Pernahkan Bunda perhatikan komposisi kandungan gula pada setiap kemasan susu formula? Mungkin Bunda tidak akan menemukan berapa dan kandungan gula apa saja yang tertera pada nilai gizi atau komposisi susu formula, karena biasanya kandungan gula dalam susu formula terbuat dari bahan-bahan yang berbeda.

Tahukah Bunda, susu formula yang Bunda berikan pada si Kecil mempunyai kandungan gula yang bisa berdampak baik dan buruk bagi si Kecil. Lalu apa saja jenis kandungan gula dalam susu formula? Apakah baik untuk dikonsumsi secara terus-menerus?

Berikut kandungan gula dalam susu formula yang baik untuk si kecil berdasarkan usia! 

gula dalam susu

Untuk bayi usia 0-6 bulan

Kandungan gula dalam susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan mempunyai kandungan khusus untuk memenuhi kebutuhan ASI si kecil. Kandungan gula dalam susu formula ini terdiri dari laktosa dan maltosa. Kandungan gula dalam susu formula untuk bayi usia 0-6 dibuat semirip mungkin dengan ASI, mulai dari gula, kadar karbohidrat, lemak dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan si Kecil.

Untuk bagi usia 6 bulan lebih

Berbeda dengan susu formula untuk anak usia 0-6 bulan, kandungan gula dalam susu formula ini lebih banyak mengandung gula berjenis sukrosa, dimana sukrosa merupakan jenis gula buatan yang lebih manis daripada laktosa dan maltosa. 

Sukrosa mengandung 17 kalori dalam satu sendok teh, dimana itu bisa membuat kadar gula darah melonjak dan sukrosa dianggap menjadi jenis gula yang berisiko menyebabkan anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas bahkan hingga si kecil tumbuh dewasa.

Ada baiknya Bunda memberikan ASI secara eksklusif untuk si Kecil jika memang tidak mempunyai gangguan kesehatan apapun daripada memberikannya susu formula. Apalagi saat si kecil berusia di bawah 6 bulan. Sementara untuk anak dengan usia di atas 6 bulan, ada baiknya Bunda berkonsultasi dulu pada ahli gizi agar porsi gulanya tidak berlebihan dan sesuai kebutuhan si Kecil.