Anak-anak usia dini akan terus mengalami berbagai macam perkembangan, termasuk salah satunya adalah perkembangan karakter. Setiap individu mempunyai karakteristik atau kepribadian yang berbeda. Kriteria anak usia dini yaitu jika anak tersebut berusia mulai dari 0-8 tahun. Agar lebih memahami ciri perkembangan anak Anda maka silahkan simak ulasan di bawah ini:

Macam-Macam Perkembangan Anak Usia Dini

https://cintaibu.com/parenting/perkembangan-bahasa-anak-usia-dini-773.html

Orang tua akan dengan senang hati memamerkan kemampuan buah hati mereka selama proses tumbuh kembang. Berikut adalah beberapa macam perkembangan anak yang perlu diketahui oleh semua orang tua.

Perkembangan Akal

Anak usia dini mempunyai dunia fantasinya sendiri sehingga Anda tidak perlu heran jika si kecil sering menceritakan sesuatu yang terdengar berlebihan. Cara berpikir mereka pun masih konkrit sehingga Anda dapat menggunakan contoh nyata ketika berkomunikasi. Selain itu, anak dalam tahap usia dini juga masih belum mampu membedakan antara kenyataan dan imajinasi.

Perkembangan Linguistik

Perkembangan bahasa anak usia dini mengalami beberapa fase yaitu fase 0-12 bulan, 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun dan 5-6 tahun. Bahasa bayi usia 0-12 yaitu babbling serta mampu mengenali respon suara.

Pada tahap usia 1-2 tahun bayi akan mulai mampu menghasilkan kata tunggal serta mampu menunjukkan beberapa bagian anggota tubuh. Si kecil akan mampu membuat kalimat yang terdiri dari dua atau tiga kata ketika memasuki usia 2-3 tahun meskipun belum bisa mengucapkan dengan sempurna.

Perkembangan bahasa anak akan semakin mendekati sempurna pada tahap usia 6 tahun. Mereka sudah mempunyai kosakata yang luas serta mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik.

Perkembangan Fisik

ciri anak yang mempunyai perkembangan fisik yang baik dapat dilihat dari keseimbangan tubuhnya. Anak-anak sudah dapat menjaga keseimbangan ketika berjalan, berlari, menangkap mainan dengan kedua tangan atau naik turun tangga. 

Selain itu, perkembangan fisik anak juga dapat lihat ketika Anda bisa melakukan gerakan kecil dengan baik seperti jalan sambil berjinjit serta anak bisa menggerakkan tubuhnya seperti menari dengan cukup baik. Jika anak Anda masih kesulitan melakukan dua hal sekaligus, tidak perlu khawatir karena masih wajar.