Tahukan Anda, jika ternyata anak-anak sudah bisa mengenal dan belajar angka sejak usia satu tahun? Yup, inilah fakta yang diungkapkan oleh Judith A. Hudson, Ph.D., seorang dosen sekaligus psikolog dari Rutgers University di New Brunswick, New Jersey, Amerika Serikat. 

Bila sejak usia satu tahun, anak-anak sudah belajar angka, maka ketika mereka memasuki usia 2 tahun kemungkinan sudah bisa belajar berhitung hingga angka 10 sembari menghafal. Supaya lebih jelas, berikut tahapan belajar angka dan berhitung bagi anak usia dini. 

belajar angka

Mengenal Angka

Sebelum anak-anak memahami soal operasi hitung paling sederhana, anak harus lebih dulu mempelajari tentang mengenal angka. Belajar mengenal angka dengan mudah bisa dimulai secara lisan, misalnya dapat menyebutkan kata “satu, lima, atau sembilan”, selain melalui lisan bisa juga dengan tulisan, misalnya tulisan 5 dibaca “lima”. Hal ini berkaitan dengan kemampuan motorik anak dan juga melatih pengembangan memori anak. 

Mengurutkan Angka

Saat kemampuan memori anak-anak sudah mulai bagus, maka ia akan mampu untuk belajar mengurutkan angka. Proses ini bisa berlangsung secara lisan maupun tulisan. Di fase ini perkembangan anak biasanya dapat menyebutkan nama angka secara urut dan serta dapat mengurutkan tulisan angka secara konsisten. 

Mengenal Konsep Angka

Ketika anak-anak sudah mulai bisa membedakan antara angka 1 atau angka 5, kemudian mengurutkannya, maka selanjutnya anak harus paham konsep korespondensi 1 per 1, dimana 1 mewakili 1 benda sedangkan 5 mewakili 5 benda. 

Mengetahui Konsep Lebih Banyak dan Lebih Sedikit

mengenal angka dengan mudah

Jika si kecil sudah bisa mengenal angka dengan mudah, mengenal konsep korespondensi, maka selanjutnya mereka baru boleh diajarkan tentang konsep lebih banyak atau sedikit, seperti 1 lebih sedikit dari pada 5. Mereka harus lebih dulu paham konsep lebih banyak atau lebih sedikit. 

Belajar Operasi Hitung Sederhana

Tahapan kelima setelah mengenal angka, barulah anak-anak bisa mulai mempelajari operasi hitung sederhana. Anda sebagai orang tua bisa mengenalkan konsep kurang (-) dan juga tambah (+). Tahapan-tahapan mempelajari angka ini tidak bisa di lompat-lompat begitu saja ya! Karena anak akan merasa kesulitan belajar berhitung jika mereka belum mengenal konsep korespondensi atau konsep angka.