Susu formula merupakan susu yang berbahan dasar dari susu sapi, yang diproses dengan sedemikian rupa agar bisa dikonsumsi dengan baik oleh bayi. Susu formula mempunyai kandungan zat gula seperti laktosa dan sukrosa. Kandungan laktosa dan sukrosa dalam susu formula mempunyai kegunaan masing-masing. 

Berikut adalah perbedaan laktosa dan sukrosa dalam susu formula untuk bayi

Laktosa pada susu formula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat bayi, karena bayi mempunyai usus yang belum cukup kuat untuk memproses banyak karbohidrat dan serat kompleks, zat gula laktosa merupakan karbohidrat sederhana yang bisa dengan mudah dicerna oleh bayi. 

Laktosa bisa Bunda temui pada ASI dan susu sapi, laktosa adalah suatu kesatuan dari glukosa dan galaktosa. Selain memenuhi kebutuhan karbohidrat, laktosa juga bisa membantu bakteri baik dalam usus dan tubuh bayi. 

Sedangkan sukrosa merupakan jenis gula alamiah yang dihasilkan dari makanan hasil alam dan tanpa proses pengolahan buatan. 

Jenis gula ini dikenal juga sebagai gula pasir, gula merah, gula meja dan gula hasil alam lainnya yang biasa menjadi bahan tambahan dalam pembuatan kopi, kue dan pembuatan minuman ataupun makanan manis lainnya. Sukrosa mempunyai kandungan yang terdiri dari glukosa dan fruktosa, zat gula ini mempunyai karakteristik yang termanis dalam susu formula. 

Tambahan sukrosa dalam susu formula berfungsi untuk menghasilkan sumber energi untuk bayi, namun jika dikonsumsi berlebihan zat gula ini akan mengganggu keseimbangan energi si Kecil, karena energi yang dihasilkan akan melebihi kebutuhan usia si Kecil dan mengendap menjadi lemak. 

Tidak heran jika mengkonsumsi jenis gula ini secara berlebihan bisa mengakibatkan obesitas atau kegemukan.

Saat ini banyak yang tidak mengizinkan penambahan sukrosa dalam susu formula bayi, kalaupun dibutuhkan hanya diperbolehkan dalam kondisi-kondisi tertentu saja, contohnya seperti pada susu formula protein hidrolisat parsial, namun masih dalam jumlah tertentu. 

Untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan si Kecil, Bunda bisa memberikan tambahan ASI sebagai pendamping, dan Bunda bisa memilih susu formula dengan kandungan sukrosa yang lebih sedikit untuk menjaga keseimbangan berat badan si Kecil.