Tubuh membutuhkan energi yang berasal dari makanan, dan nutrisi pemberi energi terbesar adalah gula yang tersedia dalam berbagai bentuk. Contohnya adalah karbohidrat, sukrosa, dan laktosa. Masing-masing memiliki komposisi tersendiri. Karbohidrat sudah sangat dikenal karena berasal dari tepung, nasi, singkong, dan sebagainya. Namun, hanya sedikit yang mengenal sukrosa dan laktosa padahal keduanya sering kita konsumsi. Nah, Anda pasti penasaran bukan dengan perbedaan laktosa dan sukrosa. Kali ini Kami akan jelaskan pada artikel berikut ini.

Pengertian laktosa

Pengertian laktosa

Laktosa disebut dengan nama gula susu. Anda akan menemukan gula jenis ini di susu dan produk turunannya. Komposisinya mirip dengan karbohidrat dari nasi, hanya saja memiliki perbedaan susunan kimia. Jika dipecah, laktosa terdiri dari glukosa dan galaktosa. Glukosa adalah sumber energi yang langsung diserap tubuh. Tapi untuk memecah atau mencerna laktosa, tubuh membutuhkan enzim khusus. Jika bertanya mengenai perbedaan laktosa dan sukrosa, Anda bisa melihat komposisi turunannya.

Laktosa sangat penting untuk bayi karena membantu pertumbuhan, karena bayi belum siap mencerna makanan pada umumnya sehingga susu adalah pilihan utama. Jika mengalami kekurangan ini, anak memiliki peluang terlambat bicara lebih besar. Hal ini terkait dengan pertumbuhan saraf motorik dan otak dimana laktosa sebagai sumber nutrisi utama.

Pengertian sukrosa

Bila Anda pernah merasakan makan gula pasir, inilah yang disebut sukrosa. Produksi gula ini menggunakan bahan baku tebu dan gula merah yang berasal dari nira. Kedua jenis gula tersebut membuat tubuh segar kembali setelah dikonsumsi. Sukrosa adalah karbohidrat dengan komposisi fruktosa dan glukosa. Secara umum, sukrosa mirip dengan karbohidrat dan laktosa hanya susunan kimia lebih sederhana. Jadi, inilah perbedaan laktosa dan sukrosa yang paling mendasar.

Gejala anak terlambat bicara 2 tahun dapat diterapi dengan makanan manis. Salah satunya adalah pemberian gula tebu. Hal tersebut membuat lidah menjadi lebih sensitif. Tentu saja, tetapi ini harus dengan pengawasan ahli sebab terlalu banyak gula membuat anak lebih aktif dan beresiko obesitas. 

Meskipun berbeda, laktosa dan sukrosa memiliki peran yang mirip sebagai sumber energi. Makanan seperti nasi dan singkong membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dicerna agar energi siap digunakan. Sebaliknya, laktosa dan sukrosa mempunyai fase pencernaan yang singkat sehingga siap menjadi penambah tenaga yang efektif.