Punya anak cerdas adalah salah satu hal yang membangggakan bagi orang tua. Anak yang cerdas bukan hanya pintar mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan tetapi juga seorang pelajar berbakat yang bisa memahami suatu subjek atau permasalahan secara mendalam. Apa saja cara yang bisa ibu lakukan agar anak cerdas?

1. Memenuhi nutrisi yang seimbang

nutrisi otak

Otak anak mengalami pertumbuhan yang pesat sejak kelahiran hingga usia 4 tahun. Masa-masa ini tergolong kritis untuk perkembangan otak mereka. Karenanya ibu harus menyediakan nutrisi otak yang tepat. Nutrisi seimbang untuk otak dapat diperoleh dari telur, yoghurt, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, oat, ikan, buah dan sayuran. 

Jenis makanan ini bisa membawa pengaruh baik bagi kemampuan fokus dan kognitif anak. Nutrisi tak ini baik dikonsumsi saat sarapan. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa anak yang mengonsumsi makanan sehat saat sarapan setiap pagi, mampu memusatkan perhatian dan mengingat dengan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan.

2. Biasakan membaca sejak dini 

Membaca adalah aktivitas yang sangat baik itu membantu anak belajar di masa perkembangan. Membaca bukan hanya bisa melatih kemampuan bahasa tapi juga memusatkan perhatian dan mengasah imajinasi. Membacakan buku cerita atau dongeng pada anak juga terbukti dapat merangsang tumbuh kembang otak anak, sehingga kemampuan kognitif dan berbahasanya menjadi lebih baik.

3. Mengasah kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional tak kalah penting dengan kecerdasan kognitif. Kecerdasan emosional justru bisa membantu perkembangan kemampuan kognitif dan sosial anak. Ibu bisa membantu anak mengenali emosinya. Mengajarkan hal ini bisa membantu anak merespons secara tepat tentang apa yang ia rasakan dan menghindari rasa kesal berlebihan. 

4. Mengenal gaya belajar anak 

Setiap anak punya gaya belajar yang berbeda. Dengan mengenali gaya belajar mereka, orang tua untuk membimbing anak dalam belajar memahami dan memproses informasi dengan lebih baik. Ada tiga jenis gaya belajar, yaitu auditori, visual, dan fisik. Anak dengan gaya belajar auditori akan lebih cepat belajar melalui indra pendengaran. Anak dengan gaya belajar visual lebih cepat menyerap informasi dengan indera penglihatan. Sedangkan gaya belajar fisik perlu menyentuh dan memperagakannya untuk bisa belajar dan.