Untuk menentukan seorang anak memiliki disabilitas mental dan intelektual psikologi tak harus memakai skala pengukuran intelijensia di bawah 70. Tetapi bisa juga dengan berbagai cara seperti mengobservasi perilaku serta kemampuan anak, dan melihat bagaimana bahasa intelektualnya. 

bahasa intelektual anak

Menurut American Associations of Mental Retardation (AAMR), seseorang yang mengalami mental health atau disabilitas intelektual berarti skor intelijensia di bawah rata-rata dan kemampuan bina bantu dirinya rendah. Ada beberapa jenis aktivitas yang bisa orang tua pantau untuk menilai kondisi anak, apakah mengalami  disabilitas intelektual atau tidak. Simak yuk!

1. Kemampuan dalam hal mandi cuci kakus

Anak dengan kondisi disabilitas intelektual tidak mampu melakukan kegiatan MCK dengan mandiri meski umurnya sudah cukup. Namun dengan pembinaan dan pelatihan yang tepat dapat membantu anak membersihkan dan merawat diri secara mandiri. 

2. Berpakaian secara mandiri

Seorang anak penyandang disabilitas intelektual akan merasa kesulitan memilih pakaian dan mengenakan pakaiannya sesuai fungsinya. 

3. Mandiri saat makan dan minum

Lihat bagaimana cara anak menggunakan alat makannya. Anak dengan disabilitas intelektual biasanya tidak mampu menggunakan peralatan makan dan minum sesuai fungsinya. 

4. Mengamati bahasa intelektual dalam berkomunikasi

Anak dengan kondisi mental dan psikologis yang normal mampu menangkap instruksi kemudian menerjemahkan dalam otak mereka, dan mengekspresikan dalam aktivitas sehari-hari. Kemampuan ini disebut sebagai bahasa receptive dan ekspresif. Sayangnya anak dengan disabilitas tidak memiliki kemampuan ini. 

5. Mengenal konsep ruang dan waktu

Anak dengan disabilitas intelektual tidak mampu membedakan jumlah nominal uang dan tidak mengenal perbedaan waktu. Mereka tidak tahu berapa jumlah uang yang harus dibayarkan ketika membeli sesuai atau menghitung uang kembalian belanja. 

6. Orientasi lingkungan

Anak dengan kondisi ini tidak memahami konsep arah, baik itu dari rumah ke lokasi tujuan ataupun sebaliknya. 

7. Pemahaman soal aturan sosial dan sopan santun

Anak dengan kondisi disabilitas intelektual akan mengalami kesulitan bagaimana memahami aturan sosial serta norma-norma yang ada. Selain itu, mereka juga kurang bisa memahami konsep tentang sopan santun yang berlaku di masyarakat. 

Dari ciri yang sudah disebutkan, cara termudah mendeteksi gangguan psikologi anak adalah dengan melihat bagaimana bahasa intelektual mereka.