberapa jenis imunisasi juga diulang lagi pada usia 5-12 tahun, sedangkan usia 13-18 tahun biasanya digunakan untuk imunisasi tambahan.

Jenis imunisasi yang dianjurkan berdasarkan kelompok umur:

  • Usia kurang dari 1 tahun: BCG, hepatitis B, polio, DPT, campak, HiB, pneumokokus, rotavirus.
  • Usia 1-4 tahun: DPT, polio, MMR, tifoid, hepatitis A, varisela, influenza, HiB, pneumokokus.
  • Usia 5-12 tahun: DPT, polio, campak, MMR, tifoid, Hepatitis A, varisela, influenza, pneumokokus.
  • Usia 12-18 tahun: Td, hepatitis B, MMR, tifoid, hepatitis A, varisela, influenza, pneumokokus, HPV.
  • Usia lanjut usia: influenza, pneumokokus (vaksin PCV).

Pemberian imunisasi memang sangat penting dan tidak boleh diremehkan. Setiap jadwal imunisasi yang sudah diatur memiliki alasan tertentu sehingga harus dipenuhi. Jadi, jangan sampai jadwal imunisasi anak terlewat ya, Ibu pintar!