Pernah dengar orang tua memakai brotowali hingga cabai sebagai cara menyapih anak? Bahkan ada pula yang mengoleskan lipstik agar anak berhenti menyusui. Nah, bagi Anda yang berencana menyapih sang buah hati, sebaiknya jangan melakukan cara tersebut. Hal ini dapat meninggalkan luka batin bagi mereka karena diminta secara dipaksa berhenti menyusui.

Jangan khawatir, ada banyak cara praktis menyapih anak tanpa meninggalkan luka batin di hati mereka. Bahkan mudah dilakukan sehingga anak dengan senang hati untuk beralih minum susu di gelas. Berikut caranya.

1. Komunikasikan dengan sang buah hati

Sebagian besar para ibu berhenti menyusui ketika berada di fase bayi sering menggigit payudara atau kehilangan nafsu untuk minum ASI. Di rentang usia 15-18 bulan fase ini sering terjadi. Bahkan ada yang kurang dari usia tersebut. Di usia tersebut, bayi biasanya mulai mengerti dan bisa diajak berkomunikasi. Nah, saat itu pula Anda bisa dengan pelan-pelan memberitahu untuk berhenti menyusu. 

cara menyapih anak

Jangan patah semangat jika mereka sedih. Pastikan berikan kalimat pujian dan semangat. Bagaimanapun menyapih adalah keputusan bersama antara Anda dan sang buah hati. Jadi, komunikasi adalah kunci awal untuk memulai cara praktis menyapih anak.

2. Kurangi Frekuensi Menyusui

Setelah berkomunikasi, lihat reaksi anak. Apakah mereka berhenti untuk menyusu atau masih enggan disapih. Jika enggan lepas, Anda bisa mengurangi frekuensi menyusui. Bisa dikurangi satu kali sesi setiap harinya. Hingga sang buah hati benar-benar lepas. Pastikan Anda disiplin sehingga anak makin mudah lepas untuk berhenti menyusui. 

3. Tambah Frekuensi Makan

Saat mengurangi frekuensi menyusui, Anda juga perlu untuk menambah asupan sang buah hati. Jangan sampai cara menyapih anak Anda membuat mereka kekurangan nutrisi. Jika biasanya mereka makan utama 3 kali, coba menjadi 4 kali. Atau tambah frekuensi camilan. Tentunya, asupan makanan tersebut harus kaya akan nutrisi dan gizi. 

4. Alihkan perhatian anak

Cara praktis menyapih anak berikutnya dengan mengalihkan perhatian ketika mereka berusaha meminta ASI. Anda bisa memberikan mainan kesukaan, berkunjung ke taman, atau jalan-jalan sekitar rumah. Anda juga bisa melibatkan mereka untuk melakukan hal-hal menyenangkan. Seperti menata mainan.