Mengasuh anak memang bukan hal mudah, apalagi ilmu mengasuh anak tidak bisa dipelajari di pendidikan formal. Hingga saat ini harus diakui jika masih banyak orang tua yang tanpa sadar melakukan kebiasaan buruk saat mengasuh anak. Padahal, karakter serta pola pikir anak selalu meniru perilaku dan juga kebiasaan orang tua sehari-hari saat di rumah. Kebiasaan buruk dalam mengasuh anak yang seperti apa sih yang harus ibu tinggalkan?

1. Menetapkan aturan tanpa penjelasan

Salah satu kalimat yang jadi andalan para orang tua biasanya “Pokoknya turuti perintah ibu, titik!” Ini biasanya jadi kalimat andalan ibu ketika anaknya tidak memahami alasan dibalik adanya sebuah aturan. Tapi tahukah ibu, kalau menerapkan pola asuh seperti ini bisa menghambat kemampuan berpikir anak dan membuat mereka cenderung akan melanggar aturan tersebut.

2. Sering mengeluh

Mengeluh bukan hal yang baik, apalagi mengeluh di depan anak. Ya, memang menjadi seorang ibu itu memang memiliki tugas yang sangat berat dan melelahkan. Tapi sebaiknya ibu menghindari mengeluh di depan anak. Karena jika sering mengeluh, tanpa sadar ibu sedang mengajarkan anak pola hidup yang negatif. Coba deh jika ingin mengeluh, mulai sekarang ganti dengan ekspresi yang lebih positif.

3. Standar ganda dalam menentukan aturan

Anak belajar dengan melihat contoh nyata dibandingkan hanya mendengarkan aturan. Cara mendidik anak yang baik adalah dengan menjalankan aturan yang juga ibu terapkan pada si Kecil. Misalnya saja, kalau anak tidak diijinkan main gadget saat makan, maka ibu juga jangan pegang handphone ketika makan bersama. Atau meminta anak sikat gigi sebelum tidur, tapi ibu sendiri tidak melakukannya, nggak mau kan kalau aturan yang ibu buat nggak ada artinya di mata anak?

4. Sering ingkar janji

Penting untuk mengingat jika janji yang sudah dibuat dengan anak harus ditepati. Sebaiknya ibu tidak membuat janji yang tidak bisa ditepati. Terlalu sering melanggar janji yang sudah dibuat akan membuat si kecil jadi berpikir bahwa ucapan ibu tidak ada artinya. Kemungkinan terburuknya, mereka bisa beranggapan jika janji hanyalah cara orang tua untuk membuat anak melakukan sesuatu.