Canggihnya teknologi membuat banyak orang tua baru terbantu. Pun demikian Anda perlu berhati-hati ketika membaca informasi mengenai perkembangan sang buah hati. Selain perdalam informasi yang didapat, periksa juga kebenaran dari berita tersebut. Apalagi jika menyangkut perkembangan anak usia dini. 

Secara umum, anak usia dini ketika berusia 0-8 tahun. Ketika sang buah hati berada di masa-masa emas atau golden age ini, mereka mengalami beberapa tahapan berupa pertumbuhan dan perkembangan. Agar lebih mudah dipahami dan dimengerti, berikut tahapan perkembangan anak usia dini yang wajib ibu atau orangtua baru ketahui.

Perkembangan Anak Usia Dini

1. Perkembangan Fisik

Tahap perkembangan anak di usia dini pertama yaitu menyangkut fisik. Mulai dari berat badan, tinggi badan, dan perkembangan otak. Selain itu, perkembangan keterampilan motorik baik kasar maupun halus juga masuk dalam aspek ini. Untuk keterampilan motorik kasar bisa dilihat dari anak mulai aktif bergerak, lari, dan melompat. Sedangkan motorik halus berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berhubungan dengan keterampilan fisik. 

2. Perkembangan Kognitif

Perkembangan Anak Usia Dini

Di tahapan ini, perkembangan anak dilihat berdasarkan cara berpikir. Perkembangan kognitif terbagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, tahap sensorimotor yang berlangsung dari umur 0 sampai 24 bulan. Tahap kedua yaitu Praoperasional dengan rentan usia 2-7 tahun, dimana anak mulai dapat menerima rangsangan meski terbatas.Tahap operasional konkret berada di urutan ketiga, dimana anak berusia 7-11 tahun. Berikutnya operasional formal yang dimulai dari usia 11 tahun. Saat berusia ini perkembangan anak cerdas bisa berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. 

3. Perkembangan Bahasa

Perkembangan anak cerdas tidak hanya berdasarkan dari segi fisik atau kognitif saja. Namun, juga dari perkembangan bahasa. Kemampuan mereka untuk menerjemahkan bahasa sejak bayi hingga masa pra sekolah bisa dilihat untuk menentukan anak berkembang atau tidak. Melalui perkembangan ini pula, biasanya dapat diketahui adanya deteksi keterlambatan dan kelainan di sistem lain, seperti psikologis, emosi, serta kemampuan kognitif anak. Jika khawatir mengalami keterlambatan, Anda bisa memulai memberikan edukasi sejak dini.

4. Perkembangan Sosial Emosional

Tahap perkembangan anak usia dini berikutnya adalah sosial emosional. Maksudnya perkembangan sosial dimana anak mampu bersosialisasi, baik dengan orang ataupun lingkungan. Sama halnya dengan perkembangan sosial, perkembangan emosional bisa dimulai dari sejak bayi. Tanda tersenyum, menghentakkan kaki, dan menangis merupakan salah satu contoh perkembangan emosional tersebut.